{Jessica Drabble Story} Noona! Saranghae~♡

pizap.com13763442883461

————————————————————————————–

Title : {Jessica Drabble Story} Noona! Saranghae~♡

Author: Jung Wyn Ah

Genre: Romance, Sad

Pairing:

♡BaekSica (Baekhyun-Jessica)

♡ChanSica (Chanyeol-Jessica)

♡KaiSica (Kai-Jessica)

♡LuSica (Luhan-Jessica)

♡HunSica (Sehun-Jessica)

♡SuSica (Suho-Jessica)

♡LuSica (Luhan-Jessica)

Rating : PG-13

A/N: ini drabble jessica pertama aku… jadi kalo jelek maaf yah, aku gak terlalu bisa bikin ff tapi pengen banget bikin.. hehehe

Disclaimer: Cerita ini murni dari pemikiran aku loh!. bahkan sampai posternya pun juga bikinin aku juga.. sebenernya ini cerita buat selingan sambil nunggu Forgotten Love part 2, karena sepi jadi au tambahin cerita dulu. Castnya sih milik Tuhan sama orang tuanya😀 please comment yeah!

————————-~~~——————————————–

♡ BaekSica (Romance Drabble)

Hari ini benar-benar melelahkan bagi Baekhyun, mulai dari showcase grup mereka, latihan untuk lagu comeback baru EXO, bahkan segala macam interview dia lewati. Hanya satu hal yang dia butuhkan, istirahat. Dan dia tau satu tempat yang biasa digunakannya untuk beristirahat ataupun menenangkan pikirannya, yaitu atap gedung SM Building.

“eoh? Nuguseyo?” ucap Baekhyun yang saat melihat ada orang lain selain dirinya sedang duduk manis di atap gedung itu.

“….”

Eonjena nae gyeoten naepyeoni dwaehjugo kwii giulyeojuneun neo~” (part jessica di lirik lagu IGAB)

Karena tidak mendapat jawaban melainkan nyanyian kecil Baekhyun pun berjalan mendekati yeoja berambut coklat keemasan itu.

“Jessica sunbaenim?” ujarnya sambil menepuk pelan pundak yeoja itu.

“Omo! Baekhyun-ah kau mengagetkanku. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jessica sambil melepaskan headset yang dia kenakan.

“menenangkan diri dan mengistirahatkan pikiran. Sunbae?”

“latihan.. Kurasa akhir-akhir ini suaraku mulai jelek” jawab Jessica sambil mempout kan mulutnya kecil.

aniyo, suara sunbae sangat bagus” ujar Baekhyun sambil duduk disebelah Jessica.

“eiy.. Suara Taeyeon masih lebih bagus daripada suaraku. Ah, How about EXO? kalian baru comeback kan? apa yah judulnya..” Jessica langsung mencari berita tentang EXO di i-phonenya.

” ‘growl’ sunbae. Ah.. Ternyata benar, kau memang jarang sekali melihat internet dan berita” ucap Baekhyun sambil merenggangkan tangannya dan memberikan smirknya.

” ‘growl’? Aah! hehe mianhe, aku memang jarang sekali membuka internet. By the way jangan panggil aku sunbae, kau bisa memanggilku noona”.

“Okay noona. Em.. Noona boleh aku cerita sesuatu?” tanya Baekhyun sambil mengubah posisinya menghadap Jessica.

“Tentu saja. Apa yang mau kau ceritakan?” Jessica hanya melihat Baekhyun yang sekarang posisinya berada dihadapan Jessica.

“kau tau noona. Kadang aku merasa menjadi idol itu melelahkan. Tidak ada kata istirahat, latihan-latihan dan latihan, kita baru 2 minggu comeback dan sekarang comeback lagi. Kapan istirahatnya, selalu saja ada showcase dimana-mana.” ujar Baekhyun sambil menunduk sedih.

“hey, kau jangan berbicara seperti itu. Justru harusnya kau bangga! Kau itu sempurna Baekhyun-ah. Kau pandai bernyanyi, mempunyai gag yang sesuai dengan semua variety show ataupun yang lainnya. Kadang aku iri denganmu yang punya segalanya. Dan lagi harusnya kau senang kalau kau melakukan comeback, aku yakin fansmu pasti senang” Jessica menepuk pundak Baekhyun pelan sambil berusaha meyakinkan Baekhyun.

