Forgotten Love (part 2)

pizap.com13758858257542

——————————————————————————————————-

Title: Forgotten Love (part 2)
Author: Jung Wyn Ah
Cast:

•Jessica Jung

•Byun Baekhyun

•Xi Lu Han

Other cast:

•Kim Kai

•Im Yoona

Support cast:

Find in the story ^^

Genre: romance, sad, school life, triangle love
——————————————————————————————————-

“Eottokhe? Lalu bagaimana caranya aku bisa membantu Sica unnie mencari Baekhyun oppa. Aarrgh!” Teriakku frustasi sambil jatuh terduduk di depan kamar Sica unnie
—@@@—
Author pov’s
“Em.. Unnie? Kau sudah sadar?” ucap Yoona sambil masuk kedalam kamar rawat Jessica setelah menenangkan dirinya.Jessica yang melihat kedatangan Yoona hanya terseyum ramah sambil menaikkan satu alisnya dengan bingung.”Kau… Mengenalku?” Jessica bertanya sambil tersenyum hangat menyambut kedatangan Yoona yang berjalan kearahnya.

“Ne unnie. Kita sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP. Bahkan kita tinggal satu apartemen.” Ucap Yoona sambil membalas senyum jessica.

“Ah jeongmal? Baguslah kalau begitu. Aku sempat bingung karena dari tadi para suster dan dokter itu memanggilku dengan sebutan ‘Jessica’. Apa namaku Jessica?”

“Ne.. Nama unnie Jessica dan namaku Yoona. Im Yoon Ah.” ucap Yoona sambil mengenalkan dirinya. Perkenalan yang aneh, karena mereka sudah kenal dari dulu bahkan tinggal satu apartemen tapi malah sekarang mereka berkenalan lagi. Karena kecelakaan itu pastinya.

“eng.. Unnie.. Apa kau tidak ingat apa-apa?” Tanya Yoona hati-hati takut kalau dia salah bicara dan Jessica menjadi koma lagi.

“Aniyo.. Ah Yoona-ah! Kau harus membantuku mengingat semuanya lagi. Rasanya seperti ada sesuatu yang jangal tapi aku tidak ingat.” Ucap Jessica sambil mempoutkan kecil bibirnya itu.

“Aku pasti akan membantumu unnie. Kau tenang saja. Itu kan gunanya sahabat?” Ucap Yoona sambil tersenyum miris.

‘Tapi tidak semuanya unnie.. hanya ingatan yang tidak berat bahkan tidak boleh membuatmu colaps. Seperti kepergian baekhyun oppa’ gumam Yoona dalam hati.”Gomawo! Yoona, apa sahabatku hanya kau saja?” Tanya Jessica membuyarkan lamunan yoona.”Eh? Ah.. A-aniyo.. Ada Tiffany unnie, Taeyeon unnie, Seohyun, Sooyoung unnie, dan Yuri unnie. Yang lainnya hanya teman dekat saja.” Ucap Yoona sambil mencoba menginggat.”Lalu mereka kemana?”Tanya Jessica sambil mencoba mengambil sesuatu di lemari.”Mereka lagi kuliah unnie, mungkin selesai kuliah mereka akan datang lagi.”

“Lalu kalau 2 namja ini siapa?” Jessica langsung menunjuk 2 lembar foto namja yang tersimpan rapih di dompetnya. Yang satu saat berfoto bertiga dengan Yoona dan satunya lagi berfoto berdua saja dengannya.

“Eoh? A-a-ah! I-itu Luhan oppa! I-iya Luhan oppa.” Ucap Yoona sambil terbata-bata.

