A Werewolf Boy

pizap.com13800089370271

————————————————————————————————————————–

Title: A Werewolf Boy (preview)
Author: Jung Wyn Ah
Cast:

•Jessica Jung

•Kim Suho

Other cast:

-Seo Ju Hyun

-Kim Hyoyeon

Genre: romance, sad horror (maybe..)

Disclaimer: No Bash, No Plagiat and please comment. Yah kalian bayangin aja kalo kalian itu bikin cerita terus ada yang baca, tapi gaada yang koment itu kan nyesek banget, makanya itu tuh yang bikin banyak author kadang males bikin ff, aku juga begitu:/

Happy reading^^

———————————————————————————

Author pov’s

“Omo.. Dimana ini..” gumam seorang yeoja dengan suara yang kecil sambil berusaha mencari jalan keluar dari hutan yang gelap itu.

SREK.. SREK..

“A..A..apa itu?!” ucapnya sambil setengah berteria saat mendengar ada suara gesekan dari balik semak-semak padahal dia hanya seorang diri.

Bayangkan saja, seorang diri ditengah hutan yang gelap bakan bisa dibilang tidak ada cahaya sedikit pun selain senter yang dipegang oleh yeoja itu. Ditambah lagi dengan suara geraman kecil dari balik semak-semak. Bisa dibilang sekarang yeoja itu hanya bisa diam membeku sambil terus memperhatikan semak-semak itu.

Tiba-tiba sesosok binatang besar keluar dari semak-semak tempat persembunyiannya dengan mata tertuju pada yeoja yang sekarang bergetar ketakutan itu.

“Ja-jangan me-mendekat!!” teriak yeoja itu sambil berjalan mundur, tapi sialnya dia malah tersandung ranting dan sekarang malah terjatuh terduduk.

“Jebal.. Jangan mendekat..”kali ini yeoja itu mulai menangis karena ketakukan, sedangkan binatang buas itu makin mendekat kearahnya.

“Jebal tolong aku!!!” teriak yeoja itu dengan kencang berharap ada yang bisa mendengarnya.

“AAAKKHH!!” yeoja itu mulai menutup matanya saat binatang itu malah berlari mendekatinya.

Satu detik

dua detik

sampai sekitar 1 menit yeoja itu menutup mata, tapi tidak ada tanda-tanda penyerangan dari binatang buas itu. Sampai akhirnya yeoja iut membuka matanya perlahan, tapi yang ada didepannya sekarang malah seorang namja dengan pakaian serba hitam menatapnya tajam.

“A-a-apa y-yang terjadi d-dengan b-binatang i-itu…..?” tanya yeoja itu dengan terbata-bata karena masih terkejut.

“Pergi, entahlah aku juga tidak tau.” jawab namja itu datar sambil berjalan meninggalkan yeoja itu seorang diri, tapi ternyata yeoja itu ikut bangun dan mulai berjalan emngikutinya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya namja itu saat merasa bahwa yeoja itu mengikutinya.

“A-aniya..” jawab yeoja itu enteng sambil berjalan lagi saat melihat namja didepannya mulai melangkahkan kakinya.

“Berhenti mengikutiku.” ucap namja itu tanpa melihat ke arah yeoja itu, tapi yeoja itu masih terus mengikutinya.

“Kubilang berhenti mengikutiku.” kali ini namja itu sedikit berteriak dan sempat membuat yeoja itu terkejut seikit tapi masih terus mengikuti namja didepannya iut.

“Berhenti mengikuti arahku!” lagi, namja itu berteriak tapi kali ini sambil menatap yeoja di belakangnya dengan tajam.

“M-m-mianhe! Habisnya aku tidak tau jalan pulang. Aku tersesat dan disini tidak ada orang. Lalu bagaimana kalau aku bertemu dengan binatang buas itu lagi? Bahkan hanya ada kau dan aku di hutan ini. Apalagi hutan ini sangat gelap..” jelas yeoja iut panjang lebar sambil menunduk sedih.

