Forgotten Love (part 1)

Image

Title: Forgotten Love (part 1)

Author: Jung Wyn Ah

Cast:

•Jessica Jung

•Byun Baekhyun

•Xi Lu Han

Other cast:

•Kim Kai

•Im Yoona

Support cast:

Find in the story ^^

Genre: romance, sad, school life, triangle love

Note: ini ceritanya si Jessica kecelakaan terus dia koma, makanya gaada dialognya. Tapi nanti juga ada kok ^^

Disclaimer: Ini ceritanya asli dari pemikiran aku loh! Jadi jangan di plagiatin ato di aku-akuin.. Cerita sama Main Castnya punya aku! (ngarep banget) engga deh, Castnya milik Tuhan, om Lee Sooman sama Orang tuanya T^T. Tolong Comment juga yah! hehehe
—————————————————-

Author pov

“Baekhyun oppa!” teriak Yoona saat melihat Baekhyun berbicara dengan dokter

“Yoona-ah..” ucap Baekhyun sambil memandangi Yoona yang sembab akibat menangis

“Keadaan Sica unnie bagaimana oppa?” tanya Yoona dengan khawatir

“Dia.. Dia mengalami geger otak karena benturan dikepalanya terlalu keras” ujar Baekhyun sambil menunduk frustasi

“aku mau berbicara denganmu.” teriak Luhan sambil menarik tangan Baekhyun menjauh dari kamar rawat Jessica

Baekhyun pov

“Hyung, wa-”

Bruk!

“Kau! Gara-gara kamu sekarang Sica berada didalam sana! sial!” Teriak Luhan hyung sambil menonjok mukaku

“ne?? Kenapa aku?! Hyung! Aku saja kaget saat mendengar Jessica kecelakaan” jawabku tak mau kalah

“Kaget? Cih! Setidaknya kalau kau bisa sabar sedikit Jessica tidak akan berada didalam sana! Kau sialan!” Teriaknya sambil memukul ku lagi sehingga aku jatuh tersungkur

“Maksudnya apa sih!” Teriakku sambil memegang bekas lebam dipipiku

“Karena kau terus menelfon Jessica akhirnya dia kehilangan konsentrasi saat menyetir! Siapa yang mau kau salahkan! Tukang supir mabuk itu?! Jelas-jelas kalau kau tidak menganggu konsentrasi Jessica dan mau bersabar pasti dia tidak akan seperti ini!” Teriak Luhan hyung sambil menarik kerah bajuku bersiap menonjokku lagi.

“Jadi… Ini… Salahku?” jawab ku sambil terbata-bata

“Lalu kau pikir siapa lagi!!” Ucapnya sambil bersiap menonjokku

“Oppa!!” teriak Yoona sambil menahan tangan Luhan hyung.

“Luhan oppa! Sica unnie pasti gaakan senang kalau oppa mukulin Baekhyun terus” teriak Yoona sambil menahan tangisnya.

“Sica? Ah! Jessica, aku belum melihat keadannya setelah sampai disini.” Gumamku sambil berjalan melewati Yoona dan Luhan.

“Ya! Byun Baekhyun! Urusan kita belum selesai!”
“Oppa.. Biarkan Baekhyun menemui Jessica unnie.”
“Tapi Yoona-ah”

Yah, hanya itu percakapan yang kudengar dari kedua sahabat itu

Klek

“Chagi-ah.. Kau belum sadar juga? Bangunlah chagi.. aku.. Aku sangat merindukanmu… Mianhe chagi-ah.. Andai saja aku bisa bersabar sedikit pasti ini tidak akan terjadi padamu” ucapku sambil menggengam erat tangannya.

“Kau tau, hari ini adalah hari jadi kita yang ke 1 tahun, tapi kau malah disini.. Dirumah sakit ini, tanpa mengucapkan selamat hari jadi kita” kali ini airmata yang kutahan mulai perlahan mengalir melihat yeoja yang kusayangi tidak membalas ucapanku.

“Baekhyun oppa..”

“Ne? Waeyo Yoona-ah?” Ucapku sambil menghapus airmataku

“Ige… Tadi saking buru-buru pergi Sica unnie meninggalkan ini” ucapnya sambil memberiku sebuah kotak berwarna biru, warna kesukaanku.

Langsung kubuka kotak berwarna biru itu, dan ternyata isinya adalah syal.

