(oneshoot) Mianhe

36885-cute-beach

Title: Mianhe

Author: Jung Wyn Ah

Cast:

~Oh Sehun (18 thn)

~Jessica Jung (18 thn)

Other Cast:

-Kim Xiumin (19 thn)

-Kwon Yuri (18 thn)

Disclaimer: ini cerita hasil karya aku sendiri, jadi aku mohon jangan di jiplak ataupun di bash yah:/ aku disini cuman menulis apa yang ada di otakku aja, kalo gasuka sama cast-nya jangan di bash, kalian kan bisa request trus nanti aku bisa bikin cerita baru dengan cast yang kalian minta, lagian kalo kalian nge-bash aku kan gaada gunanya juga.. ceritanya udah aku post dengan cast itu kan? hehe please comment after you read it ^^

Happy reading ^^

————————————————————————————————–

“Jessie!”

Merasa ada yang memanggil, yeoja yang bernama Jessica itu berusaha mencari arah suara dari seseorang itu. Setelah ketemu, dia tersenyum sambil menghampiri orang yang memanggilnya itu.

“Waeyo Yuri-aah?” tanya Jessica saat dia sudah berada disebelah Yuri.

“Apakah appa dan eommamu mengizinkan kau untuk pergi?” tanya Yuri sambil memandang Jessica dengan tatapan khawatir.

“Tidak…” jawab Jessica sambil menundukkan kepalanya sedih, tapi sesaat kemudian dia mendongakkan kepalanya lagi sambil tersenyum jail,

“Tidak mungkin appa dan eommaku tidak mengizinkan kalau aku yang minta..” ulangnya lagi sambil terkekeh kecil dan sukses mendapat pukulan kecil di tangannya dari Yuri.

“Ya! Aku kira kau beneran tidak boleh pergi!” jawab Yuri dengan nada kesal

“Mianhe Yuri-aah.. Hehe aku pulang dulu yah aku mau merapikan barang untuk persiapan besok! Hehe” ucap Jessica dengan nada lemas dan langsung pergi meninggalkan Yuri yang kebingungan dengan perubahan sikapnya.

Jessica pov’s

Sudah 10x aku menelfon namja itu tapi tetap saja dia tidak menjawabnya, bahkan 3 telfon terakhirku sengaja dimatikan olehnya!

BRAKK!

Dengan kasar aku membanting pintu kamarku, untung saja eomma dan appa ku sedang bekerja sehingga saat ini yang ada dirumah hanya aku sendiri.

“Bodohnya aku berharap lebih terhadap anak itu..” ucapku kecil sambil menghempaskan badanku keatas ranjang berukuran queen size ku.

Oh Sehun, namja yang menyatakan perasaan sukanya kepadaku didepan umum 3 tahun yang lalu, bahkan dia rela dihukum oleh guru karena membuat semua anak yang ada disekolah menjadi tidak konsentrasi terhadap pelajarannya.

Kalian pasti berfikir ini romantis kan?

Tapi jangan salah.. Setelah itu aku dan dia jarang berbicara, bahkan kami tidak pernah kencan sekalipun! Pasangan mana yang tidak pernah berkencan setelah 3 tahun berpacaran? Mungkin karena kepribadiannya berbeda denganku, tapi masa sekalipun dia tidak pernah mengajakku kencan. Setiap aku mengajaknnya berkencan pasti dia selalu beralasan dan berakhir dengan aku yang kalah.

‘Nege dollyojwoyo, geudega molle humchyogan ne mam Horakdo obsi yego obsi deurowa, we heundeuro nwa Naman etago ullige he’ (lirik lagu TTS-Love sick)

“Yeoboseyo..” ucapku malas sambil mengangkat telfon yang entah dari siapa.

“Sica-ah.. Eotthe? Besok kau bisa?” tanya seseorang yang suaranya sangat familiar bagiku.

“Ne…” jawabku dengan nada datar.

“Ya!! Harusnya kau senangkan? Besok adalah kencan pertamamu dengan ‘dia’ dan aku jamin besok kau pasti akan bahagia! Percayalah padaku.” ucap Xiumin oppa sambil terkekeh kecil.

“Tentu saja aku senang! Bahkan aku sudah membayangkan beberapa hal menyenangkan saat kita berada dipulau Jeju besok, lagipula ini lebih seru kan karena kita double date disana oppa” ucapku sambil menggodanya.