“kadang di SNSD aku juga merasa seperti itu. Bahkan lebih tepatnya lagi tak berguna. Aku bukan Taeyeon yang mempunyai suara bagus. Aku juga bukan Hyoyeon yang jago dalam menari, bahkan suaraku kalah bagus dari Tiffany. Aku juga merasa sepertimu Baekhyun-ah, lelah, capek, bahkan sering sakit karena pola makan yang tidak teratur. Tapi aku sadar, bukan hanya aku saja yang merasakan. Semua member SNSD juga pasti merasakan hal yang sama. tapi kami selalu berfikir positif, itu resiko menjadi idol Baekhyun-ah. Himnae.. Aku yakin pasti member mu akan memberimu semangat. SNSD juga selalu memberiku semangat, Jadi aku yakin EXO juga pasti selalu memberimu semangat,” lanjut Jessica sambil tersenyum lebar. Senyuman yang tulus, senyuman yang jarang dia perlihatkan untuk orang lain.

“Noona.. Gomapsumnida! Kau benar-benar seperti penerang pikiranku! hehe~ Aku merasa bebanku terlepas saat berbicara denganmu” ucap Baekhyun sambil tersenyum selebar-lebarnya.

“cheomnaeyo. Kalau ada masalah kau bisa beritahu padaku. Ah! Aku harus pergi, Taeyeon memanggilku untuk latihan. Annyeong” Belum sempat Jessica bangun dari duduknya Baekhyun menahan tangan Jessica.

“waeyo Baekhyun-ah?” tanyanya sambil memasang wajah bingung.

Noona! Saranghae” ucap Baekhyun sambil tersenyum lima jari.

“n-ne??” Jessica yang membulatkan matanya tak percaya apa yang baru saja didengarnya.

————————————–,,~~,,————————————

♡ ChanSica (Romance Drabble)

“YA! PARK CHANYEOL?! Do eoddiseo?! Kau tau aku menunggumu diperpustakaan lebih dari 1 jam!!” kini semua mata tertuju pada yeoja berambut coklat terang yang berteriak-teriak sambil menelfon.

“ya tuhan. Mianhe noona, aku lupa kalau kita ada kerja kelompok bersama” jawab namja yang bernama Chanyeol dari seberang telfon sana (?).

do jjinja! Gurae, eoddiseo? Aku akan menghampirimu.” ujar yeoja itu sambil segera berjalan menjauhi kerumunan orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.

“Jung Sooyeon noona.. Bisakan kita mengerjakan tugasnya besok?”

“mwo?! ya! MICHEOSSEO?! Tugas itu dikumpulkan besok dan kau mau ngerjakannya besok?! Jangan memanggilku Sooyeon! Namaku Jessica!” teriak yeoja yang bernama Jessica itu dan kembali menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya lagi.

arraso.. Aku ada di apartementku, kalau noona mau kau bisa kesini. Aku tau kau pasti mau noona” jawab namja itu sambil tersenyum jahil walaupun Jessica tak bisa melihatnya.

gurae! Aku kesana, saat aku sampai kesana mati kau Park Chanyeol” jawab Jessica sambil memutuskan sambungan telfon dan berjalan menuju apartement Chanyeol.

Saat sampai di apartement chanyeol, Jessica langsung masuk layaknya rumah sendiri, dan segera bertemu Chanyeol dan membunuhnya dalam arti kata memberinya pelajaran.

BUK…

Jessica langsung memukul kepala Chanyeol dengan buku setebal 10 cm yang dari tadi dibawanya untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

“ya noona! Appoyo..” rengek Chanyeol sambil memegang kepalanya yang mungkin sebentar lagi benjol(?).

“salahmu, siapa suruh kau membuang 1 jam ku yang berharga di perpustakaan seperti orang gila. Kajja kita buat tugas ini. Ya tuhan, aku bisa gila kalau terus kerja kelompok bersamamu yang malas ini” ujar Jessica sambil duduk disebelah Chanyeol dan mulai menata buku serta keperluan wajibnya untuk membuat tugas itu.

“hehe~ Walaupun malas tapi aku tetap ganteng kan noona..” jawab Chanyeol sambil mencolek pipi kanan Jessica yang sedang serius berfikir.

“YA! jangan mengganguku dan kerjakan tugas ini Chanyeol” teriak Jessica sambil melemparkan death-glare nya itu.

gurae.. Kau tidak asik noona.. Ah, kau tau noona? Na neomu joaheyo..” Chanyeol langsung memegang tangan Jessica erat-erat sambil menatapnya dengan tersenyum.

arra, Kau sudah mengatakan itu beribu-ribu kali. Jadi berhenti menggodaku dan cepat kerjakaan tugas ini sebelum hari gelap” jawab Jessica cepat sambil melepaskan genggaman tangan Chanyeol dan kembali melanjutkan tugasnya.