“Syal?”

“Semalam Sica unnie mati-matian merajut syal itu sampai jam 4 pagi, makanya dia telat bangun, bahkan dia meminta bantuanku untuk mengajarinya cara merajut seminggu sebelumnya” jelasnya sambil menatap Jessica yang masih belum sadar.

“Ne?! Jadi dia telat gara-gara merajut syal ini?” Tanyaku sambil memperhatikan syal hasil rajutannya.

Rapih bahkan sangat cantik dengan inisial “Baekki” nama panggilannya untukku. Dan didalam kotak itu ada sebuah kartu tulisan tangannya “Happy 1 year anniversery Baekki-ah..”

“Oppa, aku pergi dulu yah, aku masih ada jadwal kuliah, masih ada Luhan oppa disini. Jangan berkelahi ya! Sica unnie tak akan suka” ujarnya memperingatiku sambil berjalan keluar dari kamar Jessica.

Kini di ruangan ini hanya ada aku dan Jessica, yang masih belum sadar dari koma-nya.

“Chagi-ah.. Aku sudah memakai syal hasil rajutanmu.. Eotthe? Cocok tidak? Ini rajutanmu loh.. Sangat bagus chagi-ah” ujarku sambil memakai syal itu di leherku dan berusaha mengajaknya berbicara walaupun tak ada jawaban darinya.

“Kalau saja kau bisa bersabar, pasti dia tidak akan begini” ucap seseorang yang kukenal, Luhan hyung.

“Mian hyung, aku tidak mau mencari masalah, Sica pasti tidak akan suka.” Jawabku sambil memandanginya datar

“Arra, maaf tadi aku memukulmu”

“Aniyo hyung, aku pantas mendapatkannya. Namja brengsek sepertiku pantas mendapatkan sebuah pukulan, bahkan lebih”

“Ne? Kau bukan namja brengsek. Kau hanya namja yang manja dan tidak sabaran sehingga membuat dia seperti itu” jawabnya sambil menatap Jessica dengan sedih

“Eottokhe hyung? Apa yang harus aku lakukan agar bisa membuatnya bahagia?! Apa saja akan aku lakukan. Asalkan Jessica bahagia” ujarku sambil menatap wajah Jessica dengan sendu

“Perbaiki sifatmu. Itu saja mungkin belum cukup. Dari awal aku sudah tidak suka jika Jessica bersama denganmu. Sifatnya dan sifatmu sangat bertolak belakang. Kau sangat kekanak-kanakan dan menyebalkan. Sedangkan dia sangat dewasa dan tidak menyebalkan sepertimu.” Jawabnya sambil menatapku tajam

“Mungkin kau benar hyung. Apa aku harus pergi dari hidupnya? Pergi yang jauh darinya agar aku tidak menjadi bebannya lagi” ucapku sambil menunduk.

Luhan pov

“Mungkin kau benar hyung. Apa aku harus pergi dari hidupnya? Pergi yang jauh darinya agar aku tidak menjadi bebannya lagi”

“Ne? Namja ini benar-benar gila rupanya. Sudah membuat Jessica seperti ini sekarang malah mau pergi. Tapi dengan begitu Jessica bisa bersama ku kan? Apa peduli ku dengan anak kecil seperti Baekhyun” gumamku dalam hati

“Gurae, mungkin itu keputusan terbaik. Sejauh mungkin kau darinya maka dia akan bahagia.” Ucapku sambil menatapnya datar

“Itu… Yang terbaik untukknya kan?”

“…. Ne, itu yang terbaik”

“Hyung, disaat aku pergi, aku titip Jessica yah.. Jangan sampai apapun terjadi padanya. Sampai aku kembali lagi… Tolong jaga dia ya.. Aku percaya kalo Luhan hyung yang menjaganya” ujarnya sambil tersenyum paksa kepadaku.

“Kau tenang saja, dia akan kujaga dengan baik”

“Bye my lovely ice princess.. Aku harap kau cepat sembuh, mianhe atas kesalahanku padamu..” Ujarnya sambil mencium kening Jessica.

Walaupun aku cemburu tapi memang statusnya adalah namjachingu Jessica, dan lagipula dia akan segera pergi dari kehidupan Jessica kan?

“Tolong jaga Jessica.. Dan sampaikan salamku padanya.. Saat dia sadar nanti..” ucapnya sambil berjalan keluar dengan tatapan yang sendu.

