(oneshoot) Butterfly Necklace

black-parade-my-chemical-romance-banda-papel-de-parede-189708

Title: (Oneshoot) Butterfly Necklace
Author: Jung Wyn Ah
Cast:

•Jessica Jung

•Byun Baekhyun

Support cast:

-Park Chanyeol

-Kim Jongdae

Genre: romance. school life

Disclaimer: Cerita ini murni dari pemikiran aku loh! Ff ini terinspirasi saat aku ngeliat kalung gambar kupu-kupu, yauda deh aku jadiin ff aja hehe. bahkan sampai posternya pun juga bikinin aku juga. Castnya sih milik Tuhan sama orang tuanya :D please comment yeah!


——————————————————————————————————-

#8 years ago

“MINGGIR!! Remnya oleng!!” teriak seorang anak laki-laki yang sedang naik sepeda sambil menyuruh seorang anak perempuan untuk minggir dari jalannya.

“EEH?!!”

BRUK! KRING…

“Auwh!” ringis mereka berdua secara bersamaan, untungnya si anak lelaki bisa cepat menghindarkan sepeda itu sehingga anak perempuan itu hanya tersenggol karena di dorong oleh anak lelaki itu.

“Gwenchana?” tanya anak perempuan itu sambil berjalan menghampiri anak lelaki itu.

“Anio! Bagaimana aku bisa tidak apa-apa?! kau tidak lihat aku tertimpa sepeda?” jawab anak lelaki itu sambil berusaha mengangkat sepeda yang menimpa badannya.

“Lagipula siapa suruh mengendarai sepeda yang rem-nya oleng.” ucap anak perempuan itu tak mau kalah.

“Ne?! Mana aku tau kalau ini oleng. Lagipula ngapain kamu berdiri ditengah jalan?!”

“Siapa yang berdiri! Aku hanya sedang melihat bentuk rumah baruku!”

“Rumah itu untuk ditinggal bukan di lihat!”

“Suka-suka aku dong! Rumah-rumah aku! Makanya kalau tidak bisa main sepeda tidak usah naik sepeda!”

“Aku bisa! Kau saja yang aneh!”

akhirnya terjadilah perdebatan antara anak perempuan dan anak lelaki itu, yang satu ngotot kalau dia yang benar, yang satunya juga ngotot kalau dia yang benar.

“Sudah! Biar adil kita berdua yang salah!” ucap anak perempuan itu sambil menghentikkan perdebatan tak berguna (?) mereka itu.

“Gurae! Bukannya daritadi kau bilang begitu. Geundae, aku baru melihatmu disini? Kau baru di kompleks ini?” tanya anak lelaki itu sambil mengamati muka anak perempuan itu.

“Ne, aku baru datang dari Amerika dan akan tinggal disini beberapa waktu. Tapi baru saja datang malah sudah tertimpa sial” jawab anak perempuan.

“Mianhe.. Ngomong-ngomong namaku Baekhyun. Byun Baekhyun, kau?” ucap Baekhyun sambil tersenyum semanis-manisnya.

“Kalau kau tersenyum seperti itu, kau terlihat aneh tau, hehe namaku Jessica. Jung Jessica” jawabnya sambil memberikan smirk kecilnya kepada Baekhyun.

“Ya! Iish jangan memulai perdebatan Jessica-sshi.” ucap Baekhyun sebal sambil memperbaiki posisi sepedanya.

“Mau berkeliling kompleks bersamaku? Aku akan memperkenalkan tempat-tempat yang menarik disini.” tanya Baekhyun sambil menepuk bangku dibelakang sepedanya.

“Eeh? Sepedamu kan oleng? Nanti kalau aku jatuh bagaimana?” ucap Jessica sambil membulatkan matanya sempurna.

“Tenang saja! Asal tidak ngebut sepeda ini akan baik-baik saja kok.” jawab Baekhyun sambil meyakinkan Jessica.

“Jjinja? Gurae.. t-tapi awas yah kalau jatuh!” ucap Jessica sambil duduk dibelakang Baekhyun dengan ragu-ragu.