“Gurae, kau itu cerewet sekali!” ujar namja itu sambil berjalan lagi tapi kali ini membiarkan yeoja itu mengikutinya.

“Kau.. tidak akan menyakitiku kan?” tanya yeoja itu dengan hati-hati.

“Kau bahkan tidak tau apa yang bisa aku lakukan padamu!” jawab namja itu dengan nada dingin, tapi tidak bisa membuat yeoja itu takut.

“Aku yakin kau tidak akan menyakitiku.” ucap yeoja itu sambil tersenyum dan menyamakan langkahnya dengan namja didepannya.

“Yakin sekali kau.”

“Tentu saja aku yakin.” yeoja itu menjawab sambil tersenyum dan membuat namja disebelahnya mau tidak maupun ikut tersenyum kecil.

“Apa yang membuatmu begitu yakin?”

“Kau adalah penyelamat hidupku.” jawab yeoja itu dengan suara tawa yang riang.

“Geundae, kita dimana?” tnaya yeoja itu saat melihat sekelilingnya, tempat yang lumayan bagus bagi sebuah hutan yang gelap itu, bahkan ada mansion besar tapi sedikit seram ditengah-tengah mansion yang indah ini.

“Ini? Rumahku. Kau bilang kau tersesatkan? Besok saja kau keluar dari hutan. Ini sudah malam” jawabnya sambil berjalan menaiki tangga mansion miliknya.

“Kau tinggal sendiri..?” tanya yeoja itu dengan takut.

“Tentu saja tidak. Tenang saja, ada noonaku yang tinggal bersamaku.” jawaban namja itu membuat yeoja disebelahnya menghela nafas lega.

“Ngomong-ngomong namaku Jessica. Jung Jessica. Do?”

“Joonmyun. Kim Joonmyun.” ucap Joonmyun sambil berjalan masuk kedalam mansionnya yang bisa dibilang mirip dengan rumah-rumah yang berada di Eropa.

Jessica pov’s

Mansion ini benar-benar mirip seperti rumah halmoni-ku yang ada di Eropa. Mulai dari bangunan serta barang-barang yang ada di dalamnya. Mengingatkanku dengan halmoni-ku yang sudah meninggal.

“Joonmyun, kau sudah pulang. Apa ka- ah! Annyeonghaseyo..” ucap seorang yeoja sambil membungkuk saat melihatku, otomatis membuatku membungkuk juga.

“Annyeonghaseyo, Jessica imnida..” ucapku setelah membungkuk kepadanya.

“Kim Hyoyeon imnida, aku adalah noona dari dongsaeng disebelahku ini. Kira-kira kau siapa?” tanyanya sambil menatapku penasaran.

“A-a-aku..-”

“Dia temanku, akan menginap semalam disini, jadi noona jangan berbuat macam-macam yah” ucap Joonmyun sambil berjalan naik keatas, tapi yang membuatku penasaran adalah kenapa dia bilang pada noonaynya untuk tidak berbuat macam-macam?

“Sica-sshi, ayo kutunjukkan kamarmu..” ucap Hyoyeon unnie sambil memanggilku.

“Sica?” tanyaku singkat.

“Ne, Sica nama panggilanmu dariku. Jangan sungkan memanggilku unnie. Teman Joonmyun adalah temanku. Kajja” jawabnya sambil menarik tanganku pelan, rasanya aneh sekali dipanggil ‘Sica’ padahal dulu halmoni sering memanggilku dengan Sooyeon, nama koreaku.

—————–

“Aiish! Aku tidak bisa tidur sama sekalli!!” umpatku sambil bangun terduduk diranjang ukuran queen size ini.

“Lebih baik aku berjalan-jalan terlebih dahulu.” akhirnya aku bangun dari ranjang itu menuju balkon. Bulan purnama, kata halmoni saat ada bulan purnama pasti akan ada lolongan seekor anjing besar. Tapi aku tidak tau apa itu benar atau hanya dongeng belaka karena aku tidak pernah mendengar hal tentang itu.