“aku bukan hanya sekedar menyukaimu noona..” ucap Chanyeol mantap sambil menatap Jessica yang masih fokus dengan tugas mereka.

“arrgh! Jebal Chanyeol-ah! Bisakah kita mengerjakan ini dulu? Baru setelah itu kau bisa berulah” teriak Jessica karena frustasi.

gurae.. Mianhe..” Chanyeol hanya bisa tertunduk berpura-pura sedih dimarahi oleh Jessica. Sedangkan Jessica kembali fokus pada tugas itu.

saranghae…” ujar Chanyeol lagi sambil menatap Jessica dengan senyum 3 jarinya.

mworagu?!” Jessica langsung mengadahkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan tatapan bingung.

Noona! Saranghae!” ucap Chanyeol lagi sambil tersenyum selebar-lebarnya.

mwoya!? Selesaikan dulu ini baru kita bicarakan itu. Okay?” ucap Jessica sambil menatap mata Chanyeol.

“Okay! Tapi sehabis itu noona harus menjadi yeojachingu-ku. Ah! dimana tugas untuk yang ini?” Setelah mendengar perkataan Jessica, Chanyeol langsung semangat untuk mengerjakan semua tugas-tugasnya. Jessica yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil.

———————————————,,~~~,,————————————

♡ KaiSica (Romance Drabble)

“SHOOT!! GOOL!!!” teriakan kerumunan orang mulai bersorak ria saat seorang namja memasukkan bola kedalam gawang itu 10 kali berturut-turut.

“noona! kau lihat itu? aku bisa mencetak gol sebanyak 10 kali secara berturut-turut” ujar namja itu sambil berlari kearah yeoja berambut coklat keemasan yang sedang duduk manis menonton pertandingannya.

“jangan sombong dulu kau Kim Jongin. Penjaga gawangnya itu yang salah, kenapa tim lawanmu memakai penjaga gawang yang seperti orang kekurangan makan begitu? lihat saja cara berjalannya bahkan seperti orang sekarat. huuft, andai saja aku boleh bermain, sudah daritadi aku menggantikan penjaga gawang yang kekurangan gizi itu” jawab yeoja itu panjang lebar sambil menopangkan dagu dengan sedikit mempoutkan bibirnya itu.

“hiish, memangnya kau lebih jago dariku? bahkan aku bisa lebih jago bermain darimu Sooyeon noona” cibir Jongin sambil duduk disebelah yeoja yang diketahui bernama Sooyeon itu.

“kau lebih payah 5 kai lipat dariku Jongin-sshi, dan berhenti memanggilku Sooyeon. Namaku sudah berganti menjadi Jessica sejak 5 tahun yang lalu.”

Yah, sejak 5 tahun yang lalu keluarga Jessica mengalami kecelakaan yang parah akibat appanya mengendarai dalam keadaan mabuk. Appa, eomma dan Krystal adiknya meninggal dalam kecelakaan itu. Anehnya hanya Jessica yang masih selamat, walaupun dengan keadaan yang parah. Kedua kakinya terhimpit pintu mobil sehingga hampir menyebabkan kelumpuhan total. Beruntung hal itu tidak terjadi, hanya saja Jessica tidak boleh berlari dengan sangat kencang atau menendang sesuatu yang keras dengan kakinya.

gurae.. Ah! bagaimana keadaan Yoona? adik barumu itu noona?”.

“adik tiriku. Adik kandungku sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Oh come on Jongin.. can we just talk about something else?” ucap Jessica kesal dengan menggunakan bahasa inggris yang sangat fasih.

“mianhe.. Lalu untuk apa noona berada disini? bukannya noona masih ada jadwal kuliah?”.

“menurutmu kenapa aku berada disini? Siapa namja bodoh yang mengirimiku sms sebanyak 20 kali dengan isi yang sama, ya itu menyuruhku untuk menonton pertandingan sepak bola-nya itu, Jongin-sshi?” cibir Jessica sambil melihat Jongin dengan tatapan icy-glare nya.

“siapa namja bodoh itu? aku? ah.. Kapan noona?” ucapnya dengan memasang tampang polos, bahkan tampang polosnya itu terlihat tolol dimata Jessica.

whatever aku tau kau memang namja menyebalkan, sok tau, terlalu percaya diri, sok jago, sok pintar-“.

“dan tampan, imut dan menggemaskan? iyakan noona?” potong Jongin sambil menatap Jessica dengan tampang sok polosnya.