Semenjak kejadian itu,tak terasa sudah hampir 5 tahun mereka berteman. Baekhyun dan Jessica selalu bersama-sama. Dimana ada Jessica pasti ada Baekhyun begitu juga sebaliknya, walaupun Jessica private school dan Baekhyun yang bersekolah di gedung sekolahan tetapi mereka tetap bisa bertemu dan bermain bersama. Malah kadang Baekhyun ikut belajar bersama Jessica kalau sekolahnya sedang libur.

“Baekki-ah.. Kau harus berjanji jangan pernah melupakanku yah!” ucap Jessica saat mereka sampai disebuah danau dekat dengan kompleks perumahan mereka.

“Tentu saja! Kau adalah teman terbaikku, mana mungkin aku melupakanmu Sica..” jawab Baekhyun sambil duduk disebelah Jessica.

“Besok lusa aku Daddy dan Mommy akan kembali ke Amerika..”

“eeh? W-waeyo?” tanya Baekhyun sambil melihat Jessica dengan sedih.

“Mollayo.. Tapi aku pasti akan kembali! Sampai saat itu, tolong tunggu aku yah!” ucap Jessica mantap sambil memeluk Baekhyun.

“Ne.. Aku pasti akan terus menunggumu kembali ke Korea.”

“Ah! Igeo.. Aku berikan untukkmu.. Kau bisa kembalikan ini saat aku sudah kembali ke Korea.” Jessica melepaskan kalung berbentuk bunga yang selalu terikat di lehernya dan menaruhnya di tangan Baekhyun.

“Geurae, aku akan menyimpan ini dan saat kau kembali aku akan mengembalikannya.. Ah! Kau juga pegang gelang ini, dan kembalikan saat kamu kembali ke Korea yah!”

“Gurae..Yakso?” tanya Jessica mengambil gelang itu dan mengeluarkan jari kelingkingnya.

“Ne, yakso..” jawab Baekhyun sambil melilitkan jari kelingkinnya di jari kelingking Jessica dan mereka berdua tertawa bersama.

#Now

kliing.. klingg (anggep aja itu suara kalung yang jatuh hehe)

“Ya Baekhyun-ah, apa yang kamu lakukan dengan kalung itu? Itu sangat berisik tau! Aku sedang mau tidur” ucap Chanyeol, sahabat Baekhyun sambil setengah berteriak.

“Aku? Aku sedang memainkan kalung ini.. Sambil menunggu kapan waktu untuk mengembalikan kalung ini kepemiliknya, wae?” jawab Baekhyun yang masih terus memainkan kalung itu ditangannya.

“Kalung itu sebenarnya punya siapa sih? Setiap hari kau selalu saja membawanya, jangan-jagan itu punyamu yah? Baekhyun-ahh?! Kau mau berubah menjadi yeoja?!” tanya Chanyeol sambil membulatkan matanya tak percaya.

“Mwoya! Kan tadi sudah kubilang aku menunggu waktu untuk mengembalikan kalung ini ke pemiliknya. Jadi ini bukan punyaku, lagipula ini benda yang sangat istimewa makanya terus-terusan aku bawa.” jelas Baekhyun sambil memberikan tatapan tajamnya ke arah Chanyeol yang hanya bisa tertawa geli melihat reaksi sahabatnya itu.

“Jjinja? Kira-kira siapa yeoja yang membuatmu terus-terusan membawa kalung itu heh?” tanya Chanyeol dengan nada menggoda.

“Bukan urusanmu Yeollie.. Lagipula kalau aku beritahu kau pasti tidak kenal dengannya. Dia itu yeoja yang istimewa, berbeda dari yeoja-yeoja genit disekolahan kita.” ucap Baekhyun sambil tersenyum saat menginggat tentang pemilik dari kalung itu.

“YA!YA! Baekhyun-aah!! Chanyeol-aah!! Sekolah kita kedatangan murid baru! Dan kau tau?! Murid baru itu adalah yeoja yang sangat cantik! Jjinjaro! Dia seperti barbie hidup!!” teriak Chen sambil berlari-lari menuju ke arah Baekhyun dan Chanyeol.

“Jjinja?! Nugu?? Apakah dia sangat cantik?” tanya Chanyeol dengan semangat, sementara Baekhyun yang terlihat tidak tertarik melanjutkan memainkan kalung itu ditangannya.

“Ne! Yeppeo! Bahkan dia semakin mirip barbie dengan rambutnya yang blonde, sepertinya dia bukan orang korea asli. Mukanya tidak seperti muka orang korea! Dia sangat yeppeo!” jawab Chen bersemangat sambil menginggat-ingat lagi rupa murid baru yang jadi perbincangan hebat disekolahnya itu.