Kalian pasti bingung kan, kenapa daritadi aku terus berbicara tentang halmoni-ku? Itu karena aku sedari kecil diurus olehnya. Appa dan eommaku meninggal saat aku kecil sehingga halmoni yang mengurusku. Eomma meninggal setelah melahirkanku, sedangkan appa bunuh diri karena ditinggal oleh eomma. Dan sekarang aku tinggal seorang diri karena halmoni meninggal 2 tahun lalu di dekat hutan ini lebih tepatnya. Oleh sebab itu aku kembali ke hutan ini, aku ingin mencari tahu kenapa halmoni bisa meninggal.

“Aauuh……….. Auuhh…..” tiba-tiba suara lolongan yang panjang membuatku terbangun dari khayalanku, dengan sigap aku melihat ke arah balkon dan melihat pemandangan aneh.

2 ekor serigala besar duduk di bebatuan di depan mansion ini dan mulai melolong sepuas hati mereka. Aku yang tidak tahu harus berbuat apa hanya melihat mereka dengan tubuh yang membeku. Saat aku sadar bahwa bulan purnama sudah tidak tampak lagi aku mulai memberanikan diri melihat ke2 serigala berbadan besar itu. Dan hal yang mengejutkan lagi adalah aku melihat ke 2 serigala itu berubah menjadi 2 orang yang baru ku kenal. Kim Joonmyun dan Hyoyeon unnie!

“Bagus Jess, sekarang kau berada di sarang manusia serigala, apa lagi yang bisa lebih buruk dari ini?!” umpatku kecil sambil memukul-mukul kepalaku. Kemudian aku melihat lagi kearah bebatuan dan ternyata Joonmyun masih duduk disitu, entah kenapa tiba-tiba kakiku bergerak sendiri untuk menghampirinya.

end pov’s

Joonmyun pov’s

“Bagus, sekarang bahkan aku mulai berubah bahkan sebelum adanya bulan purnama. Kendalikan emosimu Joonmyun!” ucapku sambil terus duduk di bebatuan dekat mansionku setelah kembali menjadi manusia.

Kekuatan werewolfku makin tidak terkendali, bahkan sebelum bulan purnama aku bisa menjadi werewolf! Lebih parahnya lagi aku bisa berubah sewaktu-waktu kalau emosiku mulai meninggi.

Puk.

Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku pelan, saat melihatnya ternyata Jessica yang menepuk bahuku.

“Kau belum tidur?” tanyaku sambil memberi tempat untuknya duduk.

“A..aku melihatnya.. Hal yang barusan..” ucapnya kecil dengan nada sedikit ketakutan.

“Melihat apa?” tanyaku penasaran.

“T-tapi..”

“Aku tidak takut denganmu..” ulangnya lagi, sekarang kau makin bingung apa yang Jessica bicarakan.

“Maksudmu itu apa sih?” ucapku sambil menatapnya yang mulai memucat.

“A-aku.. Aku melihat kau berubah menjadi serigala dan melolong dengan keras..” ucapannya membuatku sedikit tersedak, sial! Jadi dia melihatnya? Calm down Joonmyun.. Kau harus mengontrol emosimu.

“Memangnya kenapa kalau aku serigala?”

“Ani.. Asal kau tidak melukaiku aku tidak takut padamu..” ucapan yeoja ini benar-benar sudah membuatku gila.

“Kau adalah gadis aneh. Menjauhlah” ucapku singkat.

“Shireo! Kau kan berjanji akan mengantarkanku pulang kan?!” ucapnya dengan nada tinggi, sehingga aku sedikit kaget.

“K-kau?! Kau tidak takut aku menyakitimu?”

“Aku percaya kau tidak akan melukaiku sedikitpun..” jawabnya dengan percaya diri sambil tersenyum tapi dibalik senyumannya aku bisa melihat ketakutan yang sangat didalamnya.

