(Sequel) Noona! Saranghae~♡ HunSica vers.

hunsica sequel

Title : (Sequel) Noona! Saranghae~♡ HunSica vers.

Author: Jung Wyn Ah

Genre: Sad, Thriller (dikit)

Pairing:

♡HunSica (Sehun-Jessica)

Other cast:

-Kris

-Xiumin

-Taeyeon

Disclaimer: No Bash, No Plagiat and please comment. Yah kalian bayangin aja kalo kalian itu bikin cerita terus ada yang baca, tapi gaada yang koment itu kan nyesek banget, makanya itu tuh yang bikin banyak author kadang males bikin ff, aku juga begitu:/ Happy reading yah!

———————————————————————

Author pov’s

“Sehunnie.. Aku datang..” ucap seorang yeoja sambil berjalan masuk kedalam rumah seseorang selayaknya rumah yeoja itu sendiri.

“DASAR KAU ANAK TIDAK TAHU DIRI! Rasanya aku menyesal membesarkanmu!” teriak seseorang sambil mencoba menampars seorang namja.

“Mmembesarkanku? Bukannya aku besar sendiri, kalian mana pernah mengurusiku.” ucap namja itu dingin sambil menatap orang didepannya tajam.

“MWO?! Kau itu tidak lebih baik dari Xiumin!” ucap orang itu dengan tangan yang sudah siap untuk menampar Sehun, tapi tangannya ditahan oleh seseorang.

“Ya! Samchon! Apa yang mau kau lakukan dengan Sehun?!” ucap yeoja itu sambil setengah berteriak, sementara orang yang ternyata adalah appa Sehun dengan muka ketakutan langsung menurunkan tangannya.

“A-aniya.. Aku hanya mau memberi pelajaran pada anak ini” ucap appa Sehun sambil berjalan meninggalkan Sehun dan Sooyeon. Orangtua Sehun sangat takut dengan keluarga Jung karena keluarga Jung adalah keluarga yang paling penting di Korea Selatan, appa-nya yang sekarang menjadi mentri, serta eomma-nya yang bekerja sebagai pengusaha terkenal, bahkan perusahan Jung Corp sangat diminati oleh negara lain. Ditambah lagi keluarga Sehun takut kalau Sooyeon mengadukan perlakuan mereka ke pada eomma Sooyeon, karena appa Sehun bekerja dibawah eomma Sooyeon.

“Sehunnie.. Kau melakukan apalagi..” tanya Sooyeon sambil menatap Sehun sedih, sementara Sehun hanya tersenyum melihat kehadiran Sooyeon.

“Aniya.. Kajja kita berangkat sekarang noona..” jawab Sehun sambil menarik tangan Sooyeon keluar dari rumahnya yang terkutuk itu.

—————–

Sehun pov’s

“Untung saja Sooyeon noona datang disaat yang tepat” ucapku sambil menyetir.

“Lain kali, kalau orangtuamu begitu, harusnya kau cuekkin saja.. Aku khawatir kalau mereka bisa memperlakukanmu dengan kejam Sehunnie..” ucap Sooyeon sambil mempoutkan sedikit mulutnya.

“Bahkan sebuah tamparanpun tidak akan sesakit seperti apa yang selama ini mereka memfitnahku noona..” ujarku sambil menunduk sedih sementara Sooyeon noona megelus puncak rambutku pelan.

Yah, kejadian dimana Oh Xiumin meninggal, dan yang menjadi kambing hitamnya adalah aku, padahal semua ini kesalahan teman Xiumin hyung, Kris. Kris hyung itu seorang psikopat tinggi, bahkan aku tidak tau kenapa Xiumin hyung mau berteman dengannya.

flashback.

“Xiumin-ah, jebal.. Aku ingin sekali melihat denyutan paru-paru dari tubuh sahabatku..” ucap Kris hyung dari balik pintu, sekarang aku sedang melihat Kris hyung dan Xiumin hyung yang berada di ruang tamu dari kamarku.

“Micheosseo..” hanya itu kata yang diucapkan oleh Xiumin hyung.

“Gurae, kalau kau tidak mau, biar aku saja yang melihatnya sendiri” ucapan dari Kris hyung sempat membuatku kaget karena setelah dia berbicara begitu aku bisa mendengar suara teriakkan minta tolong dari Xiumin hyung, bahkan suara erangan kesakitannya.

“AAKKH……!! KRIS!! STOP!!” aku masih bingung harus keluar atau tidak, secara aku masih berumur 15 tahun sementara mereka sudah berumur 20 tahun! Apa yang bisa dilakukan oleh remaja labil saat melihat hal begini!