“Eh? Bukan orang korea? Siapa namanya?!” kali ini giliran Baekhyun yang bertanya dengan semangat saat mendengar Chen berkata ‘bukan orang korea asli’.

“Ireom….? Kalau tidak salah tadi orang-orang bilang namanya dia itu S-so..Soo Yeon! Iya Sooyeon.” ucap Chen sambil mencoba menginggat lagi.

“Sooyeon? Ah berarti bukan.. Orang yang kucari itu namanya bukan Sooyeon” jawab Baekhyun sambil tertunduk lemas.

“Jessica-aah.. Kapan kau akan kembali lagi ke Korea? Kau bilang kau akan kembali kan..” gumam Baekhyun sambil menatap kalung ditangannya itu dengan sedih.

“Wae? Memangnya siapa yang kau cari?” tanya Chen penasaran tapi tidak dijawab oleh Baekhyun sehingga dia melihat ke arah Chanyeol tapi Chanyeol hanya mengangoyangkan pundaknya.

KRIING…KRIING…

Kelas yang awalnya berisik sekarang mulai sunyi saat melihat Kim sonsaengnim masuk kedalam kelas itu.

“Nah semuanya, kali ini kelas kalian akan ada seorang murid baru. Dia itu bukan orang korea asli dan baru saja pindah ke korea, saya harap kalian bisa menerima dia dengan senang hati. Arraseo?” ucap Kim sonsaengnim sambil memanggil seseorang yang berada di balik pintu.

Kini kelas yang sunyi berubah menjadi berisik saat seorang yeoja mulai berjalan masuk kedalam kelas itu.

“Ya! Kalian semua diam, biarkan dia memperkenalkan dirinya dulu! Nah hak saeng, silahkan perkenalkan dirimu” ucap Kim sonsaengnim saat kelas sudah mulai sunyi.

“A-ah ne, annyeonghaseyo Jung Sooyeon imnida, tapi kalian bisa memanggilku dengan Sooyeon, bangapsumnida. Aku harap kalian bisa menerimaku dengan baik disekolah ini, dan maaf kalau bahasa koreaku sedikit aneh karena aku bukan orang korea asli.” ujar Sooyeon sambil tersenyum manis dan di sambut dengan sorak-sorai murid-murid yang ada dikelas itu tapi mata Sooyeon tertuju pada seorang namja yang hanya menatap ke arah jendela sambil terus memandangi kalung di tangannya.

“Gurae, apakah kalian ada pertanyaan?” tanya Kim sonsaengnim saat Sooyeon selesai berbicara.

“Sooyeon-sshi.. Apakah kau masih single??” tanya Chanyeol disambut sorakkan dari murid-murid namja dikelasnya.

“E-eh? Aku tidak mau menjawabnya.. hehe” ucap Sooyeon sambil memberikan smirk kecil ke arah Chanyeol.

“Ya! Chanyeol-sshi. Pertanyaan macam apa itu? Sudah sekarang Sooyeon-sshi, kau bisa duduk dibelakang disebelah Baekhyun-sshi.” ucap Kim sonsaengnim sambil menunjuk bangku kosong disebelah Baekhyun yang baru saja menaruh perhatian ke kelas itu.

“Ah ne, gamsahamnida sonsaengnim.” ucap Sooyeon lalu berjalan menuju bangku yang di tunjuk oleh Kim sonsaengnim.

Jessica pov’s

“Ya! Chanyeol-sshi. Pertanyaan macam apa itu? Sudah sekarang Sooyeon-sshi, kau bisa duduk dibelakang disebelah Baekhyun-sshi.” ucap Kim sonsaengnim sambil menunjuk bangku kosong disebelah Baekhyun yang menurutku dia baru saja menaruh perhatian pada kelas ini.

hehe dia tidak berubah yah, selalu saja semaunya sendiri tapi apa dia masih mengenaliku? Aku kan sudah mengganti nama.

Tapi aku senang karena dia masih menyimpan kalung pemberianku itu, tak terasa sudah 8 tahun kemi berpisah dan sekarang dia masih menyimpan kalung itu, berarti Baekhyun masih menungguku kan? Lebih baik aku mengerjai Baekhyun hehehe.