“Mwoya? Double date apa? Aku dan Yuri hanya membantu kalian untuk berkencan, lagipula pasangan mana yang sudah berpacaran selama 3 tahun tapi tidak pernah berkencan sekalipun!” balasnya sambil meledekku,

“Ada tuh! Aku dan Sehun buktinya!”

“Gurae, kalian memang pasangan aneh, cepatlah merapikan bajumu, besok kita berangkat jam 4 subuh dengan pesawat! Bye sleeping princess!” ujarnya sambil mematikan sambungan telfon kami.

“Mwoya?! Bagaimana bisa aku bangun jam 4 subuh?!” teriakku dengan kesal, tapi setelah membayangkan betapa menyenangkannya hari besok untukku dan Sehun raut mukaku sekarang berubah menjadi ceria, dengan segera aku merapikan pakaianku untuk besok di pulau Jeju.

end pov

Sehun pov’s

“Sehun-aah! Besok kita akan pergi ke pulau Jeju kan?! Kenapa kau tidak merapikan pakaianmu?! Dan kenapa kau malah santai bermain game disini?!” teriakkan seorang Kwon Yuri mampu membuat gendng telingaku hampir rusak, apalagi saat dia berteria tepat di kupingku.

“Ya!! Yuri-aah! Apa kau gila?! Kenapa kau berteriak di kupingku?!!” balasku dengan setengah berteriak.

“Mwoya?! Panggil aku noona! Aku ini lebih tua darimu walaupun cuman berbeda 5 bulan tapi tetap saja aku lebih tua darimu!” ucapnya sambil memberikan glare nya ke arahku tapi aku tidak takut dengan glare daari dia.

“Shireo, kalau kau mau sekalian saja aku memanggilku ‘Imo’ dana ahjumma” ledekku sambil melanjutkan permainanku yang tadi hampir kalah karenanya.

“Ya! Kau itu adalah sepupu yang paling menyebalkan di dunia! Aku heran mengapa Jessica mau denganmu!” ledekknya sambil menjulurkan lidahnya dan berlari masuk kedalam kamarnya. Jangan salah paham yah, kami memang tinggal satu atap, karena dia sepupuku dan lagi ada orangtuaku yang juga tinggal disini.

“Jessica lagi, semua hal selalu dihubungkan dengan Jessica” gumamku kecil dan berjalan masuk kearah kamarku.

Saat aku mengecek handphoneku ternyata ada 10 missed call dan 1 pesan masuk.

10 Missed Call from Jessica Jung

1 Message from Jessica Jung

From: Jessica Jung

Oppa, besok akan menjadi kencan pertama kita kan? Aku senang sekali~

Kalian pasti bingung kenapa aku tidak menyimpan namanya dengan berbagai kata seperti ‘chagi’,’lovely’ atau sebagainya, yah karena aku tidak suka melakukan hal itu. Itu sangat cheesy dan aku benci sesuatu yang cheesy.

To: Jessica Jung

Ne.

Send.

Baru 1 menit aku mengirim balasan untukknya handphoneku berbunyi.

From: Jessica Jung

Kau tau oppa? Aku sangat senang karena ini kencan pertama kita, walaupun kita jarang berbicara tapi kita sudah berpasangan selama 3 tahun loh! ^^ saranghae oppa!

Setelah selesai membaca sms darinya, aku hanya mematikkan handphoneku dan berjalan pelan mengambil koper, untuk apa aku balas sms darinya toh besok kami juga bertemu lagi.

Jessica pov’s

To: Sehun oppa^^

Kau tau oppa? Aku sangat senang karena ini kencan pertama kita, walaupun kita jarang berbicara tapi kita sudah berpasangan selama 3 tahun loh! ^^ saranghae oppa!

Send.

1 menit aku menunggu tapi tidak ada balasan darinya.. 5 menit kutunggu tapi tidak ada balasan juga, akhirnya sampai 30 menit aku langsung membanting handphoneku ke atas ranjangku dan berjalan keluar rumah.

Pemandangan disini sangat indah walaupun sekarang sudah jam 8 malam, aku selalu berharap pergi ke arah taman disana bersama Sehun, tapi sepertinya itu hanya harapan kosong.. Akhirnya setelah beberapa langkah aku menghentikkan langkahku di dekat danau kecil disana, berharap suatu keajaiban akan terjadi besok.

