(ONESHOOT) Phone Call

hello-im-not-here-call-back-in-50-years-66180

Title: Phone Call

Author: Jung Wyn Ah

Genre: Romance, a little bit comedy

Cast:

Jessica Jung

Park Chanyeol

Note:

Yah.. karena ini judulnya phone call jadi pasti banyak pembicaraan lwt telpon ._. hehe maklumkan yah, otak aku masih rada-rada menggila  dan lagi di juga rada-rada males buat bikin ff. Karena habis kehilangan internet dan lagi masih banyak banget ff request yg masih pending. Tapi kalian tenang aja, aku pasti bakalan bikin kok, ff ini cuman selingan untuk mengisi keabsenan yang hampir 2 minggu aku buat.

Jangan Lupa RCL yah! (Read, Comment, Like) u,u

———————————————————————————————

Author pov’s

(I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!

I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan

I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!)

“Yeoboseyo?” ucap seorang yeoja sambil mengangkat telefonnya.

“Err.. apakah ini benar nomornya Jessica?” jawab orang yang menelfonnya.

“Eh? Ne, ini Jessica. Tapi kamu siapa?” tanya yeoja bernama Jessica dengan raut muka penasaran mendengar suara namja yang menelfonnya.

“Jjinja? kalau begitu baguslah hehe aku matikan yah.. Annyeong” dan setelah itu sambungan telefon itu terputus.

“Iish, siapa sih orang ini?! Menelfon tapi tidak mau memberitahu namanya.” gumam Jessica dengan kesal sambil membanting smartphonenya ke ranjang.

—-PhoneCall—-

Jessica pov’s

(I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!

I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan

I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!)

“huwaa…” uapku sambil menutup mulut dan merengangkan tanganku.

“Siapa sih pagi-pagi begini sudah menelfon?” kuraih handphone yang tertindis olehku.

“Yeoboseyo..” ucapku dengan malas.

“Annyeong Jessica-sshi! Hehe apa kau tidak sekolah? Atau jangan-jangan kau baru bangun tidur?” ,suara ini!

“Kau?! Namja yang semalam kan? Ya.. kau itu sebenarnya siapa sih?” tanyaku setengah berteriak.

“Aah! Rupanya kau mengingat suaraku yah? Syukurlah” jawab namja itu.

“Mwoya?! Cepat katakan kau itu siapa atau kumatikan telfonnya nih!” ancamku dengan kesal.

“Hahahaa, arraseo.. Aku itu satu universitas denganmu, sudah kan? Kalau mau lebih lanjut nanti aku ceritakan, tapi sekarang kau mandi dulu yah! Aku yakin kau pasti belum mandi. Bye!”

“Ya!! Apa-apaan ini?!!” teriakku dengan kesal saat tahu bahwa namja itu memutuskan sambungan telefonnya.

Terserahlah, lebih baik aku mandi daripada memikirkan namja aneh itu. Bisa-bisa nanti aku terlambat lagi.

—-PhoneCall—-

“Jessica-sshi, bisakah kau maju dan mengerjakan soal ini?” ucap Kang saem sambil melihatku dengan muka horrornya.

“Ne” jawabku dengan singkat, setelah itu aku maju dan mengerjakan soal yang ditulisnya bahkan tidak sampai 5 menit aku selesai mengerjakan soal itu.

“Sudah saem, boleh saya duduk?” tanyaku dengan muka malas.

“Kau memang pintar Jessica, tapi tolong perhatikan kelas ini. Jangan melihat ke arah jendela terus, siapa sih yang kamu lihat?” ujar Kang saem yang disambut sorak-sorai dari semua murid dikelasku sementara aku hanya bisa menatap ke arah mereka semua dengan dingin.

“Ne sonsaengnim, mianhamnida” ujarku sambil duduk di tempat dudukku.

Asal kalian tau saja yah, sebenarnya aku tidak terlalu banyak memiliki teman di universitas ini. Bahkan banyak yang takut denganku karena kata beberapa temanku aku terlalu dingin. Mau bagaimana lagi. aku muak melihat hampir semua murid yeoja di universitas ini sangat centil dan sok cantik-kecuali 4 temanku tentunya.

KRING!!

“Baiklah, pelajaran hari ini selesai, Kamshahamnida” ucap Kang sonsaengnim sambil berjalan keluar diikuti oleh beberapa orang dikelas yang mau keluar.

—PhoneCall—

(I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!

I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan

I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!)

“Cih, dia lagi” ucapku kecil sambil mengangkat telfon itu.

“Sica! Hehe itu nama panggilanku untukmu, bolehkan?” tanyanya.

“Hm..” jawabku malas.

“Kenapa kau begitu? Apa kau sakit? Atau jangan-jangan kau belum makan?” tanya namja itu bertubi-tubi.

“Mian, tapi aku bahkan tidak mengenalmu.” ucapku sambil berjalan ke arah taman, tempat yang biasa aku kunjungi.

“Geuraeyo? Nah! Kalau begitu kau bole memanggil aku Yeollie, yah sekalian hint untukmu agar mengetahuiku.” jawabnya dengan riang.

“Yeollie? Hahaha! Nama macam apa itu?” tanyaku dengan tertawa.

“Ya! Jangan menertawakan namaku! Lagipula itu hanya nama panggilan kok!” protesnya.

“Arraseo, lalu apa maumu?”

