(Sequel) Noona! Saranghae~♡ LuSica vers.

hansica sequel

Title : (Sequel) Noona! Saranghae~♡ LuSica vers.

Author: Jung Wyn Ah

Genre: Romance, Sad

Pairing:

♡LuSica (Luhan-Jessica)

Other cast:

-Krystal

-Tao

Disclaimer: No Bash, No Plagiat and please comment. Yah kalian bayangin aja kalo kalian itu bikin cerita terus ada yang baca, tapi gaada yang koment itu kan nyesek banget, makanya itu tuh yang bikin banyak author kadang males bikin ff, aku juga begitu:/

Happy reading yah!

———————————————————————

“Hai noona.. Aku datang lagi, apa kau sudah bosan akan kehadiranku?” tanya seorang namja sambil duduk didekat batu nisan berbentuk salib itu.

Ya, namja itu adalah Luhan, setiap hari dia selalu datang ke makan Sooyeon untuk sekedar mengobrol ataupun mengganti bunga mawar pemberiannya yang sudah layu.

“Noona, aku membawakan bunga mawar lagi untukmu..” ujarnya sambil mengambil bunga mawar yang sudah layu dan menggantinya dengan yang baru.

“Kau tau nun, aku masih berharap bahwa kau masih hidup..” ucap Luhan setengah berbisik.

“Mungkin kalau bisa aku ingin membuatmu kembali hidup, aku belum siap ditinggal olehmu..” Kali ini butiran airmata yang ditahan Luhan mulai mengalir turun.

“Ah, ini sudah waktunya untuk aku masih ada jadwal kuliah, nanti aku akan kembali lagi agar kau tidak kesepian disana noona..” Luhan langsung menghapus airmatanya dan berjalan keluar dari pemakaman.

————-

Author pov’s

Dear ladies and gentlemen, you are now arrive safely in Incheon airport, Seoul. Please check for your belonging and  becareful when you going down for this plane. Thank you for fly with us

“Akhirnya, sampai juga di sini.. Sooyeonnie, why you must die now? even we haven’t meet for 8 years..”  gumam seorang yeoja dengan mata yang berkaca-kaca walau tidak terlihat karena dia memakai kacamata hitamnya.

Hey mom, yes i already arrives safely. Arraseo mom, i will take care of Soojung.. Uljima.. Aku juga sedih atas apa yang terjadi dengan Sooyeon, tapi kau tidak boleh menyalahkan dirimu eomma..” ucap yeoja itu sambil bergegas menarik kopernya masuk kedalam taksi.

———–

Luhan pov’s

“Semuanya, hari ini kalian akan mendapat seorang teman baru. Dia pindahan dari Amerika, jadi saya harap kalian baik-baik dengannya” ucap Lee sonsaengnim sambil berjalan masuk kekelas, sementara aku hanya melihat ke arah jendela tanpa perduli satupun perkatannya.

Suara riuh dan ricuh mulai menghampiri kelasku saat seseorang yang mungkin anak baru itu masuk kekelasku.

“Annyeonghaseyo, Jessica jung imnida.. Bangapsumnida aku harap kalian bisa membantuku belajar bahasa korea” ujar orang.

BRUK

Aku melihat kearah Tao yang memukul mejaku, saat aku melihat ke arahnya dia menyuruhku untuk melihat ke arah anak baru itu.

Dan saat aku melihat ke arahnya..

“Sooyeon noona?!!” ucapku hampir berteriak saat melihat yeoja yang berdiri didepanku mirip 100% dengan Sooyeon noona.

“Mianhe, tapi namaku Jessica bukan Sooyen” ucapnya sambil tersenyum, sungguh! Senyumannya itu sangat mirip dengan senyuman Sooyeon noona.

“Hyung, dia bukan Sooyeon noona.” ucap Tao sambil mencoba menyadarkanku dari lamunan tentang Sooyeon noona.

“Ah.. Iya, Sooyeon noona sudah tidak ada.. Mana mungkin dia bisa bangkit lagi sadarlah Luhan” gumamku sambil mengalihkan pandanganku dari yeoja yang mirip dengan Sooyeon noona itu.

Selama pelajaran entah kenapa pandanganku terus tertuju pada yeoja yang bernama Jessica itu, entah kenapa dia benar-benar mirip dengan Sooyeon noona, dari wajahnya, badannya, bahkan sampai warna rambutnya. Yang berbeda dari mereka hanyalah tingkah lakunya, Sooyeon noona itu sangat bawel, sedangkan Jessica memang pendiam.

DING DONG DENG…

Suara bel istirahat berbunyi, saat Lee sonsaengnim keluar aku juga bersiap-siap akan keluar untuk menemui Soojung dan pergi ke makan Sooyeon noona bersama-sama.

“Changkkaman” ucap seseorang sambil menarik tanganku saat aku beranjak keluar.

“Ne?” tanyaku setelah tau bahwa orang yang menarikku adalah Jessica.

“Tadi… Kau memanggilku Sooyeon? Apa kau kenal dengan Sooyeon” tanyanya sambil menatapku dengan pandangan memelas.