Setelah sekitar 20 menit aku berada di kamar, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dan menghentikan aksi dari Kris hyung yang gila itu.

“Kris hyung!! Apa yang kau lakukan dengan Xiumin hyung!!” teriakku saat berlari kearah ruang tamu, tapi orang yang kucari sudah tidak ada.. Tertinggal Xiumin hyung dengan tusukan di perut dan tangannya berkali-kali, sehingga banyak cairan merah pekat yang mengalir di lantai. Bahkan baunya sangatlah amis, saat aku mendekat kearah Xiumin hyung, semua bagian badannya hampir hilang, bahkan ususnya hampir keluar semua, dengan keadaan disekitar jantung yang bolong.

“H-H…Hyung….” ucapku sambil terduduk didekatnya sambil menangis. Aku melihat pisau yang digunakan Kris hyung untuk membunuh Xiumin hyung masih tertancap didaerah perutnya. Tanpa pikir panjang aku langsung mencabut pisau itu dari perutnya dan berniat untuk menyimpannya, sementara tanganku penuh dengan darah bekas pisau itu, tapi belum sempat aku beranjak dari tempatku, suara seseorang langsung mengagetkanku.

“Xi..Xiumin-ah!!” teriak eomma sambil berlari mendekat kearahku, dan langsung mendorongku dengan kasar.

“OH SEHUN! APA SALAH HYUNGMU SAMPAI KAU TEGA MEMBUNUHNYA!!” erang eomma sambil menangis dan menatapku tajam, sementara appa langsung lepas kendali dan menamparku sehingga permukaan bibirku sedikit sobek.

“T-t..ta..ta..tapi.. Bu..bukan.. aku.. yang.. membunuh.. Xiumin.. hyung…” ucapku sambil terbata-bata disela tangisanku.

“Pembohong!! Lalu kenapa ada pisau itu ditanganmu!! Dasar anak kurang ajar! Pembunuh kau!! Kau bukan lagi anakku!” teriak appa sambil menamparku lagi, kali ini tamparannya menjadi lebih keras.

#Now

“Kau itu tidak bersalah kan.. Jadi biarkan saja, selama aku ada disini tidak ada yang akan menyakitimu Sehunnie..” ucap Sooyeon noona sambil mengusap pipiku pelan, sementara aku hanya tersenyum melihatnya.

end pov’s

Sooyeon pov’s

“Yeonnie!” teriak seseorang yang suara familiar sambil berjalan kearahku,

“Taeyeon-aah! Waeyo?” tanyaku saat melihat dia setengah berlari kearahku.

“Kau tau?! Sekarang namjachingumu sedang dikerubuni oleh para fans-fansnya, apa kau membiarkannya saja??” jawab Taeyeon sambil menunjuk kearah Sehun yang sedang dikerubuni oleh sekumpulan yeoja.

“Namjachingu? Sehun bukan namjachinguku Taenggoo..” ucapku sambil tersenyum kecut.

“Jjinja?! Tapi kalian sangat dekat! Makanya aku mengira kalian itu beneran berpacaran.” jawab Taeyeon sambil membulatkan matanya.

“Mana mungkin aku menang melawan fans-fansnya yang banyak itu.. Sudah, kajja kita masuk kelas daripada nanti telatkan..” ujarku sambil menarik tangan Taeyeon untuk masuk kedalam kelas.

—————

Oh Sehun.. Namja yang selalu aku lindungi, keluarganya itu benar-benar sudah gila, bahkan Sehun seringkali dicacimaki oleh orangtuanya sendiri. Hanya karena salah paham.. Aku masih ingat saat aku berumur 12 tahun dan dia berumur 10 tahun, dengan airmata yang mengalir deras serta robekan di bibir serta memar di pipinya, dia datang kerumahku sambil menangis dan menceritakan segala sesuatu yang terjadi dengan oppanya itu.

“Sehunnie.. Kau mau pulang?” tanyaku saat melihat dia berada disekitar taman kampus dan memegang sesuatu. Saat mendengar aku memanggilnya, entah kenapa dia menjadi gugup dan langsung menyembunyikan barang yang dipegangnya.

“N-n-Noona?!.. Aigo.. Kau mengagetkanku..” ucapnya sambil terbata-bata.

“Jadi, apa yang kau sembunyikan huh?” tanyaku sambil mencoba mencari tahu barang yang dia sembunyikan.