#Skip

“Oppa, kalau nanti appa dan eomma sudah bangun tolong sampaikan salamku yah, aku akan kembali 3 hari lagi..” ucapku sambil memakan sarapan yang dibuat oleh oppaku satu-satunya Jung Yunho.

“Ne, tapi kau pergi ke pulau Jeju bersama siapa?” tanyanya dengan nada menyelidikiku.

“Xiumin oppa, Yuri, Sehun, dan aku” jawabku santai.

“Ne?! Hanya ber4? apa kalian tidak apa-apa? Lalu bagaimana dengan appa dan eomma?” tanyanya lagi.

“Mereka tau kok, oppa saja yang tidak tahu, lagipula kami disana memakai villa keluarga kita jadi tidak akan terjadi apa-apa! Sudah yah! Bye oppa!” teriakku sambil berlari kecil menarik koperku ke arah mobil yang memang sudah menungguku daritadi.

“Huuft, untung saja Yunho oppa tidak bertanya lebih jauh!” ucapku sambil duduk didalam mobil milik Yuri setelah menaruh koper dibagasi belakang.

“Yang penting kau boleh pergi kan? Hehe kajja kita langsung ke airport, disana sudah ada Xiumin oppa dan Sehun.” jawabnya sambil menginjak gas mobil ini. Mendengar nama Sehun yang menunggu disana sudah pasti membuat senyuman diwajahku mengembang sambil membayangkan memori indah yang mungkin nanti menunggu kami disana.

1 jam perjalanan membuatku sedikit pusing karena terus-terusan duduk di mobil, ditambah lagi aku tidak bisa tidur semalam karena takut tidak bisa bangun sesuai jamnya.

“Oppa!” teriak Yuri sambil menarik tanganku dan kopernya berjalan ke arah Xiumin oppa yang melambai-lambaikan tangannya senang melihat Yuri, sedangkan Sehun? Dia hanya fokus dengan game konsol yang dibawanya.

“Kajja kita berangkat, pesawatnya sudah landing 5 menit yang lalu, Ya! Apa yang kau lakukan dengan game konsol-mu itu? Sudah aku bilang kan jangan membawa benda itu!” teriak Xiumin oppa sambil merebut game konsol dari tangan Sehun secara paksa. Aku yang melihat Sehun merengek minta dikembalikan game konsolnya hanya tertawa kecil melihat tontonan seperti itu.

#skip Airplane

“Jessie, kau duduk bersama Sehun disini, aku dan Xiumin oppa berada didepan kalian” ujar Yuri sambil menunjukkan bangku pesawat yang akan menjadi tempat dudukku.

“Ah ne.. Se..Sehun oppa… K-kau mau di dekat jendela?” yah beginilah kami, selalu canggung saat bertemu langsung bahkan kadang tidak pernah berbicara.

“Ne” balasnya dengan singkat dan langsung duduk di dekat jendela tanpa menoleh padaku sedikitpun.

setelah 30 menit pesawat ini terbang akhirnya aku mulai mengantuk dan perlahan-lahan aku tertidur entah bagaimana posisiku saat ini.

End pov

Sehun pov’s

Sedari tadi aku hanya melihat ke arah awan tanpa memperhatikan Jessica disebelahku, bahkan kami tidak ada yang berbicara satu sama lain, kadang aku merasa bersalah padanya.

Tiba-tiba aku merasa pundakku menjadi berat sebagian, saat aku melihat pundakku ternyata Jessica sedang tertidur di pundakku, entah apa yang dia mimpika tapi aku bisa melihat senyuman di pipinya, dan otomatis membuatku tersenyum juga. Dan secara tiba-tiba juga mukaku memerah seperti kepiting rebus, inilah alasan kenapa aku tidak mau terlalu berdekatan dengannya, karena aku selalu malu dan selalu menjadi kepiting rebus saat melihatnya ataupun berbicara dengannya. Bukan karena aku bosan berpacaran dengannya tapi karena alasan ini, pasti kalau dia melihatku sekarang dia berfikir bahwa aku itu konyol.

“Lihatlah Xiumin oppa.. Dia menjadi kepiting rebus lagi.. Hahaha” ucap Yuri sambil tertawa saat melihat ke arahku dan Jessica.