“Eh? Sooyeon noona? Ne, aku kenal dengannya, tapi kau siapa?” jawabku sambil menatapnya datar.

“Aku-”

“Luhan oppa!” teriak Soojung memotong ucapan Jessica.

“Apa ka-” baru saja Soojung berada didepanku tiba-tiba ucapannya terhenti saat melihat Jessica yang tersenyum padanya.

“Jessie eooni?!!” pekik Soojung sambil memeluk Jessica, Okay sekarang aku bingung siapa itu Jessica.

When you come to Korea??” tanya Soojung dengan bahasa inggrisnya yang fasih.

This morning, how are you? Oh i really miss my lil sister!” jawab Jessica sambil mempererat pelukannya dengan Soojung, tunggu. Sister? Bukannya saudara Soojung hanya Sooyeon noona.

“Kalian saling mengenal?” tanyaku tiba-tiba menghentikan aksi rindu dari kedua yeoja didepanku ini.

“Mianhe oppa, aku lupa memberitahumu, ini Jessica eonni, kembaran Sooyeon eonni.” ujar Soojung sambil mengenalkan Jessica padaku, sementara Jessica hanya menatap Soojung dengan tampang bingung.

“M-Maksudmu?”

“Jadi, sekitar 8 tahun lalu, Sooyeon dan Jessica eonni mengalami kecelakan bersama appa, Appa meninggal di tempat sementara Sooyeon eonni selamat, tapi sayangnya Jessica eonni terlalu terhimpit sehingga salah satu ginjalnya rusak. Awalnya ginjalku yang akan aku kasih kepada Jessica eonni, tapi aku masih terlalu kecil, oleh sebab itu Sooyeon eonni yang menjadi pendonor buat Jessica eonni. Karena ginjal Jessica eonni itu lemah, akhirnya eomma dan Jessica eonni pindah ke Amerika untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik, sementara aku dan Sooyeon eonni tetap berada disini bersama imo, karena Sooyeon eonni tidak boleh pergi terlalu jauh atau terlalu capai.” jelas Soojung sambil menatapku iba.

“Apa kau adalah orang yang sering diceritakan oleh Sooyeon?” tanya Jessica sambil melihatku.

“Apa yang kau maksud?” kini kepalaku penuh dengan beberapa hal, semua hal ini sangat mengejutkan, dari kematian Sooyeon noona, dan sekarang ditambah dengan Jessica yang notabene(?) adalah kembaran dari Sooyeon noona, walaupun mereka berbeda beberapa hari.

Tiba-tiba kepalaku terasa sangat pusing dan hal terakhir yang aku lihat sebelum semuanya menjadi gelap adalah wajah Sooyeon noona, tidak, maksudnya wajah Jessica.

———

Jessica pov’s

“Apa yang kau masud?” tanyanya sambil memegangi kepalanya, bisa kutebak bahwa sekarang dia sedang pusing.

“Luhan oppa!” teriak Soojung saat melihat Luhan sudah terjatuh di lantai dengan keadaan tidak sadar.

“Aigo! Eottokhe? Aah! Tao-sshi!” teriakku saat melihat namja yang aku yakin namanya adalah Tao.

“Waeyo? Eh?! Luhan hyung!” ucapnya setengah berteriak saat melihat Luhan tidur dilantai tanpa sadarkan diri.

“Tolong bantu aku membawanya ke ruang uks, aku tidak tau dimana ruang uks” ucaplu sambil memohon dihadapannya.

#skip

Ruang UKS

“Noona..” ucap Tao yang sedari tadi berdiri disebelahku.

“Hm..?” jawabku sambil melihat kearahnya.

“Apa kau benar-benar kembaran dari Sooyeon noona, bukannya kau Sooyeon noona yang sedang menyamar?” tanyanya sukses membuatku membulatkan mataku penuh.

Pletak

“Appo noona..” ucapnya sambil memegangi kepalanya yang kena jitakkan dariku.

“Aigo.. Anak ini, sudah jelas aku kembaran Sooyeon, sekarang kau malah bilang aku adalah Sooyeon yang sedang menyamar lagi. Lalu siapa yang berada di makan Sooyeon sekarang? Jessica?” ucapku sambil menatapnya tajam.

“Mianhe.. Habis kau mirip sekali dengan Sooyeon noona, bahkan saat Luhan hyung melihatmu, dia mengira kau adalah Sooyeon noona…”

“Menurutmu, apa hubungan Luhan dengan Sooyeon?” tanyaku sambil kembali melihat kearah Luhan yang masih belum sadar.

“Mereka? Mereka itu sangat dekat, bahkan hampir saja mereka berpacaran.. Kalau saja Sooyeon noona tidak pergi secepat itu, pasti sekarang mereka sudah bahagia kan..” jawabnya pelan.

“Noona, aku titip Luhan hyung yah.. Aku harus pergi sebentar” ucapnya sambil berjalan keluar dan meninggalkanku dengan Luhan.

Luhan pov’s

“Apa yang terjadi? Kenapa aku ada disini?” ucapku pelan sambil mencoba untuk duduk.