“Sica.. Ini Luhan.. Kau ingat aku kan? Sica-ah.. Cepatlah sadar dari koma mu..” ujarku sambil memegang tangannya.

Author pov

Disisi lain Baekhyun mengemasi semua pakaiannya dengan raut wajah yang sedih sambil melihat sebuah foto di tangannya.

Fotonya dengan Jessica, mereka berada di pantai, tempat kesukaannya.

“Sica-ah.. Saat aku kembali nanti tolong jangan lupakan aku.. Aku pasti akan kembali, tapi entah kapan” ucapnya sambil memasukkan foto dan syal pemberian Jessica dengan inisial namanya kedalam kopernya dan mengetik sebuah nomor dilayar handphonenya.

“Yeoboseyo? Jongin-ah? Aku akan ke China, bisa kau jemput aku di bandara? Gomawo Jongin-ah..”

Yoona pov

“Huft….”

“Wae? Ada masalah?” Tanya Tiffany unnie, teman terdekatku setelah Jessica unnie.

“Sica unnie.. Dia tadi pagi kecelakaan karena bertabrakan dengan truk yang supirnya mabuk.”

“Jeongmal?! Lalu keadaannya bagaimana? Gwenchana? Lalu bagaimana dengan Baekhyunnie?” Ujarnya sambil menatapku sedih

“Sica unnie masih koma dirumah sakit, mungkin sekarang Luhan oppa atau Baekhyun oppa sedang menjaganya. Tapi Luhan oppa terus-terusan menyalahkan Baekhyun oppa karena sifatnya yang kekanak-kanakkan” Jelasku sambil menatap layar handphone ku.

“Waeyo? Sifat Baekhyun memang begitu kan? Apa salahnya?” Tanya Tiffany unnie dengan tampang polosnya.

“Gara-gara Baekhyun oppa tidak sabaran makanya dia terus-terusan menelfon Sica unnie sampai-sampai Sica unnie tidak konsentrasi saat menyetir, dan akhirnya terjadilah kecelakaan itu” jelasku panjang lebar dengan sabar.

“Yoona-ah.. Jadwal kuliah sudah habis kan? Kau mau ke rumah sakit?”

“Ne.. Kau mau ikut unnie?”

“Of course i will! She is my best friend too” ucapnya dengan bahasa inggris yang untungnya aku masih mengerti.

“Gurae.. Kita pergi sekarang. Unnie pakai mobil mu yah.. Aku kan tidak bawa mobil” ucapku sambil setengah merajuk padanya.

“Arraseo, Kajja.” ujarnya sambil merangkul tanganku.

#skip

“Yoona, aku tidak melihat motor sport milik Baekhyun? Apa dia pergi?” Tanya Tiffany unnie tiba-tiba

“Eh? motor? Memang unnie tau motor Baekhyun oppa seperti apa?” Jawabku penasaran

“Do molla? Ya! Motor sport dengan gambar karakter game dan warna yang ngejreng seperti itu tentu saja itu sangat mencolok. Apalagi di sini rata-rata motornya berwarna hitam, tentu saja motor itu akan kelihatan warna mencoloknya.” Terangnya sambil menjitak kecil kepalaku.

“Aah.. Na molla, mungkin dia tidak bawa motor, mana mungkin Baekhyun oppa meninggalkan Sica unnie sendirian.” ujarku enteng dan menarik tanganya untuk masuk ke kamar Jessica unnie.

“Sica unnie.. Tiffany unnie datang untuk menjeng- eh? Luhan oppa? Baekhyun oppa eodisseo?” Tanyaku saat melihat hanya ada Luhan oppa yang menjaga Jessica unnie

“Baekhyun sudah pergi. Mungkin dia tidak akan kembali.” ucapnya sambil melihatku datar

“Mworaguyo?! Apa yang oppa lakukan? Ikut aku sebentar! Fany unnie, tolong jaga Jessica unnie” ucapku sambil menarik tangan Luhan oppa dan meninggalkan Fany unnie yang masih kebingungan.