“Kau benar Yuri-aah, lihatlah dia menjadi kepiting rebus sekarang,.. Hanya karena ini kau berpacaran selama 3 tahun dan tidak pernah ada perkataan ataupun berkencan.. Hahaha” Xiumin hyung kini ikut tertawa, yah selama ini hanya mereka yang tahu alasanku kenapa aku tidak pernah mau berdekatan ataupun berbicara dengan Jessica. Karena aku itu sangat pemalu kalau sudah berurusan dengan masalah percintaan.

“Ssst! Dia sedang tidur kau mau dia terbangun hah?!” ucapku setengah berbisik sambil menatap tajam mereka berdua.

Setelah puas tertawa Yuri dan Xiumin hyung kembali ke posisi mereka dan sekarang sedang sibuk tentang sesuatu yang menurut mereka itu seru. Karena bosan, aku melirik Jessica sekilas, dia masih tertidur pasti semalam dia tidak tidur sama sekali.

“Mianhe Jessie.. Aku tau aku bukan namjachingu yang baik untukmu..” ucapku kecil sambil mengelus pundak kepalanya dengan senyuman di bibirku.

“Eumh..” sacara refleks aku melepas tanganku dari kepalanya karena kaget dan langsung menatap kearah jendela lagi saat mendengar suara kecil darinya, bertanda dia akan bangun.

“Eh? Mi..Mianhe oppa..” ucapnya kecil saat sepenuhnya sadar dan mengangkat kepalanya dari pundakku dan duduk diposisinya kembali.

Setelah sampai dan mengendarai mobil pribadi milik Jessica yang memang ada di airport atas suruhan appa-nya akhirnya kami sampai di villa keluarga milik Jessica. Saat aku melihat-lihat villa itu, tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah kalender yang menunjukkan tanggal 20 April. Dan itu artinya 3 hari lagi akan menjadi hari anniversery kami yang ke 3 tahun.

“Hyung!! Xiumin hyung!!” ucapku sambil berteriak-teriak mencari Xiumin hyung.

“WAE?! Kau itu berisik tahu tidak?” ucapnya sambil berjalan mendekatiku.

“3 hari lagi hyung! Hari anniversery kami! Tapi aku tidak tau harus mempersiapkan apa!!”

end pov

Jessica pov

Hari pertama kami sampai disini, bukannya kenangan indah ataupun memori tentang kami berdua malahan keburukan. Sehun bahkan tidak mau bertatapan muka denganku! Bahkan menyapaku saja tidak! Apa dia menganggap aku tidak ada disini?!

Aku mengambil kalender yang selalu kutaruh dimeja ini, tatappan mataku tertuju pada sebuah tanggal yang dilingkari dengan spidol berwarna pink. Tanggal 23 April, hari jadi kami, bahkan aku tidak tau apa dia menginggatnya atau tidak.

#Skip hari kedua

“Oppa!” teriakku sambil mendekati Sehun yang sedang bersama Xiumin oppa.

“Apa yang kalian sedang lakukan?” tanyaku penasaran.

“Bukan urusanmu, sudah pergilah.. Lihat Yuri sudah menunggumu” bukannya mendapat jawaban aku malah diusir, parahnya lagi yang mengusirku adalah Sehun! Apa ini bisa disebut kenangan indah?!

“Kau menyebalkan..” ucapku dengan nada meledek berharap dia akan membalasnya tapi dia malah mengacuhkan aku.

“Gurae! Aku pergi saja!” ucapku dengan nada kesal dan pergi meniggalkan mereka.

#skip hari ketiga

Hari ini hari jadi kami.. Apa kira-kira dia menginggatnya?

“Sehun oppa.. Apa kau tau sekarang tanggal berapa?” tanyaku saat Sehun lewat didepanku.

“Sekarang? Tanggal 23, kenapa?” jawabnya sambil berjalan meninggalkanku.. Mwoya?! Dia tidak ingat?!

“Yuri-aah! Kau tau sekarang tanggal berapa?” tanyaku saat melihat Yuri berada dikamar.

“Aah.. Chukkhae Jessie! Semoga kau bisa terus bersama Sehun” jawabnya sambil tersenyum dan kembali menatap majalahnya, Yuri saja ingat.

“Gurae! Sudah cukup sekarang! Giliranku untuk mengacuhkan Sehun! Memangnya dia pikir aku tidak sedih apa diacuhkan terus?!” gumamku kecil sambil mengepalkan tanganku kesal dan berjalan keluar dari villa.