Saat aku membuka mataku secara benar, aku bisa melihat Jessica yang mulai menangis.

“Semua ini salahku yah.. Andai saja waktu itu aku tidak memaksa appa untuk membeli hadiah ulangtahun kami berdua ditengah huja, pasti semua ini tidak akan terjadi..” ucapnya dengan airmata yang mulai mengalir di pipinya.

“Andai saja itu tidak terjadi.. hiks.. P-pasti sekarang appa dan Sooyeon masih hidup kan.. Sooyeon.. D-dia.. Tidak perlu mendonorkan ginjalnya untukku..”

“Dan lagi.. K-kalau dia masih hidup pasti sekarang kalian sudah bahagia kan.. Aku itu memang yeoja bodoh.. Harusnya aku tidak perlu diselamatkan oleh Sooyeon dan harusnya aku yang meninggal” lanjutnya sambil menutupi mukanya yang mulai basah akibat airmata yang terus mengalir.

“Ini bukan salahmu, lagipula itu hanya musibah kan?” ucapku berusaha menenangkannya.

“Mianhe Luhan-sshi.. Kalau saja ada yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku.. Walaupun harus menukar nyawaku dengan Sooyeonpun aku bersedia.. Kalau saja aku tidak seenaknya, pasti sekarang kau sudah bahagia dengannya..” kali ini aku memeluknya sambil berusaha menenangkannya, sementara dia terus menerus menangis karena rasa bersalah..

———————————

Pemakaman.

“Sooyeonie.. Ini Jessie.. Maaf aku baru menjengukmu sekarang..” ucapnya sambil duduk didekat makan Sooyeon noona, sementara aku memillih menjauh membiarkan Jessica yang masih menangis merindukan Sooyeon noona.

“Kalau saja kau tidak bandel dan mendengarkan perkataan eomma untuk tidak mendonorkan ginjalmu sudah pasti sekarang kau bahagia kan.. Dasar eonni keras kepala..” Kali ini suara isakan tangisnya tersengar lebih keras dari sebelumnya.

“Noona.. Apa kau aka membenciku kalau aku mulai menyukai kembaranmu?” gumamku sambil melihat ke arah Jessica yang masih menangis.

“Aku juga tidak tau kenapa, tapi dia sangat mirip dengamu nun, bahkan dari cara kalian tersenyum dan menangis, kalian begitu mirip.. Rasanya aku seperti melihatmu..” lanjutku sambil terus memperhatikan Jessica.

“Mianhe noona.. Tapi rasanya aku mulai menyukai Jessica.. Tolong jangan membenciku..”

saat aku selesai berbicara begitu, tiba-tiba angin sepoi-sepoi mulai menghampiriku dan disela-sela angin itu aku bisa mendengar suara Sooyeon noona.

“Gwenchana Luhan-aah.. Kalau bersama Jessica aku tidak akan membencimu..”

Kali ini aku hanya tersenyum kecil saat mendengar perkataan Sooyeon noona.

“Gomawo noona.. Aku janji akan terus menjaga Jessica..”

“Ne, jangan membuat dia bertemu denganku dan appa sebelum waktunya yah..” kali ini suara Sooyeon noona mulai mengecil dan angin sepoi-sepoi disekitarku mulai menghilang.

“Noona! Saranghae..” ucapku sambil tersenyum ke arah Sooyeon noona yang mulai terbang keatas langit sambil tersenyum ke arahku.

Kali ini aku sadar bahwa Sooyeon noona tidak bisa bertemu dengan appanya karena aku terus-terusan terpuruk karena kematiannya.

—————————————————————————————————————————————————————–

Aku tau ini ceritanya aneh dan ngegantung..

Aku tau aku ngepublish ff-nya telat..

Aku tau aku mengingkar janjiku T^T

Aku tau ini ffnya absurd dan alurnya aneh..

Tapi jangan di bashnya dan aku mohon untuk para readers buat koment.. Aku jadi mulai males bikin ff, karena tiap kali readers cuman sekedar baca, atau numpang lewat tanpa meninggalkan jejak sedikitpun T^T

Untuk para readers yang udah koment makasih yah! Koment kalian dalam bentuk apapun pasti aku terima dengan senang hati karena kalian udah meninggalkan jejak disini ^^

Dan aku akan segera mempublish ChanSica dan HunSica vers.. jadi tungguin aja yah ^^

12 thoughts on “(Sequel) Noona! Saranghae~♡ LuSica vers.

  1. wah gk nyangka seq ni. gk prnh trfkir bkal akn ada kembran sooyeon.tp kren bget…
    well ff u akn clalu ditggu thor…

  2. ohh ternyata jessica kembarannya sooyeon aku hampir sependapat sama tao kalau sooyeon yg sedang menyamar ckckck tao oppa kita sependepat tapi pendapat kita salah hahaha😀
    daebak thor😉

  3. Hua…. nyambung2 kok thor suka2 hehehehehehe akhir Happy Ending juga!! Ye…… >_< LuSica Shipper jaya ckckckckckckck JJang thor ff LuSica yg lainnya ya ckckckckc!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s