“Masuk sekarang dan besok bersiaplah aku akan mengantarmu pulang.” ucapku dengan nada tinggi sambil memalingkan mukaku dari matanya.

“Memangnya ada larangan kita tidak bisa berteman?” tanyanyalagi sehingga membuatku marah.

“KUBILANG MASUK SEKARANG JUGA!!” teriakku dengan kencang sampai suaraku mulai bergema, sedangkan dia hanya diam membeku mendengar teriakkanku, tapi sesaat kemudian dia mulai berlari masuk. Saat aku ingin mengejarnya aku bisa melihat Hyoyeon noona yang menatapku iba dari jendela kamarnya.

end pov’s

Jessica pov’s

“KUBILANG MASUK SEKARANG JUGA!!” teriakkan itu mampu membuatku kehilangan kata-kata, bahkan aku tidak tahu harus berbuat apalagi. Dengan kecepatan penuh aku berlar menjauh darinya.

BLAM! (suara banting pintu ._.v)

Dia jahat sekali.. Padahal aku mengira kalau aku bisa berteman dengannya. Aku tidak masalah walaupun dia itu seorang werewolf atau apapun itu asalkan aku bisa berteman dengannya. Walau aku sedikit takut tapi aku senang bisa mendapat teman baru. Selama ini aku selalu sendirian, bahkan tidak ada yang mau berteman denganku.

——————-

“Joonmyun-sshi, apa kau sebegitu bencinya denganku?” tanyaku saat dia mengantarkanku keluar dari hutan ini. Selama perjalanan belum ada satupun kata yang keluar dari mulutnya.

“…”

“Kau benci denganku yah.. Padahal aku tidak.”

“Kau bisa diam tidak?! Kita tidak akan bisa berteman! Duniamu dengan duniaku berbeda!! Jadi diamlah dan setelah ini menjauh dariku! Jangan mendekati hutan ini lagi!!” ucapnya sambil berteriak, dapat kulihat matanya mulai berubah merah, tapi sesaat kemudian berubah menjadi cokelat hazel lagi.

“Begitu yah..” ucapku sambil tersenyum sendu.

“Baiklah aku akan menjauh darimu…” kali ini gilirannya yang memasang tatapan bersalah.

“Mianhe Jessica-sshi, aku tidak bermaksud untuk menyaki-”

“Sooyeon.” ucapku sambil memotong perkataannya.

“Ne?”

“Nama koreaku Sooyeon. Jung Sooyeon. Senang berkenalan denganmu, aku harap kau dapat menjaga kesehatanmu. Annyeong.” ucapku sambil berjalan pelan meninggalkannya yang sepertinya sedang sibuk di alam pikirannya.

end pov’s

Joonmyun pov’s

“Nama koreaku Sooyeon. Jung Sooyeon. Senang berkenalan denganmu, aku harap kau dapat menjaga kesehatanmu. Annyeong.” Sooyeon? Aku seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya, tapi dimana..

Flashback 2 years ago

“Kenapa kau mendorongku? Padahal harusnya aku yang berada di perangkap itu.” ucapku sambil mencoba membantu seorang nenek yang menggantikanku sehingga kakinya terperangkap di perangkap kaki yang tajam itu.

“Gwenchana, kau masih muda untuk meninggal, sementara umurku memang sudah tidak lama lagi..”

“Mengapa kau menolongku?!” tanyaku dengan frustasi karena tidak bisa melepaskan kakinya dari perangkap itu sementara darahnya sudah mulai banyak keluar.

“Karena kau sama denganku.. Manusia serigala kan?” tanyanya sambil tersenyum padaku walau aku tau senyumannya menyimpan kesakitan yang amat teramat sakit.

“Kau juga manusia serigala?!” belum sempat dia menjawab tiba-tiba aku mendengar banyak suara orang berteriak dan suara itu mulai mendekat.