“Jess? Kau mau kemana?” tanya Sehun saat dia melihatku berjalan keluar dari villa.

“Apa pedulimu?” jawabku singkat sambil meninggalkannya.

end pov

Author pov

Sejak pagi hingga menjelang sore, Jessica selalu menjauhi Sehun, bahkan untuk bertatap muka saja dia enggan, jika Sehun memanggil Jessica, Jessica hanya menoleh lalu langsung mengalihkan pemandangannya dari Sehun. Jika Sehun berbicara dengannya, Jessica selalu mencari segala hal untuk menjauhi Sehun. Bahkan Yuri dan Xiumin pun sampai pusing memikirkan pasangan seperti mereka.

“Sica-aah? Kau kenapa? Bukannya 2 hari yang lalu kau sangat excited dengan liburan ini, lalu kenapa sekarang kau menjauhi Sehun?” tanya Xiumin menghampiri Jessica yang sedang duduk sendiri.

“Molla oppa.. Bahkan aku sempat terpikir untuk putus dengannya” jawab Jessica sambil menjauh dari Xiumin, sementara Xiumin hanya bisa melihat Jessica dengan sedih.

“Jessie! Apa yang terjadi pada Jessie yang ceria? Dan lagi kenapa kau menjauhi Sehun?” kali ini giliran Yuri yang bertanya tentang hubungannya dengan Sehun. Kalau Sehun yang menjauhi ataupun mengacuhkan Jessica itu sudah biasa bagu Yuri, tapi sekarang Jessica yang menjauhi Sehun.

“Aku baik-baik saja Yuri-aah, bahkan aku sangat baik” ucap Jessica sambil tersenyum getir dan meninggalkan Yuri yang masih menatap punggung Jessica yang sudah menjauh itu.

Hari sudah hampir malam, bahkan sunset sudah terlihat, dan langit yang awalnya cerah mulai menjadi gelap karena datangnya sang rembulan.

Jessica yang enggan masuk kedalam villa-nya duduk didekat bebatuan di laut, villa Jessica memang dekat dengan laut.

“YA! OH SEHUN! KENAPA KAU BEGITU BODOH SIH?!!” teriak Jessica sambil duduk di bebatuan dengan air laut yang terus-terusan pasang.

“Sebenarnya aku itu siapa sih dimatamu?!!” Jessica terus-terusan berteriak sampai suaranya hampir habis, ditambah lagi tangisan yang keluar bersamaan dengan teriakannya itu. Tanpa Jessica sadari, dibelakangnya ada seseorang yang terus mengikutinya walaupun dia tidak sadar.

Baru saja Jessica mau berjalan turun dari bebatuan itu karena kakinya tergelincir dan hampir saja jatuh, untung seseorang yang berada dibelakang Jessica langsung menangkap tubuhnya.

“Se..Hun..?” ucap Jessica kecil karena tubuhnya sudah lemah hasil teriak-teriakkan tadi.

“Mianhe.. Mianhe karena sudah menjadi namja yang bodoh bagimu.. Mianhe karena sudah menjadi namjachingu yang buruk bagimu.. Mianhe karena aku sudah menyia-nyiakan mu.. Mianhe karena kau selalu tersiksa karenaku.. Mianhe atas sikapku selama ini.. Tapi aku punya alasan Jess..” ucap Sehun sambil memeluk Jessica didekapannya, sementara Jessica hanya bisa menangis.

“A..Ala..A-alasannya karena ini.. Kau lihatkan? Kalau bersamamu aku terus menjadi seperti kepiting rebus karena malu. Dari sejak aku menyatakan perasaanku waktu itu aku sudah mulai begini.. Dan lagi aku takut kau akan mengejekku atau tidak suka lagi terhadapku.. Oleh sebab itu aku mulai menjauhimu.. Bukan karena aku bosan berpacaran denganmu atau apapun Jess.. Kau adalah segalanya untukku.. Mianhe Jess.. Mianhe karena telah menyia-nyiakanmu..” jelas Sehun sambil menaruh kedua tangannya di wajah Jessica sambil menatap wajah Jessica.

Jessica yang mulai bisa mencerna semua itu perlahan-lahan mulai menampilkan senyumnya dan kembali memeluk Sehun.