“Aniya.. Kajja kita pulang!” ujarnya sambil menarik cepat tanganku, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dengannya.

end pov’s

Sehun pov’s

“Fiuh! Untung saja Sooyeon noona tidak melihat barang yang aku pegang ini..” gumamku pelan sambil berjalan kearah rumah terkutukku, rumah Sooyeon noona dan rumah ku memang berjarak tidak jauh, paling hanya memakan 5 menit dari rumahku ke rumahnya.

Kukeluarkan lagi sebua benda berwarna silver metalik ditanganku, serta aku memasukkan sesuatu kedalamnya, yah, sebuah pistol. Pistol yang selama ini selalu aku sembunyikan dari siapapun, termasuk Sooyeon noona. Saat sudah sampai kedalam rumah, aku langsung emnyembunyikan pistol itu dan membuka pagar rumah.

“Aku pulang” ucapku dengan malas.

“….”

“Aku bilang aku pulang!!” ucapku lagi dengan menekankan kata ‘pulang’, bukannya jawaban yang aku dapaat dari eomma dan appa-ku, malah tatapan sekilas mereka.

“Lebih bagus kau tidak usah pulang” cibir appaku kecil, tapi aku mampu mendengarnya.

“Orangtua macam apa kalian. Ada yang memberi salam tapi tidak dibalas” cibirku tajam sambil berjalan melewati mereka, tapi tanganku ditahan oleh appa.

“Hey anak muda! Jaga ucapanmu! Kau itu bukan anakku lagi, semenjak kau membunuh puteraku.” jawab appa dengan tajam sementara eomma hanya melihatku sekilas dan melanjutkan aktivitasnya.

“Hoh.. Masih berfikiran seperti itu, ketinggalan jaman sekali, coba saja kalian tidak menghabiskan waktu di club dan bersenang-senang meninggalkan anak kesayanganmu denganku dirumah sendirian, pasti kau akan tau sendiri kejadiannya seperti apa.” ujarku sambil memberikan senyuman sinis untuk appaku, baru saja dia mau melayangkan tangannya tapi sudah kutahan duluan.

“Apa yang mau kau lakukan eoh? Menamparku? Kau pikir aku takut denganmu!” tantangku sambil memperkuat cengkraman tanganku, sementara wajah appa menjadi sangat merah karena marah.

“MASUK KEKAMARMU SEKARANG JUGA!” teriakknya didepan mukaku tapi tidak membuatku takut sedikitpun.

“Tidak perlu kau suruhpun aku juga akan pergi.” ucapku datar sambil berjalan menginggalkan appa.

—————————————

Hari ini aku sudah memutuskannya.. Mengakhiri hidupku dan pergi menyusul Xiumin hyung, itu salah satu jalan terpintas terbaik untuk pergi dari dunia yang keras ini.

“Sooyeon noona, aku mau ketoilet yah, sebentar saja..” ucapku sambil berjalan meninggalkannya dari kantin.

end pov’s

Sooyeon pov’s

“Kantin? Tapi kenapa dia kearah atap sekolah?” gumamku kecil sambil melihat punggungnya yahg mulai menjauh.

Sudah hampir 5 menit dia belum kembali, padahal harusnya dia sudah kembali daritadi kan.

“SOOYEON!! Jung Sooyeon!!” sontak aku kaget karena ada yang memanggilku dengan berteriak.

“Wae?wae?” tanyaku setelah tahu bahwa yang meneriaki namaku adalah Taeyeon.

“Kau.. Ha..harus.. Pergi.. ke.. Atap.. Sekarang juga!!” ucapnya sambil terbata-bata mengatur pernafasannya.

“Ne? Memangnya ada apa?” tanyaku sambil memberikan minuman kepadanya.

“Kau tau?! Tadi aku baru keluar dari perpustakaan, dan aku melihat Sehun berjalan naik ke arah atap kampus! Dan tebak apa yang dibawanya?!” jelas Taeyeon sambil kembali mengatur pernafasannya.

“Eh? Kopi?” jawabku enteng.

“PISTOL bodoh! Dia membawa pistol ke atas atap! Cepat kau susul dia!!” ucap Taeyeon setengah berteriak sehingga aku langsung membulatkan mataku sempurna dan segera berlari kearah atap

Oh shit! Apa yang mau kau lakukan Oh sehun!” gumamku sambil mempercepat larianku.

end pov

(Setelah ini kalian kalau mau tau, liat aja yang drabblenya yah.. Aku mau langsung menceritakan kehidupan Sehun setelah ditinggal sama Jessica, ini ceritanya kejadian sebelum di drabblenya HunSica)

Sehun pov’s

Noona! Saranghae!” ucapku sambil menangis didepan patung nisan milik Sooyeon noona.