“Wae? Aku harus menjaga Sica” ucapnya datar

“OPPA! Kenapa bisa Baekhyun oppa pergi?! Apa yang oppa lakukan?! Kalau Jessica unnie tau dia pasti akan sedih! Nanti kalau Jessica unnie sadar tapi Baekhyun oppa gak ada bagaimana?!” ujarku sambil setengah berteriak

“Sica lupa ingatan kan? Berarti Sica tidak akan mengingat tentang Baekhyun. Lagipula dia pergi atas kemauannya sendiri karena dia sadar bahwa dia menjadi beban buat Jessica. Jadi buat apa dia-”

Plak!!

ucapan Luhan oppa berhenti karena suara tamparan. Yah, aku menamparnya karena sangat marah.

“OPPA! KAU EGOIS! Bagaimana perasaan Sica unnie kalau dia tau?! Oppa memanfaatkan amnesia Sica unnie?! Kau benar-benar egois oppa!” Teriakku sambil pergi meninggalkannya yang diam membatu.

3 hari kemudian

Setelah kejadian hari itu, sampai sekarang aku tidak pernah bicara pada Luhan oppa lagi. Bahkan di kampus aku enggan melihatnya. Tapi aku tetap menjaga Sica unnie, itupun saat Luhan oppa kuliah.

“Unnie, aku sudah mencoba mencari Baekhyun oppa, tapi aku tidak bisa menemukannya.. Mianhe unnie.. Aku janji setelah unnie sadar kita cari Baekhyun oppa bersama-sama ne?” ujarku sambil memegang tangan Jessica unnie.

Hari ini seharian aku yang menjaga Sica unnie karena Luhan oppa sudah mulai kerja part timenya.

“Unnie.. Ppali ireona.. Rumah sangat sepi tanpa unnie.. Unnie tau ka- eh?” Ceritaku terhenti karena aku merasa Jessica unnie menggenggam tanganku dengan erat.

“Eh? Unnie?! Sebentar yah aku panggil dokter dulu!” Ujarku sambil keluar memanggil dokter yang merawat Sica unnie.

“Maaf, tapi tolong keluar dulu” ucap seorang suster yang mengikuti dibelakang dokter itu.

Lama sekali.. Sudah lebih dari 30 menit aku menunggu diluar, semoga saja unnie bisa sadar penuh agar aku bisa membantunya mencari Baekhyun oppa.

Krek..

“Ah! Dokter! Keadaan Sica unnie bagaimana?” Tanyaku saat melihat dokter itu keluar

“Jessica agasshi sudah berhasil bangun dari koma nya. Tapi dia masih lupa ingatan, benturan dikepalanya sangat keras, jadi kalau mau membuatnya mengingat masa lalunya mulai lah dengan hal kecil-kecil yang tidak membuatnya stres karena dia bisa kembali koma, dan kemungkinan besar akan kehilangan nyawanya. Saya permisi dulu” terang dokter itu sambil berjalan melewatiku.

“Eottokhe? Lalu bagaimana caranya aku bisa membantu Sica unnie mencari Baekhyun oppa. Aarrgh!” Teriakku frustasi sambil jatuh terduduk di depan kamar Sica unnie

TBC
————————————————————————————————
Eotthe?.. Aah ini pasti typo banget.. Ceritanya pasti aneh >.< Sebenernya sampe sekarang aku masih bingung mau akhirannya HanSica apa BaekSica soalnya ceritanya begini.. Minta pendapat yah.. Comment Juseyo.. ^^

13 thoughts on “Forgotten Love (part 1)

  1. Ceritanya bagus koq thor.. keren..
    Cuma aku blh kasih saran gak? Menurutku Penataan bahasanya kurang bagus.. Mian ne thor, aku cerewet..😦

  2. iya gapapa kok, justru baguskan memberi saran..🙂 iiya aku juga ngerasa kalo ini penataan bahasanya aneh, abisnya aku bingung mau gimana.. hehe makasih yah udh baca ;D

  3. annyeong aku readers baru salam kenal ^^ mian yaa baru comment skrng aku baru buka-buka blog2 ff jessica eonnie akhirnya ketemu ini menurutku ceritanya bagus dan menarik kalo bisa couplenya baeksica aja kalau saranku sih baeksica thorr kyknya lebih ngefeel ke mereka

  4. Hei^^
    Aku suka sama FFnya masa :3
    Tapi pemilihan katanya kurang pas gitu.. Maaf ya😦
    Entahlah.. aku lebih suka BaekSica. Soalnya Luhan jahat sih -_- wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s