‘Damn it! Kenapa aku bisa lupa dengan dompet Sica unnie’ umpatnya dalam hati.”Dua-duanya Luhan? Kok agak berbeda yah? Yang satu ini mukanya sepertinya aku kenal, mungkin aku dekat dengannya. tapi siapa yah…. Aku lupa…” Ucap Jessica mencoba mengingat tapi alhasil dia memegangi kepalanya yang sakit.”Unnie, itu Luhan oppa sebelum dia… Tentu saja kau mengenal dan dekat dengannya.  Itukan Luhan oppa sebelum dia diet! Iya sebelum dia diet. Sudah yah jangan unnie pikirkan.” Ucap Yoona sambil mengambil langsung foto ditangan jessica.”Tapi mereka tidak ada perbedaan bentuk badannya. Hanya mukanya saja.” Elak Jessica sambil mencoba mengambil kembali foto itu.”Sudahlah unnie tidak usah kau fikirkan.. I-itu Luhan oppa kok. Beneran deh.” Yoona langsung memasukkan foto itu kedalam kantong bajunya.

“Kau.. Tidak berusaha menutupi sesuatu dariku kan?” Ucap Jessica sambil menatap tajam yoona.

“A-aniyo! Tentu saja tidak. aku tidak menyembunyikan sesuatu kok dari unnie.” Ucap Yoona sambil tersenyum kecil.

“He He He.. Aku percaya kok. Kita sudah berteman dari kecil, iya kan?” Jessica langsung tersenyum melihat tingkah Yoona.

“n-ne..” Dalam hati Yoona sibuk mengutuki dirinya karena membohongi jessica.
‘Tapi itu juga demi kebaikan Jessica unnie kan? Bisa gawat kalau dia mengingat tentang Baekhyun oppa. Bisa-bisa dia colaps lagi..’

Yoona pov’s

“n-ne..” Dalam hati aku sibuk mengutuki diriku karena membohongi Jessica unnie.

‘Tapi itu juga demi kebaikan Jessica unnie kan? Bisa gawat kalau dia mengingat tentang Baekhyun oppa. Bisa-bisa dia colaps lagi..’ Gumamku sambil berusaha menenangkan diriku.

“Unnie.. Lebih baik kau beristirahat. Kau kan baru pulih jadi jangan terlalu banyak aktivitas.” Ucapku sambil menidurkan Jessica unnie.

“Arra. Tapi, apa kau sudah makan? Aku rasa kau juga tidak pulang kerumah. Iya kan? Lihatlah kelopak matamu.. Seperti mata panda dan dari tadi perutmu berbunyi terus tau…”

“He He He.. Aku lupa makan karena harus merawat unnie..” ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang gatal.

“Mwoya! Cepat sana makan! Kau mau sakit? Sudah sana pergi ke kantin.. Hush hush” Sica unnie langsung mendorongku menjauh darinya.

“T-tapi?? Nanti unnie bagaimana?” Tanyaku berusaha menahan diri dari dorongannya.

“Haish.. Aku sudah bukan anak kecil Yoona-ah. Lagipula aku sudah sadar kan. Sudah sana pergi kekantin untuk makan. Kalau kau tidak makan jangan masuk ke kamar ini lagi! Arra?!” Ancam Sica unnie sambil menolehkan kepalanya dariku.

Sebenarnya aku senang karena sifat jessica unnie tidak berubah sedikitpun. Kalau dia sudah perhatian dengan orang pasti dia akan melakukan apapun asalkan demi kebaikan diri orang itu. Jessica unnie juga orangnya baik dan easy-going. Pantas saja dia disukai oleh Luhan dan Baekhyun oppa.

Other place
Baekhyun pov’s

“Ya! Byun Baekhyun. Sebenarnya ada masalah apa?! Kau menyuruhku menjemputmu di bandara tengah malam begini. Apa kau gila? Kau tau suaramu itu seperti orang putus asa? Lalu kenapa kau datang ke cina?”

Baru aku sampai di cina dia sudah menodongku dengan sejuta pertanyaan. Dan itu mengingatkanku pada Jessica. Jessica juga pasti akan begitu kalau sudah penasaran. Berbagai macam pertanyaan akan dia tanya kalau sudah penasaran.