“Ah ne, gamsahamnida sonsaengnim.” ucapku lalu berjalan menuju bangku disebelah Baekhyun saat tersadar dari lamunanku.

“Ah, annyeonghaseyo.. Sooyeon imnida, namamu siapa?” tanyaku berbasa basi padahal tadi sudah jelas Kim sonsaengnim menyebut namanya.

“Tadi namaku sudah disebut oleh Kim sonsaengnim kan? Kalau kau mendengarkan pasti kau tau namaku siapa.” jawabnya dengan nada cuek.

“Aku kan hanya ingin memastikan siapa namamu!” jawabku tak mau kalah, yah beginilah sifatku, kalau ada yang memulai berdebat pasti aku akan melawannya tak perduli itu siapa.

“Untuk apa kau memastikan namaku!” jawabnya lagi.

“Yah kau kan teman sebangku ku! Jadi aku harus tau namamu siapa!”

“Tadikan sudah di beritahu oleh sonsaengnim!!”

“Apa susahnya sih menjawab lagi?!”

“Untuk apa aku menjawab kalau kau itu tuli!”

“Ya! Siapa yang tuli?!”

“Kau yang tuli!”

“Enak saja! Kau itu yang aneh!”

“Mwo?! Kau yang aneh!”

“Dasar namja aneh!!”

“Dasar yeoja tuli!!”

“BYUN BAEKHYUN!! JUNG SOOYEON!! LARI KELILING LAPANGAN SEBANYAK 10X SEKARANG JUGA!!!DAN JANGAN MASUK SEBELUM PELAJARAN SAYA SELESAI!!” teriak Kim sonsaengnim tiba-tiba sehingga membuat semua murid dikelas termasuk aku dan Baekhyun terlonjak kaget.

Akhirnya aku maupun Baekhyun berjalan perlahan keluar kelas menuju lapangan yang bisa dibilang lumayan kecil, yah lagipula ini kan Art School, untuk apa lapangan olahraga yang besarnya melebihi lapangan sepak bola?

“Ya?! Kau tidak berlari?” tanyaku saat melihatnya hanya duduk dipinggir lapangan.

“Untuk apa berlari, lagipula Kim sonsaengnim tidak akan mengecek apakah kita berlari apa enggak kan?” aku hanya bisa membulatkan bibirku kecil dan duduk disebelahnya.

“Itu kalung siapa? Ahh jjinja yepputa..” ucapku sambil berpura-pura memuji kalung yang jelas-jelas adalah kalungku.

“Bukan urusanmu. Lagipula kau itu kenapa sih?! Jangan sok akrab denganku yah.” ucapnya sambil menatapku malas.

“Mwoya?! Kalau ada orang yang bertanya kau harus menjawab kan?” ujarku sambil menatapnya tajam.

“Iish! Kau itu menyebalkan yah! Gurae, ini kalung milik seseorang yang special buatku! Mungkin suara dan wajahnya mirip denganmu tapi nama dan sifatnya jauh berbeda, puas?!” jawabnya dengan nada malas.

“Jjinja?? Uwah.. Tak ku sangka orang sepertimu bisa mempunyai seorang yeoja yang spesial. Aku kasihan pada yeoja itu.” ucapku sambil memberikan smirk-ku padanya dan dia hanya bisa membulatkan matanya sambil menatapku kesal.

“Coba aku lihat kalung ini!” ucapku sambil menarik paksa kalung itu dari tangannya dan dia refleks berteriak.

“Pasti kau sudah menyimpan kalung ini selama 8 tahun, iya kan? Lihatlah batu permata berwarna pink ini sangat cantik dan didalamnya ada gambar replika seseorang.. Aah kyeopta…” ucapku sambil berpura-pura menerawang batu permata itu ke arah sinar matahari, jelas saja berpura-pura itu kan kalung kesayanganku dari Daddy yang ada gambar replikaku di batu permata berwarna pink itu.

“M-mwo?! Bagaimana kau bisa tau itu? Ja-”

“Lihat saja sendiri melalui cahaya matahari. Sudah yah aku mau kekantin disini sangat panas. Annyeong!” ucapku sambil mengembalikan kalung itu di tangannya dan berjalan meninggalkan Baekhyun yang sedang diam kebingungan. He he sebentar lagi baru aku akan bilang padanya yang sebenarnya. Mengerjai Baekhyun sangatlah lucu.