“ah molla! berbicara denganmu bisa membuatku gila. Untung aku sudah mengenalmu selama 10 tahun. Coba kalau bukan, ku rasa kau akan mati ditanganku Jongin-aah..” ujar Jessica sambil berbisik didekat telinga Jongin membuat namja itu bergidik ngeri sementara Jessica hanya tersenyum jahil.

gurae Jongin-sshi, aku harus pergi melanjutkan kuliahku, sampai bertemu saat pulang kuliah nanti” Jessica baru mau bangun dari duduknya tapi tangannya ditahan oleh Jongin.

“noona.. changkkaman..”.

waeyeo? aku masih ada jadwal kuliah dan dosennya  adalah Kim sonsaengnim. kau tau kan kalau dia itu dosen yang sangat galak dan-“.

chu~

Noona! Saranghae!” teriak Jongin sambil berlari menjauhi Jessica karena dia tau pasti Jessica akan mengamuk.

Sementara Jessica memegangi pipi kirinya, Jongin menciumnya dengan tiba-tiba bahkan Jessica tidak tau harus berbuat apa.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

“YA! KIM JONGIN!” teriak Jessica sambil berlari kecil mengejar Jongin.

———————————————,,~~~,,————————————

♡ HunSica (Sad Drabble)

“noona.. lihat apa yang aku bawa!”

“…”

“aku membawakan bunga mawar berwarna merah kesukaan noona.. apa kau tidak mau mengambilnya?”

“…”

“noona.. aku mohon jawab aku..” ucapnya sambil menitikkan air mata.

Oh Sehun, namja yang kaya, populer dan terkenal. tapi siapa sangka kalau dia akan menjadi gila seperti ini? selalu berbicara sendiri bahkan kadang-kadang dia bisa berteriak sendiri. Panggilan populernya semakin lama semakin menghilang dan diganti dengan panggilan orang aneh, orang gila, atau bahkan ada yang kasihan dengannya.

Semua ini terjadi semenjak 5 bulan yang lalu, kejadian yang menyakitkan baginya dan bagi yeoja itu. Yeoja yang membuat dia menjadi seperti ini.

#flashback

“Sehunnie!” teriak seseorang dengan suara cemprengnya itu.

“Sooyeon noona?”

“Ya! Babo namja! apa yang mau kau lakukan dengan pistol ditanganmu huh?!” ucap seorang yeoja bernama Sooyeon sambil berusaha menarik tangan Sehun untuk melepaskan pistol digenggamannya.

“Lepaskan! Aku ingin mengakhiri hidup. Untuk apa aku hidup kalau akhirnya orangtuaku tidak perduli pada ku?! Bahkan mereka terus menyalahkanku atas kematian hyungku. Padahal bukan aku yang membunuhnya” ujar Sehun sambil meronta-ronta minta dilepaskan oleh Sooyeon.

“Kau masih punya aku Sehunnie.. Walaupun orangtuamu itu tidak perduli dan terus-terussan menyalahkan tapi kau masih punya aku kan? Jangan bunuh diri hanya karena itu Sehun-ah.. Lihatlah dirimu.. Kau masih punya banyak teman, kau populer disekolah ini.. Apa yang kau takutkan?!” teriak Sooyeon masih berusaha mengambil pistol itu dari tangan Sehun.

“Kau tidak tau apa-apa noona.. Kau tidak tau apa yang aku rasakan setiap hari. Selalu disalahkan atas kematian hyungku. Orangtuaku sendiri bahkan sudah menganggapku mati! Mereka bahkan tidak pernah mau menatapku! Kalau aku mati mereka akan bahagia kan?!”

“Lalu bagaimana denganku?! Kau mau meninggalkanku? ayolah Sehun! Jangan bunuh diri hanya karena ini.. kau masih mempunyaiku kan.. Jebal buang pistol itu..” kini airmata yang ditahan Sooyeon mengalir deras karena perkataan Sehun.

“Noona.. uljima.. Mianhe aku tidak bisa menemanimu, aku harus pergi dari dunia ini noona.. Aku tidak sanggup lagi dengan dunia yang keras ini..” ujar Sehun sambil bersiap menekan pelantuk pistol itu.

Jebal Sehunni… Tolong jangan gegabah seperti itu.. kau masih punya aku kan..” Sooyeon langsung memegangi pistol itu agar menjauh dari kepala Sehun.

Mianhe noona.. aku sudah tidak mau hidup lagi.. Jaga dirimu baik-baik noona…” Sehun langsung menarik tangannya dengan sekuat tenaga agar terlepas dari genggaman Sooyeon.

DOR!!

Pasti kalian berfikir Sehun yang meninggal kan? Tapi kalian salah, justru yang tertembak adalah Sooyeon. Entah dia mendapat tenaga darimana. Dia langsung menarik tangan Sehun tepat sebelum peluru itu menembus kepala Sehun. Dan akhirnya peluru itu menembus tepat di jantung Sooyeon.