“Ya!! Aku berbicara padamu! Jangan mengacuhkan aku!” Teriaknya dikupingku.

“Kim Jongin!! Sebenarnya apa masalahmu?!” Ucapku sambil menatapnya sinis.

“Kau. Kau adalah masalahku. Sudah menelfonku tengah malam sekarang malah mengacuhkan aku.” Ucapnya sambil masuk kedalam mobil.

“Mian. Aku hanya sedang tidak mood untuk berbicara.” Ucapku singkat sambil terus memperhatikan handphoneku.

“Kau ada masalah? Ah matta! Sica noona eodisseo? Kenapa kau tidak bersamanya? Tumben sekali” ucapnya sambil mencoba mencari jessica.

“Dia tak ada! Sudah cepat nyalakan mobilnya dan pulang secepatnya. aku sangat lelah kau tau?” Ucapku sambil menariknya masuk kemobil sebelum dia mencari Jessica.

“Iish! Arra! Tapi saat dirumah kau harus ceritakan semua padaku. Oke?” Aku hanya mengiyakan sambil terus menatap ponselku.

Yah, berharap saja Jessica menelfonku dan bertanya aku dimana. Tapi sepertinya itu tidak mungkin kan, gara-gara aku dia sampai kecelakaan, lebih parahnya lagi dia harus hilang ingatan. Semua kenangan kami selama ini terkubur karena amnesianya. Kutatap layar ponselku, -fotoku bersama Jessica. Kencan pertama kami, kalau tidak salah foto ini dia simpan di dompetnya dia kan?

“Cih, pasti sudah dibuang oleh Luhan” ucapku tak sadar.

“Apa yang dibuang? Siapa itu Luhan?” Tanya Jongin sambil melihatku sekilas.

“Eoh? Ani. Bukan siapa-siapa.” Jawabku sambil menatap kearah jendela.

“Kau sangat aneh.. Lihat saja kau harus bercerita!”

Terserahlah, meladeninya pun tak ada habisnya untukku. Jongin itu paling susah untuk dilawan. Pasti akan terus mendesak orang untuk bercerita.

Jessica pov’s

Huft.. Aku merasa ada yang aneh dengan sikap Yoona. Saat aku tanya foto siapa yang ada di dompetku dia bilang itu Luhan. Tapi mana mungkin! Anak kecil juga tau kalau mukanya berbeda, yang satu baby face yang satu imut. Sepertinya ada yang ditutupi oleh Yoona, tapi aku tak tau itu apa.

Lagipula aku merasa ada yang special dari orang ini. Untuk apa aku simpan didompet kalau tidak spesial kan? Apa aku bertanya saja pada Luhan? Tapi Luhan saja aku tidak tau yang mana! Aaish! Kenapa harus lupa ingatan segala sih!

Krek..

Otomatis aku melihat kearah pintu saat mendengar suara pintu terbuka.

Seorang namja, wajahnya seperti siapa yah.

Ah! Itu Luhan kan?”Lu..Han?” Ucapku dengan ragu-ragu takut salah orang.”Ne! Wah! Kau mengingatku Sica-ah?” ucapnya riang sambil berjalan mendekatiku.”Ani.. Hanya tadi aku diberitau oleh Yoona.” jawabku sambil tersenyum kecil.”Em.. Luhan-sshi? Apa kau pernah diet? Atau kehilangan berat badan?” Tanyaku saat dia mulai duduk di bangku tamu.

“Eh? Diet? Untuk apa aku diet? Berat badanku sudah sempurna.” jawabnya sambil membanggakan diri.

Lihat! Apa yang aku bilang! Pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Yoona.

“Aah.. Apa namja yang dekat denganku hanya kau?” Tanyaku lagi.

“em.. Ada aku dan Bae- ani. Aku! Iya hanya aku.” ucapnya sambil tersenyum.