Kehidupanku setelah dia tidak ada malah makin memburuk, bahkan sudah tidak ada lagi yang bisa menemaniku atau menenangkanku.

———–..——-

“Si Pembunuh Berantai terungkap! Pelakunya adalah Kris Wu, seorang psikopat tinggi yang setiap malam selalu berjalan-jalan mencari korban. Inilah beberapa nama dari korban seorang Kris Wu:

1. Lee Jin Ki (20)

2. Kim Ki bum (19)

3. Josephine Liu (18)

4. Song Qian (16)

dan yang terakhir adalah pembunuhan yang terjadi sekitar 5 tahun lalu, korban ini merupakan korban paling menggenaskan dari semua orang yang menjadi korban Kris Wu, bernama Oh Xiumin.”

“Akhirnya terungkap juga yah.. Xiumin hyung, aku harap kau bisa tenang dialam sana..” ucapku sambil menaruh potongan koran disertai bunga mawar diatas makam Xiumin hyung.

———-

“Se..se..sehun-aah.. Maafkan appa dan eomma-mu yang bodoh ini..” ucap appa dan eomma sambil sujud dihadapanku dan menangis.

“Jadi kalian sudah membaca berita itu..” ucapku singkat, rasanya aku terlalu lelah untuk menghadapi hal seperti ini.

“Ne… Maafkan kami.. Kami benar-benar bodoh.. Mianhe Sehun-aah.. Kau adalah anak kami satu-satunya sekarang…. Kami mohon, maafkan kami berdua…” kali ini eomma yang berbicara sambil menangis tersedu-sedu.

“Gurae, kalian aku maafkan, aku mau istirahat dulu yah..” ucapku sambil membangunkan eomma dan appa dari posisi sujud mereka dan meninggalkan mereka berdua.

Setelah beberapa hari hubungan kami lumayan baik, karena aku juga mulai membuka diriku dengan mereka, selama 5 tahun tidak mendapat kasih sayang orangtua, tentu ini membahagiakanku.

“Sehun-aah? Do eoddiga?” tanya eomma sambil menyiapkan sarapan.

“Aku? Bertemu dengan yeojachinguku..”

“Jjinja? Siapa nama yeojachingu mu?” tanya appa penasaran.

“Sooyeon.. Jung Sooyeon, sudah yah appa, nanti Sooyeon noona menungguku terlalu lama” ucapku sambil meninggalkan mereka berdua yang memasang tampang iba dan sedih yang tidak aku perdulikan.

——————————————————————————————————————————————————————————–

Okeh.. Aku minta maaf kalo ini rada-rada aneh dan absurd ._. soalnya ini ff pertama aku yg nyeritain tentang flashback, makanya aku rada-rada ragu buat ngebuatnya ^^ Mohon di hargain yah.. Dan aku mau minta maaf sebesar-besarnya sama parah penyuka Kris dan Xiumin.. Yang pertama maaf karenaudah ngebuat Kris jadi psikopat disini.. Dan kedua maaf karena membuat Xiumin mati tragis disini T…T

Please comment it yeah^^

10 thoughts on “(Sequel) Noona! Saranghae~♡ HunSica vers.

  1. annyeong, thor! Salam kenal ^^
    Saya baru nemu blog ini bebrapa hari yg lalu, trus langsung aku baca beberapa ff author yg Daebak banget! Maaf banget saya baru bisa komen di ff ini. Sebelumnya saya juga udah baca Butterfly Necklace, Fogotten Love, dan Drabble FF Noona Saranghae. Semuanya baguuuus banget! Suka deh sama ff karya author!😀
    Saya tunggu ff selanjutnya yaaa, Keep Writting!🙂

  2. iya? aaah… makasih yah udah mau baca ff disini ^^😀 aku masih terbilang author rookie, karena aku masih belum terlalu bsia bkin ff, tapi kalo kamu suka syukur deh😀
    tungguin aja yah ff selanjutnya ^^

  3. Kris psikopat akut >_<
    Sehun & Sica yg jadi korbannya😦
    Setelah sekian lama baru kedua orang tuan Sehun nyadar -,-

  4. Huh… pantes banget Kris oppa jadi psikopat udh mukanya kyk setan!! #langsungditapokinsmfansnyakrisoppa. Hehehehe kasian ya Sehun oppa huhuhu😥 . Jessica eonni matinya kasian amat sih tapi g naas Xiumin oppa!! Thor ditunggu ff yg lainnya ya Jjang thor!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s