“NOONA! SOOYEON NOONA! Ireona!!!” jerit Sehun sambil memegangi badan Sooyeon agar tidak jatuh

“untunglah… k-kau.. s-se-lamat.. S-sehun-nie… Jangan.. p-pernah.. ber-fi-kir.. u-untuk.. ma-ti.. l-lagi..” ucap Sooyeon sambil tersenyum sebelum akhirnya dia menutup mata untuk selamanya.

#back to now

“noona.. aku sangat menyesal akan hari itu.. andai saja aku tidak menekan pelatuk pistol itu.. pasti kau masih ada disini kan…” ujar Sehun sambil menaruh bunga mawar itu di sebelah nisan yang bertuliskan ‘JUNG SOOYEON’

“aku belum sempat mengucapkan ini noona..”

“noona.. jeongmal saranghaja..”

Noona! Saranghae!” ucapnya sambil menangis didepan patung nisan itu

———————————————,,~~~,,————————————

♡SuSica (Sad Story)

BRUK

“ah.. Mianhe aku tidak melihat jalan” ucap seorang namja sambil membantu yeoja yang ditabraknya dan memunguti barang-barang yang terjatuh.

Bukannya membalas perkataan namja itu, yeoja itu hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengambil beberapa barangnya yang jatuh.

“Kau kelas berapa? Mianhe, aku anak baru disini jadi tidak tau semua orang yang ada disini.

“…” yeoja itu hanya menunjuk sebuah papan yang berada diatas pintu yang sedang terbuka

“3-1? Berarti kau sunbae-ku. Kim Suho imnida. Aku kelas 2-2. Senang berkenalan denganmu sunbae, nama sunbae siapa?” Tanya suho sambil memperkenalkan dirinya.

“…”

“eh? ah! Sooyeon sunbae. Bagaimana kalau aku memanggilmu noona?” ujar Suho sambil mengembalikan buku yang Sooyeon berikan kepadanya.

Sooyeon hanya mengangguk senang dan berjalan meninggalkan Suho yang masih berdiri menatap Sooyeon dengan tatapan yang susah diartikan.

Yeppeo..”

***

Semenjak kejadian itu Suho dan Sooyeon menjadi dekat dan sering terlihat bersama.

“Sooyeon noona!” Teriak Suho sambil berjalan mendekati Sooyeon yang membawa beberapa kardus yang kelihatannya sangat berat.

“sini biar aku bantu. Mau dibawa kemana?” Suho langsung mengambil beberapa kardus dari tangan Sooyeon sehingga yeoja itu tersenyum melihatnya.

Sooyeon tetap tidak menjawab dan hanya menarik tangan Suho untuk mengikutinya.

Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal dihati Suho, kenapa Sooyeon tidak pernah berbicara dengannya dan hanya tersenyum atau sekedar tertawa kecil. Mungkin Sooyeon bisu atau mungkin dia tidak mau berbicara, atau tenggorokannya sedang sakit sehingga dia tidak mau berbicara. Tapi semua itu di tepis oleh perasaan suka Suho kepada Sooyeon. Dia tidak perduli apakah Sooyeon itu bisu atau memang tidak mau berbicara dengannya. Yang terpenting dia bisa dekat dengan Sooyeon.

Sooyeon mengambil sebuah kertas dan menulis beberapa kata lalu memberikannya kepada Suho.

‘Suho-sshi, maukah kau membantuku untuk menjadi model gambarku? aku tidak tau harus menggambar siapa lagi’

Suho melihat Sooyeon yang sedang tertawa kecil saat melihat wajah bingung Suho.

“t-tapi.. Aku tidak bagus loh noona kalau dijadikan model gambar. Apa tidak apa-apa?” tanya Suho berhati-hati agar tidak melukai perasaan Sooyeon.

Sooyeon hanya menggeleng dan tersenyum sambil menarik pelan tangan Suho menuju Kelas menggambar. Sesampainya disana, Sooyeon langsung menuntun Suho di tempat yang viewnya bagus dan langsung duduk di tempat kanvas dan catnya berada.

“noona.. Kenapa kau tidak pernah mau berbicara denganku ? Apa kau tidak suka berbicara denganku?” tanya Suho disela-sela Sooyeon sedang menggambarnya. Sedangkan yang diajak berbicara hanya melihatnya sekilas sambil tertawa meninggalkan pertanyaan di hati Suho.