“Nugu? Bae? Bae nuguya?” sebenarnya aku penasaran siapa itu ‘Bae’? Apa jangan-jangan dia itu yang ada di foto dompetku?

“Ani.. Bukan siapa-siapa. Maksudku t-tadi itu Bae.. Em.. Bae! Yah Bae itu artinya aku. I-iya aku.” ucapnya sambil gelagapan sendiri.

“Aneh.. Ah, aku ingin bertanya tentang seseorang tapi fotonya berada di Yoona. Aish..”

“Kau jangan menanyakan sesuatu yang aneh dulu Sica-ah.. Cukup beristirahat agar kau cepat sembuh ne?” ucapnya sambil memegangi puncak kepalaku. Setelah dia memegangi puncak kepalaku rasanya pipiku mulai memerah. Apa aku menyukainya? Aish Jessica come on! Kau baru bertemu dengannya sekarang kan. Oh my god.

Cklek.

“Sica!/unnie!” Teriak seseorang bersamaan sambil masuk dengan riang kedalam ruanganku.

5 orang yeoja yang mukanya asing masuk kedalam ruanganku. Ditambah Yoona yang muncul dibelakangnya.

“Em.. Yoona-ah, mereka siapa?” ucapku sambil menatap ke 5 orang yeoja itu.

“Aigo Sica-ah.. Aku lupa kalau kau lupa ingatan. Aku Sooyoung.” Yeoja bertubuh tinggi itu mulai memperkenalkan dirinya.

“Dan ini Yuri, lalu Taeyeon, Seohyun, dan terakhir Tiffany.” Aku menatap mereka satu persatu.

“Ah! Kalian itu sahabatku selain Yoona kan?” Ucapku riang sambil mengingat yang Yoona tadi bilang.

“Ne!” Ucap mereka bersamaan.

Ah! Luhan? Saat aku melihat ke arah Luhan sepertinya dia sedang menatap Yoona. Yoona memberinya tatapan tajam yang aku tidak tau mengapa.
Bukankah aku Yoona dan Luhan bersahabat? Buktinya foto mereka ada di dompetku kan?
Ah! Fotonya!”Yoona! Boleh kan aku minta foto yang tadi.. Oh ayolah itukan foto ku.. Boleh yah..” Ucapku memelas sambil meminta 2 foto yang tadi diambil oleh Yoona.”Eh? A-ah.. Foto itu.. Iya unnie ini.” Jawabnya sambil memberikan aku 2 foto. Tapi foto yang satunya lagi langsung kutaruh di dompet.
Foto yang sekarang aku pegang itu adalah foto bersama seorang namja yang kata Yoona sih itu Luhan waktu diet.”Igeo! Apa kalian tau siapa namja ini?” Tanyaku sambil memperlihatkan foto itu kearah Tiffany.”Itu Baekhyun! Aauwh!!” Tiffany langsung memegangi kakinya dan menatap tajam Sooyoung. Apa yang terjadi pada mereka berdua?

“Siapa? Bae-khyun? Ah! Luhan-sshi! Tadi kau bilang ‘Bae’ kan? Apa itu Baekhyun?” ujarku sambil melihat ke arah Luhan yang sedang gelagapan sendiri.

“Itu nama Luhan oppa sebelum berganti kewarganegaraan unnie!” Ucap Seohyun mencoba meyakinkanku, tapi aku masih tak percaya.

“Mwoya. Alasannya tak masuk akal kalian tau?” Ucapku sambil menatap mereka dengan tajam.

“Aish Sica-ah.. Percayalah kami tidak bohong kok. Itu memang nama Luhan sebelum berganti kewarganegaraan iyakan Fany?” Taeyeon yang dari tadi diam langsung angkat bicara berusaha meyakinkanku.

“N-ne! He He mianhe Sica-ah itu Luhan.” Ucapnya sambil menatapku.