“Kau itu sangat bodoh.. Memangnya kenapa kalau kau malu saat kau dekat denganku? Bagiku itu terlihat lucu bahkan aku bisa semakin menyayangimu.. Harusnya kau bertanya dulu kan padaku.. Babo yah Sehunnie..” ujar Jessica sambil menatap Sehun dengan senyum cerianya kembali, sesaat kemudian senyum itu menghilang saat Jessica mengingat sesuatu.

“Tapi kau lupa hari jadi kita!” ucap Jessica sambil mempoutkan mulutnya kecil, Sehun yang gemas melihat tingkah laku yeojanya itu langsung mencubit pipi Jessica pelan.

“Siapa bilang aku lupa.. Justru aku mau memberimu kejutan.. Kajja..” ucap Sehun sambil tersenyum dan menutup mata Jessica.

“YA.. Kalau kau menutup mataku, bagaimana aku bisa melihat?” ucap Jessica sambil berjalan dituntuni oleh Sehun.

“Kita sudah sampai” ucap Sehun sambil melepaskan tangannya dari mata Jessica, tapi begitu Jessica membuka matanya, Sehun sudah tidak ada dibelakangnya.

Tiba-tiba sekuntum bunga muncul didepan mata Jessica, bunga rose berwarna pink, bunga kesukaan Jessica.

“Happy anniversery Baby Sic, tapi bukan hanya ini kejutannya tapi itu juga” ucap Sehun sambil menunjuk sebuah tempat dimana hanya ada bangku taman dan beberapa hiasan yang berkelap-kelip.

“Uwah..” Jessica terkagum-kagum melihat pemandangan didepannya itu.

“Jadi.. Apa kau mau memaafkanku dan menerima 2 tiket untuk kencan kita besok lusa?” tanya Sehun sambil memperlihatkan 2 tiket taman hiburan ditangannya.

Bukannya menjawab Jessica malah mencium bibir Sehun dan menutupi wajahnya dengan bunga yang dia pegang itu.

“Tentu saja aku memaafkanmu, bahkan aku suka saat kau menjadi kepiting rebus seperti itu..” jawab Jessica sambil tersenyum dengan riang sementara Sehun sibuk menutupi mukanya yang sudah hampir merah karena aksi tak terduga dari Jessica.

—————————————————————————————————————————-

Nah, ini udah aku post yah ^^ Maaf banget kalo ganyambung sama sekali sama judulnya, abisnya aku bikin ini buru-buru banget karena aku masih harus belajar sama bikin tugas lagi. Tapi semoga aja readers suka ^^ Maaf kalo ini typo, absurd, sama gajelas T^T

Comment dari readers itu yang jadi penyemangat aku buat bikin ff loh, kalo gaada yang comment tpi cuman sekedar baca yah itu pasti jadi mental buat seorang author untuk jadi males ngepost ff:/

Untuk yg Sequel itu besok yah aku postnya.. Jadi hari ini aku post ini dulu, dan lusanya nanti Forgotten Love chapter 3!! Hehehe

22 thoughts on “(oneshoot) Mianhe

  1. SAYA SUKA INI!!!!!! ARGH! OH SEHUN KAU KONYOL! /? /DIGAMPAR SEHUN/?
    OKE THOR, BIKIN FF HUNSICA LAGI YA? MUMU xD
    MAAF CAPS ANE LAGI BERAKSI THOR xD
    KEEP WRITING YA THOR!^^

  2. Lucu deh sehunnya.
    Sehun mengabaikan jessica kerana ingin membuat kejutan.
    Sehun malu jika berdekatan dengan jessica.
    Daebak..
    Ditunggu karya yang lain..

  3. Lucu bngt hahahaha aku gak bisa bayangin sehun mukanya jadi kepiting rebus kalo di dkt sica gimana hahaha endingnya sweet bngt aku suka😀 kutunggu karya2mu yg lain yaa thorr kalo bis hunsica lagi🙂

  4. Huwaaaaaaa.. Sweet banget couple ne.. Ya ampun sehun.. Apa-apaan..!!
    Kasihan sicanya digituin..!! *meluk jess eonni

    Kereeen thor..!!!

    Keep writting..!!😀

  5. Hansica ? >,< HunSica kali :3 kalo HanSica jadi Luhan-Jessica dong x3
    ne, aku udah ada muncul ide baru tapi belom aku ketik sih ._. tunggu aja yah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s