***

“lihat! Gambarnya Sooyeon yang dipasang lagi..” ucap seorang yeoja kepada temannya

“aah.. aku iri dengannya, walaupun dia itu bisu tapi dia sangat jago sekali dalam menggambar”

Suho yang kebetulan lewat untuk melihat gambar Sooyeon tidak sengaja mendengar percakapan dari kedua yeoja itu.

“Dia juga cantik, dan pelajarannya bagus.. Sayang dia bisu kalau tidak mungkin dia sudah sempurna.” timpal yeoja itu sambil terus melihat-lihat hasil gambaran pameran yang sebagian besar adalah hasil Jessica.

“jadi.. Sooyeon noona itu bisu? Pantas saja dia tidak pernah berbicara padaku.” gumam Suho sambil berjalan menjauh untuk mencari Sooyeon.

Tapi sudah satu sekolah dikelilingi olehnya dia tidak juga menemukan Sooyeon. Bahkan sudah lebih sebulan Sooyeon tidak masuk sekolah. Pertemuan terakhirnya dengan Sooyeon adalah saat-saat dimana Sooyeon memintanya menjadi model untuk menggambarnya.

3 tahun kemudian

Namja itu, Suho. Kembali lagi kesekolah setelah dia sudah lulus dan masuk kedalam ruangan pameran yang sudha kotor dan berdebu itu. Semenjak kepergian Sooyeon ruang pameran itu tidak pernah dipakai lagi karena tidak ada yang bisa menggambar sebagus Sooyeon.

Suho berjalan mengelilingi satu persatu kanvas bergambar yang mulai lusuh dan rusak itu. Tatapannya berhenti ketika melihat sebuah kanvas bergambarkan seseorang yang dia kenal. Dirinya, itu adalah gambar terakhir serta kenang-kenangan yang Sooyeon tinggalkan untuknya. Suho perlahan mengambil kanvas itu dari tempat pajangannya dan membersihkan debu-debu disekitar gambar itu. Dia mulai membalikkan gambar itu dan matanya tertuju pada deretan tulisan yang dia yakin untuk dirinya.

‘Suho ya.. mianhe aku harus kembali ke San Fransisco sehingga aku tidak bisa menemuimu lagi. keke ini kenangan terakhir dariku.. aku harap kita bisa bertemu lagi.. Sooyeon

“noona, aku belum sempat mengucapkan ini kan.. Kau pergi bahkan tanpa mengucapkan salam perpisahan padaku” gumam Suho sambil menatap sendu gambar ditangannya itu.

Noona! Saranghae!” ucap Suho sambil jatuh terduduk memeluk gambar dirinya, kenangan terakhir dari Sooyeon untuknya.

———————————————,,~~~,,————————————

♡LuSica (Sad Story)

Minggu adalah hari kebebasan menurut semua orang kan? Begitu juga dengan Luhan, namja yang sangat menyukai kebebasan itu menikmati hari minggu dengan bahagia. Dia memutuskan pergi ke taman untuk menghabiskan waktunya. Karena dia pergi pagi-pagi sekali, tentu saja di taman itu masih belum ada orang bahkan bisa dibilang hanya ada dia sendiri.

Tapi saat di taman Luhan melihat seseorang tergeletak di bangku taman dengan keadaan tak bergerak. Karena penasaran, perlahan Luhan mendekati orang tersebut yang ternyata adalah seorang yeoja. Sebenarnya menurut Luhan yeoja ini cantik dengan pakaian joggingnya, tapi untuk apa dia tidur disini?

“Ya! Ireona… Ireona..” ucapnya sambil menggoyang-goyangkan pelan badan yeoja itu. Melihat ada pergerakan kecil dari yeoja itu, Luhan pun bersyukur karena berarti yeoja itu tidak meninggal. Bisa susah urusannya jika yeoja ini beneran meninggal disini.

“em.. Apa yang kau lakukan?” tanya yeoja itu saat terbangun dan membenarkan posisinya menjadi duduk kembali.

mwoya.. Aku hanya membangunkanmu. Lagipula kenapa kau tertidur disini?” ujar Luhan sambil duduk disamping yeoja itu.

“aah.. Aku ingat, tadi aku mau berlari pagi tapi sepertinya aku masih mengantuk jadi aku tertidur disini.” jawab yeoja itu sambil tersenyum kecil.

Luhan sedari tadi memperhatikan yeoja itu semenjak dia bangun, dia terus memegangi sisi kiri perutnya, tapi dia tidak berani bertanya apapun.

“ini taman, bukan hotel atau apapun kan. Kalau mau tidur lebih baik dirumah saja” ucap Luhan ketus sambil memperlihatkan tatapan dinginnya itu.