“Siapa namamu?!” tanyaku sambil bersiap pergi, tapi tertahan karena melihatnya yang masih merintih.

“Lee Sunny, tapi bisakah aku meminta bantuanmu?” tanyanya sambil memperlihatkan sebuah foto hitam putih foto seorang yeoja yang aku tidak tau siapa.

“Kalau aku tidak bisa hidup, tolong jaga anak itu. Namanya adalah Jung Sooyeon. Dia adalah cucuku dan kalau aku meninggal berarti dia seorang diri. Bisakah kau membantuku untuk menggantikanku?” tanyanya sambil terus memegangi kakinya yang kesakitan.

“te-tentu saja, tapi aku tidak tau siapa itu.” belum sempat dia menjawab, dia malah menghempaskan nafas terakhirnya dan kerumunan orang itu mulai mendekat, tidak ada cara lain selain pergi dari situ.

#now

“Sooyeon? Sial! Jessica?! Kau dimana?!!” teriakku sambil berusaha mencari Jessica kesana kemari, tapi hasilnya aku tetap tidak menemukannya.

—————————-

3 years later.

“Kau ada dimana.. Apa kau tidak mau bertemu denganku lagi?” gumamku sambil melihat foto Sooyeon, atau lebih tepatnya lagi foto Jessica pemberian dari halmoninya itu,

Krek!

“Bau ini..?!” setelah sadar aku mulai berjalan ke arah asal suara ranting itu dan ku temukanlah sosok yang selama ini selalu ku cari.

“Je.. Ssi.. Ca?”

“Joonmyun!” ucapnya sambil memelukku erat.

“Apa yang kau lakukan disini?!” tanyaku tak percaya bahwa yang didepanku ini adalah Jessica.

“Tentu saja bertemu denganmu! Aku tidak perduli kita berbeda dunia atau apapun yang pasti aku sangat merindukanmu, bahkan kau adalah teman pertamaku!” ucapnya sambil menangis dan aku pun langsuung memeluknya.

“Nado.. Bahkan halmonimu yang menyuruhku untuk menjagamu, tapi aku malah mengusirmu..” jelasku sambil menaruh kedua telapak mataku di wajahnya dan mengusap airmatanya.

“Halmoni? Sunny halmoni?! Kau bertemu dengannya?” tanyanya dengan wajah tak percaya.

“Ne.. 2 tahun yang lalu.. Cerita yang panjang, lebih baik kuceritakan di mansionku. Hyoyeon noona merindukanmu, dia lebih suka kau yang berada di rumah di banding denganku..” jawabku sambil menggandeng tangannya dengan wajah bahagia. Yah, siapa bilang manusia serigala dan manusia biasa tidak bisa bersatu? Buktinya kami bisa kan?

———————————————————————————————————————————————————————-

Mianhe kalo bahasanya aneh dan ga beraturan, apalagi pasti banyak typonya ._.v

Maaf juga kalo ff ini ga nyambung sama genrenya.. Aku bingung mau kasih genre apa soalnya T^T

Kalau sad ini gaada sedih sedihnya sama sekali..

Kalo horor gaada yang serem disini apalagi romance.. Apa yang romantis dari kejadian di ff ini..

Mungkin ff thriller telah membuat aku kehilangan romance fells-ku ._. maaf banget yah kalo ceritanya ga sesuai harapan readers😥

6 thoughts on “A Werewolf Boy

  1. Endingnya ngegantung eon~
    Entahlah.. aku masih bingung sama ceritanya ._.v
    Di awal cerita aku malah keinget sama K-Movie yang diperanin sama Song Joong Ki & Park Boyoung wkwk
    FF yang lain cepetan dipost ya eon^^

  2. Penasaran suho mau cerita ke jessi tentang sunny itu apa>< haha.

    Nice ff thor (walau nge-gantung) hehehe

    Ditunggu ff lainnya^^ hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s