“Terserah kalian lah. Toh nanti aku juga tau sendiri kan? Orang tadi Luhan bilang dia tidak pernah diet.” Ucapku sambil melanjutkan permainan di laptopku mengacuhkan mereka ber-7 dengan suasana yang awkward.

Seminggu sudah berlalu, sekarang aku sudah boleh pulang. Semenjak kejadian itu aku menjadi dekat sekali dengan Luhan.

Dia selalu datang ke apartemenku untuk menjagaku bahkan sampai tertidur di sofa, makanpun harus kusuruh makan baru dia ingat makan. Kalau terus begini aku bisa saja kan menjadi suka dengannya? Aah eotokkhe..

Other side
Baekhyun pov’s

Sudah seminggu aku di cina. Menghilang dari hadapan Jessica, seperti yang Luhan bilang.
Tentu saja aku terus berusaha mencari informasi tentang Jessica. Melalui Tiffany aku tau tentang keadaan Jessica, yah walaupun awalnya aku harus di caci maki dulu oleh Tiffany. Tapi setelah mengerti keadaanku dia mau membantuku.

“Fany noona.. B-bagaimana keadaan Jessica?” Tanyaku melalui telfon dengannya.

“Dia sudah membaik, bahkan sudah boleh pulang dari rumah sakit. Kau tetap tidak mau kembali ke korea?”

“Andwaeyo noona. Kalaupun aku mau tapi aku tetap tidak bisa. Aku hanya menjadi beban buat Jessica..” ucapku sedih sambil mengingat peristiwa kecelakaan itu.

“Ya! Kau itu kebahagian untuk Jessica! Ingatkan saat kau mengungkapkan perasaanmu? Tidak terlewat semenitpun dia tersenyum bahagia!” Tiffany noona berusaha menyemangatiku walaupun itu tak berhasil sedikitpun.

“Percuma noona.. Itu hanya kebahagiaan kecil buatnya.”

“Cih.. Kau rela jika Jessica bersama Luhan? Semenjak kau pergi Luhan terus mendekati Jessica. Bahkan tak hilang dari sisinya. Bagaimana kalau Jessica jadi menyukainya?”

“Eh..? M-mungkin.. I-itu yang terbaik. Y-yah! Yang t-terbaik untuknya k-kan?” Ucapku terbata-bata sambil menahan rasa sakit. Jessica terus bersama Luhan, sedangkan aku namjachingunya tak berguna baginya.

“Aish! Berbicara denganmu sama saja berbicara dengan tembok. Cepat kembali! Kesalahan terbesarmu adalah meninggalkan Jessie disaat-saat seperti ini!”

“Andwae noona-yah. Eh?” Belum sempat aku menjawabnya ternyata sambungan telefonku sudah terputus. Pasti Tiffany noona kesal denganku karena aku tetap menolak untuk pulang.

Jessica pov’s

Baru aku keluar kamar, aku melihat seseorang tertidur di sofa luar.
Lagi?

“Oh my.. Xi Luhan kau benar-benar gila. Kau bisa sakit kalau tertidur di luar seperti ini” ucapku sambil berusaha membangunkannya.

“Eh? Ah Sica-ah.. Kau sudah sadar?” ujarnya sambil membenarkan posisinya agar dia bisa duduk.

“Kau pasti belum makan kan? Ish.. Kau ini! Aku itu bukan anak kecil. Lagipula aku hanya amnesia bukan cacat mental iyakan?” Ucapku setengah berteriak sambil berjalan ke arah dapur.

“Tapi kau merasa senang kan aku perhatikan? Mengakulah Sica..” Aku menengok kearahnya, dia hanya memberiku smirk kecil. Namja ini benar-benar membuatku gila.

“Ani. Malah aku benci amnesia, aku masih penasaran dengan seseorang bernama Baekhyun yang kau, Yoona, serta ke 5 sahabatku itu sembunyikan.” Ucapku memberi tatapan tajam kearahnya dan lanjut berjalan ke arah dapur mencari makanan untuknya.