“taman itu tempat umum kan? Siapa saja boleh kesini dong. Lagipula tadi aku benar-benar mengantuk. Hehe” bukannya takut yeoja itu malah terkekeh melihat tatapan Luhan.

gurae! Ah, namamu siapa?” tanya Luhan sambil mengalihkan pembicaraan.

“Sooyeon imnida.. Kau?” ucap Sooyeon sambil menjulurkan tangannya.

“Luhan. Xi Luhan” jawab Luhan sambil menyambut tangan Sooyeon dan disambut tawa kecil dari Sooyeon.

Semenjak kejadian itu Luhan dan Sooyeon menjadi dekat satu sama lain. Tidak hanya kampus merekayang sama bahkan rumah mereka pun berdekatan, hanya berbeda 4 rumah. Kawasan rumah mereka memang kawasan rumah elite, bedanya rumah Luhan adalah rumah kos sedangkan Sooyeon tinggal bersama adik perempuannya.

Sooyeon sering sekali pingsan atau bahkan tidak sadarkan diri secara tiba-tiba, hal itu tentu saja membuat Luhan khawatir. Tapi Sooyeon selalu menjawab dengan jawaban konyolnya, entah itu dia tertidur atau hanya berpura-pura pingsan. Luhan tau pasti ada sesuatu yang disembunyikan dari Sooyeon, tapi Sooyeon selalu mengalihkan pembicaraan.

“Luhan-ah temani aku untuk berjalan-jalan yah… Aku bosan dirumah” jawab Sooyeon sambil menarik tangan Luhan keluar dari rumahnya.

“eh?! Tapi aku kita baru sampai di kampus noona?!” ucap Luhan sambil berusaha menahan tarikan Sooyeon.

Gwencana..!” kini tarikan Sooyeon lebih kencang sehingga Luhan tidak bisa berbuat apa-apa.

***

“noona.. Kalau kau sakit kau harus bilang. Tidak perlu kau tutupi noona.” ucap Luhan saat mereka sampai di tempat yang Sooyeon pilih, laut.

“hm..” Sooyeon hanya menggumam dan langsung duduk di pasir dekat dengan air laut.

“noona aku serius. Kau tidak bisa memaksakan diri..” Luhan langsung duduk menemani Sooyeon dengan mimik muka sebal.

“hm…” Kali ini gumaman Sooyeon lebih panjang dan lebih keras.

“aiish jjinja. Noona! Aku serius! Kau tidak boleh keras kepala noona. Kalau kau sakit kau harus bilang agar aku tau! Lagipula kau tidak bisa memaksakan diri!” ucap Luhan dengan nada yang lumayan keras, bertanda kalau dia marah.

arra! Shikkeuro.. Bisakah aku meminjam bahumu sebentar?” Sooyeon menidurkan kepalanya di bahu Luhan pelan. Luhan tak bisa berkata-kata lagi karena mungkin sekarang mukanya sedang merah. Luhan menyukai Sooyeon bahkan bisa dibilang mencintai Sooyeon sejak pertemuan pertama mereka.

“kau tau? Selama ini aku ingin sekali pergi ke pantai. Tapi karena tidak ada yang menemani aku tidak bisa kesini. Soojung alergi dengan laut. Jadi gomapta Luhan-ah. Hehe” setelah berbicara itu tidak ada lagi perbincangan diantara mereka. Sooyeon yang diam terus selesai berbicara itu dan Luhan yang sibuk mengatur detak jantungnya agar tidak terdengar oleh Sooyeon.

1 jam tanpa bahan bicara tentu aneh untuk Luhan, karena Sooyeon sangat bawel dan akan membicarakan apapun asalkan mereka berdua tidak diam.

“noona, ini sudah mulai malam, bagaimana kalau kita pulang? Bahuku sudah pegal karena kepalaku” ucap Luhan sambil berusaha membangunkan Sooyeon yang sepertinya ketiduran.

“noona? Sooyeon noona.. ireona?” Luhan mulai khawatir karena tidak ada jawaban dari Sooyeon, dia perlahan menaruk jarinya didekat hidung Sooyeon.

“Sooyeon noona!?” Luhan langsung mengendong tubuh Sooyeon setelah menyadari Sooyeon saat itu tidak bernafas dan langsung membawa Sooyeon kerumah sakit.

**

“EH?! Sooyeon noona pernah kehilangan ginjalnya satu?!” teriak Luhan saat sampai dirumah sakit.