Baiklah.. Mungkin sudah cukup aku mengerjai Baekhyun, aku akan bilang yang sebenarnya tapi dengan cara yang seru.. Mumpung ini istirahat pasti dikelas tidak ada orang kan?

“Sooyeon-sshi?” ucap seseorang sambil menepuk pelan pundakku.

“E-eh? Chen-sshi? K-kau t-tidak ke kantin?” tanyaku sambil terbata-bata karena takut kalau rencanaku akan kentauan.

“Pelan-pelan saja Sooyeon-sshi.. Apa yang ingin kau lakukan dengan meja Baekhyun?” tanyanya lagi saat melihatku baru saja mau menaruk kotak kecil dan sebuah surat.

“A-ah.. I-i-ini.. B-bukan apa-apa! I-iya bukan apa-apa.” Damn Sica-aah, kenapa aku jadi terbata-bata begini.

“Untuk Baekhyun? Jangan membuat hatimu sedih Sooyeon-sshi.. Percuma saja pasti tidak akan diterima oleh Baekhyun.”

“Mwo? Memangnya kenapa?” tanyaku lagi.

“Dia itu hanya setia menunggu si pemilik kalung kupu-kupu yang ada permata berwarna pink-nya. Katanya sih itu kalung dari orang yang spesial dan dia akan menunggu si pemilik kalung itu sampai kapanpun. Setiap saat dia selalu memegangi kalung itu bahkan kemanapun dia selalu tidak lupa membawa kalung itu.” ucap Chanyeol secara tiba-tiba- yang setahuku itu namanya.

“Jjinja?! Daebak jadi dia masih memegangi janjinya itu ya..!” ucapku sambil segera menutup mulutku karena keceplosan, dan kedua namja didepanku ini hanya bisa melihatku dengan pandangan bingung.

“Maksudnya?” tanya Chen sambil menatapku.

“Kau kenal dengan pemilik kalung itu? Kalau kau kenal lebih baik kau segera menyuruhnya pulang Sooyeon-sshi, sebelum Baekhyun menjadi gila hahaha” ujar Chanyeol sambil tertawa secara berlebihan, padahal menurutku itu tidak lucu, tapi dia tertawa sampai memukul-mukul meja(?)

“Em.. Sebenarnya.. Pemilik kalung itu aku tapi sstt!! Kalian jangan memberi tahu Baekhyun.. Biar aku sendiri yang bilang. Jebal.. Chen-sshi.. Chanyeol-sshi….” ucapku sambil memohon kepada mereka dan menngeluarkan puppy eyes yang sering kupakai sebagai senjata untuk Daddy.

“Jjjinjaro?!” ucap mereka bersamaan dengan nada yang keras, sehingga aku terpaksa menutup mulut mereka berdua.

“Ne! Sekarang kalian tolong diam yah.. Jangan bilang pada Baekhyun atau siapapun..”

“Ne!” jawab mereka dengan bersamaan lagi.

——–###——

Baekhyun pov’s

“Lagi?! Apa yeoja disekolah ini tidak bosan-bosannya apa mengirimiku barang seperti ini lagi?!” ucapku saat melihat ada sebuah kotak dan surat diatas mejaku.

“Baekhyun-aah.. Lebih baik kau lihat dulu, siapa tau penting.” ujar Chanyeol yang baru bangun tidur disebelahku.

“Shireo, paling isinya hanya pernyataan cinta doang. Aku sudah bosan..” ucapku santai sambil mengeser sedikit kertas dan kotak itu, tapi saat aku lihat kertas itu agak bergeser sedikit dan dibawahnya tertulis nama ‘Jessica’.

“Eeh?! Disekolah ini yang namanya Jessica itu ada berapa?” tanyaku pada Chen yang sedang membaca buku komik terbarunya.

“Jessica? Mana ada! Disekolah ini tidak ada yeoja yang bernama seperti itu.” ucapnya santai.

“Jjinja?!” ujarku sambil langsung menarik kertas dan kotak kecil kehadapanku lagi, lalu segera kubaca isi surat itu.

‘Baekki-ah.. keke~

Kau pasti penasaran kan kenapa ada kotak dan surat dimejamu?