“Baekhyun lagi. Apa kau tidak bosan membicarakannya terus eoh? Aku saja yang mendengarnya bosan.”

“Tentu saja tidak. Sampai kalian memberitahukan padaku yang sebenarnya baru aku akan berhenti membicarakannya.” Jawabku kembali ke arahnya sambil membawa kimbap buatan Yoona.

“Aku yakin kalau aku memberitaumu kau akan terus bertanya dia berada dimana sekarang.”

“Oh! Ayolah.. Aku hanya ingin tau siapa itu Baekhyun! Dan kenapa aku merasa dia itu seseorang yang spesial. Apa susahnya sih memberitauku?!” ucapku sambil setengah berteriak kepadanya. Luhan hanya menatapku sedih sambil mencoba menenangkanku.

“Siapapun dia.. Yang pasti dia bukan orang yang berarti untukmu Jessica. Dia lagipula sudah tidak berada di korea lagi. Dia sudah pergi jauh. Puas kan? Aku sudah memberitaukanmu sekarang bisakah kau duduk dan menenangkan dirimu?”

“aku belum puas. Kenapa dia meninggalkan korea? Hubungannya denganku apa?” Tanyaku sambil menatap tajam wajah Luhan.

“See? Itu sebabnya aku malas memberitahukanmu. Pasti kau akan bertanya terus.” Jawabnya sambil memakan kimbap-kimbap itu.

“Gurae. Aku tidak akan bertanya lagi. Cih dasar payah.” Sindirku sambil menyalakan tv untuk menghilangkan suasana awkward.

“Siapa yah payah?” Tanyanya sambil menghentikan acara makannya itu.

“Kau lah. Siapa lagi, diruangan ini hanya ada kau dan aku kan? Yoona sedang tidur dikamarnya.” Ucapku datar sambil terus memperhatikan tv.

“Mungkin kau benar. Aku itu memang payah.”

“Lihat kan? Kau sendiri mengakuinya.” Sebenarnya aku juga tak mengerti kenapa nada bicaraku seperti ini. Aku tidak enak dengan Luhan, dia itu sudah terlalu baik untukku.

“Mungkin saking payahnya aku. Aku rela melakukan sesuatu agar bisa mendapatkanmu. Bahkan aku rela kehilangan segalanya agar aku bisa membuatmu menjadi milikku.” ucapnya sambil menatapku sendu dan mengenggam tanganku.

“E-eh? Ya! Mworaguyo! Aku tidak mau bercanda sekarang.” ujarku sambil menarik kasar tanganku dari genggamannya.

“Aku tidak bercanda. Malah aku sangat serius Sica-ah…”
————————–@@@—————————

Kekeke.. Bagaimana? Ini belom keliatan kan couplenya si Jessica itu siapa? Hihihi kalo ada yang typo maklumin aja yah, soalnya aku ngetik ini pake hape. Internet aku lagi lemot makanya aku ngetik disini.. Dan dipart ini peran Yoona emang gede banget, aku juga mengakui kok😀 tapi di part selanjutnya hanya ada Jessica Luhan sama Baekhyun kok tenang aja :))

Maaf yah kalo bahasanya rada aneh sama typo.. Minta koment sama pendapat yah! :))

10 thoughts on “Forgotten Love (part 2)

  1. penasaran couplenya baeksica aja yaaa plisss hehehehe tapi terserah author aja dehh,,, lanjutt yaa thorr..

  2. yah.. gimana yah haha, itu liat dari hasil polling juga sih ._. soalnya couplenya diambil berdasarkan pilihan readers, yg paling banyak itu yg jadi couple pairing nya.. mianhe T.T

  3. Tidaaaaaaaaaaaaak!!!!! Aku gak setuju luhan sama jessica.. Aku setujunya BaekSica~ /nangis emas/
    BaekSica aja ya eon? Ok?😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s