“ne. Kau tidak tau? Aku adalah dokter yang menangani Sooyeon. Anak itu sangat bandel. Harusnya dia beristirahat sekarang bukannya malah pergi-pergi. Dia dan keluarganya pernah kecelakan hanya dia dan adiknya yang selamat. Karena kecelakaan itu dia harus kehilangan satu ginjalnya. Sekarang keadaanya bukannya membaik malah memburuk. ah, permisi aku harus pergi memeriksa pasien yang lain” ucap dokter itu sambil meninggalkan Luhan yang memandang Sooyeon dari depan pintu dengan sendu.

“noona, kenapa kau tidak pernah bercerita padaku tentang kecelakaan itu?” tanya Luhan saat Sooyeon sudah sadar.

“Kau sudah tau? Iish, pasti dokter itu yang menceritakannya padamu.” jawab Sooyeon sambil berusaha berdiri tapi karena keadaanya lemah, itu adalah hal yang susah.

“Kau mau apa noona?” Luhan yang sadar akan gerak-gerik Sooyeon langsung mendekatinya.

“pulang. Aku bosan disini..”

mworagu?! Pulang?!” mata Luhan membulat sempurna saat mendengar perkataan Sooyeon yang kelewat gila. Sooyeon hanya mengangguk mantap dan terus berusaha bangun.

MICHEOSSEO?! Kau itu sakit! Bahkan keadaanmu saat ini parah. Bisa-bisanya kau bilang mau pulang.” teriak Luhan didepan Sooyeon.

“tapi aku bosan disini.. Tidak ada yang bisa aku lakukan Luhan-ah.. Jebal..” ucap Sooyeon sambil memelas.

andwae. Noona disini saja kau harus istirahat! Aku akan menjagamu sampai kau sembuh.” ucap Luhan sambil duduk di samping Sooyeon.

“aish.. Gurae! tapi kau tidak boleh kemanapun, arra?!” ucap Sooyeon pasrah. Luhan hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya.

“lebih baik kau tidur dan beristirahat noona.. Lebih banyak kau beristirahat lebih cepat kau sembuh kan?” ucap Luhan sambil membenarkan posis bantal Sooyeon.

gurae.. tapi kau jangan pergi yah.. Aku takut berada disini sendiri” ucap Sooyeon sambil mengenggam erat tangan Luhan.

“ne.. sekarang kau tidur noona” Luhan mengelus pelan rambut Sooyeon agar yeoja itu bisa tidur.

Noona! Saranghae!” ucap Luhan secara tiba-tiba.

“apa? Aku tidak mendengarmu.. Bisa kau ucapkan lagi?” ucap Sooyeon sambil tersenyum jahil.

“tidak ada pengulangan noona.. salahmu tidak mendengarkan” jawab Luhan tak kalah jahil.

gurae.. n..a..d..o..” ucap Sooyeon setengah berbisik sehingga sulit didengar oleh Luhan.

“eh?? Mworagu noona?” Luhan langsung membulatkan matanya tak percaya sambil tersenyum senang.

“tidak ada pengulangan Luhan.. salahmu tidak mendengarkan” ucap Sooyeon sambil meniru nada bicara Luhan tadi dan tersenyum jahil.

“aah.. Ayolah noona..” rengek Luhan tapi sia-sia saja, Sooyeon malah berpura-pura tidur. Luhan hanya tersenyum melihat Sooyeon.

Tapi siapa yang sangka kalau hari paling bahagia bagi mereka sekaligus menjadi hari paling buruk bagi Luhan? yah, setelah Sooyeon tertidur pulas dia tidak pernah membuka matanya lagi, selama-lamanya. Keadaannya yang semakin kritis membuatnya tak bisa bertahan lama lagi. Lalu bagaimana dengan Luhan? Dia menjadi penunggu setia di makam Sooyeon. Orang-orang yang melihatnya hanya bisa menatapnya dengan iba.

—————————————————————————————————————————————–

Selesai!! kekeke~ aah.. akhirnya ini cerita selesai juga! gimana readers?? aah.. sebelumnya aku mau minta maaf kalo readers ngerasa aku lebih banyakin cerita yang Sad Story daripada Romance Story.. Especially LuSica couple, soalnya aku ngeship banget ama mereka.. hehehe… Trus kalo Sad Story sama Romance Story kalo ada yang ngerasa panjangan Sad itu soalnya aku gatau kalo Romance mau dipanjanginnya gimana….. Comment after reading yah! Jangan jadi siders..^^

mungkin abis ini aku mau selesain cerita “Forgotten Love”dulu baru ada cerita baru lagi.. semoga aja skill aku udah upgrade jadi bahasanya ga aneh ^^

8 thoughts on “{Jessica Drabble Story} Noona! Saranghae~♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s