Kalau kau penasaran, kamu bisa menuju ke atap sekolah

Tapi sebelumnya kamu buka dulu kotak itu supaya kamu bisa tau aku yang mana.

Yah, aku takut aja kamu gak ngenalin aku hehe”

-Jessica-

Setelah selesai membaca surat itu aku segera membuka kotak kecil yang selama ini berada di atas surat tersebut. Dan isinya adalah gelangku yang aku titipkan pada Jessica sebagai ganti dia menitipkan kalungnya padaku! Ini berarti benar-benar Jessica kan?!

“Ya! Baekhyun-ah! Kau mau kemana?!” teriak Chen dan Chanyeol saat melihatku berlari keluar kelas tapi tidak aku hiraukan karena dipikiranku hanya ada Jessica.

KREK..

Ada! Seorang yeoja duduk manis sambil menikmati hembusan angin dan mendengarkan musik. Walaupun dia memakai hoodie sehingga aku tidak bisa melihat warna rambutnya tapi aku yakin itu pasti Jessica.

“S-sica?” ucapku sambil mendekati dan menepuk pundaknya pelan.

“Baekki-ahh..”

“SOOYEON?! Ya! Lelucon macam apa ini?! Apa yang kau lakukan disini?! Dimana Jessica?!” ucapku sambil berteriak saat melihat bahwa yeoja berhoodie itu bukanlah Jessica melainkan Sooyeon.

“Aku Jessica babo ya!” ucapnya sambil menjitak kepalaku.

“M-mwo?!” ujarku tak percaya.

“Sooyeon itu nama koreaku, Jessica itu nama amerikaku. Masih tak percaya? Huuft, padahal aku sudah menjaga gelang itu baik-baik selama 8 tahun, sepertinya sia-sia yah.. Kau saja tidak mengenali-”

GREB

“Ya! yeoja aneh! Aku pikir kau tidak akan kembali lagi! Sekarang kau kembali dan pakai acara mengerjaiku segala lagi! Na jeongmal bogoshiposseo!” ucapku sambil memeluknya erat.

“Hei.. Uljima.. Aku sudah kembali kan? hehe maaf soal itu aku hanya ingin melihat reaksimu saja, habisnya kau tidak mengenaliku! Aku saja baru masuk kekelas sudah langsung tau bahwa kau adalah Baekhyun..” ucapnya sambil menepuk-nepuk pundakku pelan.

“Ah! Ini kalungmu! Sudah ku simpan dan ku jaga sangat baik selama 8 tahun ini..” ucapku sambil memakaikan kalung kupu-kupu dengan permata berwarna pink itu dilehernya.

“Ahh.. Rasanya senang sekali melihat ada kalung ini dileherku.” ujarnya sambil tertawa bahagia.

“Jess.. Ada satu lagi..”

“Hm?”

“Saranghae Jessica Jung.. Jjjinja Saranghae..” ujarku sambil memegang tanganyannya. Awalnya dia hanya menundukkan kepalanya dan itu membuatku takut akan ditolak olehnya, tapi setelah beberapa detik dia menatapku dengan senyuman lebar dan memelukku.

“Nado saranghae Byun Baekhyun..” ucapnya singkat tapi bisa membuatku menjadi sangat senang.

Yah, tidak semua penantian berakhir burukkan? Buktinya penantianku setelah 8 tahun tidak berakhir dengan sia-sia…

———————————————————————————————————————————————————-

Annyeong! hehe maaf yang kalo ini ceritanya rada-rada gaje sama bahasanya ga jelas. Soalnya ini cerita aku bikin jem 10 malem dan aku ngantuk banget di tambah besok aku sekolah lagi..😦

Hehe mohon di comment yah! Dan sehabis ini aku bakalan ngelanjutin yang “Mianhe”,”You Can See Me”,”Forgotten Love”, sama Sequel dari “Noona! Saranghae~” ^^

10 thoughts on “(oneshoot) Butterfly Necklace

  1. so sweet bngt >< aku suka… baekhyun keren bisa menanti jessica sam[ai 8 tahun jessica juga pokoknya daebak thorr😀 …

  2. Daebaaaak thor..!!!
    Penantian yg berakhir bahagia..

    Keep writting..!!
    Buat ff exosica lebih bnyk lgi.. Haha..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s