“Aku? Aku hanya ingin berkenalan denganmu, habisnya kau berbeda sih..” ucapnya.

“Kalau kau mencari yeoja-yeoja yang centil akan kukenalkan”

“Ani! Bukan yeoja seperti itu yang aku mau, tapi sepertimu.. Hehehe”

“Kalau begitu kau keberatan kalau kita bertemu?” tantangku dengan nada mengejek.

“Andwae! Jangan sekarang karena aku belum siap.” jawabnya setengah berteriak.

“Iish! Tidak perlu berteriak, lagipula kenapa memangnya? Ooh.. kau takut ketahuan kalau mukamu itu jelek yah?” ucapku lagi setengah meledeknya.

“Enak saja! Aku itu termasuk namja populer tau di universitas kita, kau saja yang tidak tahu.” jawabnya dengan bangga, baru saja aku mau tersenyum menang karena dia bilang dia itu namja populer tapi sedetik kemudian aku lupa, kalau namja populer di universitas sangat banyak.

“Kau pikir namja populer hanya kau seorang apa?” ujarku dengan sedikit kesal.

“Kau benar-benar ingin bertemu denganku yah?” tanya Yeollie.

“Ani, lupakan saja! Sudah yah! Aku harus latihan, bye!” jawabku sambil mematikan sambungan telfon dan berjalan kearah kelas universitas lagi.

—-PhoneCall—-

Author pov’s

Bruk!

“Auwh!” erang Jessica saat dia jatuh terduduk karena menabrak sesuatu.

“Yak! Kalau kau punya mata bisa kau pakai kan?!” teriak Jessica dengan mukanya yang dingin, semua yang ada disekitar sana hanya bisa menatap Jessica dan namja didepannya dengan muka khawatir.

“Hehe, mianhe tapi ini bukan sepenuhnya salahku kan?” ucap namja didepannya sambil tersenyum lebar.

“Kau! Ya! Kalau kau tidak berlari di koridor maka kau tidak akan menabrakku!!” teriak Jessica tapi kali ini lebih kencang dan berharap kalau namja didepannya takut tapi nihil. Bukannya takut namja itu malah tersenyum makin lebar.

“Gurae, hehe mianhe..” ucap namja itu sementara Jessica langsung berjalan melewati namja itu.

“Namaku Park Chanyeol!” teriak namja itu saat Jessica sudah berjalan agak jauh.

“Cih, memangnya ada yang menanyakan namamu?” ujar Jessica kecil sambil tersenyum kecil.

—-PhoneCall—-

Sudah hampir sebulan Jessica dan ‘namja’ bernama Yeollie terus bertelfon dan sering berkomunikasi. Walaupun Yeollie mengaku satu universitas dengannya namun tidak pernah Jessica menemukan namja itu.

(I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!

I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan

I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!)

“Oh? Annyeong Yeollie-ah” ucap Jessica dengan gembira saat mengetahui siapa yang menelfonnya.

“Annyeong, ada kejadian apa hari ini? Kau bahagia sekali” jawab Yeollie tak kalah gembira.

“Tentu saja, hari ini aku mendapat nilai bagus lagi dan Mom berjanji akan membelikanku mobil.” jawab Jessica.

“Jjinja? Yah.. Tapi kalau nanti kau membeli mobil lalu bagaimana kalau aku mau mengantarmu pulang? Hehe”

“Mengantar pulang? Haha! Kau bercanda? Bertemu denganku empat mata saja kau tidak mau apalagi mengantarku pulang.” ejek Jessica sambil tertawa kecil.

“Cih.. Kau mengejekku lagi huh? Lihat saja pasti aku akan memperlihatkan wujudku”

Jessica pov’s

“Cih.. Kau mengejekku lagi huh? Lihat saja pasti aku akan memperlihatkan wujudku” tiba-tiba suara seseorang bergema dari arah lorong.

“Em.. Yeollie? Apa kau tau ada seorang namja yang sedang aku sukai” ucapku sambil berjalan mengendap-endap ke arah asal suara itu.

“Benarkah? Siapa itu?” jawab Yeolli tapi beberapa saat sebelumnya suara dan jawaban yang sama kembali menggema  dari arah lorong.

“Kena kau Yeollie!” gumamku bahagia saat melihat ada seorang namja tinggi sedang bertelfonan di lorong.

“Kau tidak perlu tau siapa itu hehe yang pasti seseorang itu sangat istimewa bagiku..” ucapanku kembali terhenti saat namja itu memutar badannya tapi sesaat kemudian memutar badannya lagi, dan ternyata namja itu adalah Park Chanyeol! dengan cepat aku sembunyikan badanku dibelakang dinding.

“Aah benarkan? Berarti aku keduluan orang dong..” ucap Yeollie atau sekarang bisa aku sebut Chanyeol karena apa yang barusan Chanyeol katakan sama dengan yang Yeollie katakan.

“Tentu saja tidak” ucapku sambil tersenyum.

“Eeh? Maksudmu?” tanya Chanyeol.

“Berputarlah..” ujarku sambil keluar dari tempat persenyumbunyianku.

Setelah mendapat intruksiku Chanyeol berputar dan sangat kaget melihat aku berada didepannya.

“Annyeong Yeollie, atau perlu ku bilang Chanyeol?” ujarku dengan tersenyum.

“Je-jes.. A-Aku bisa jelaskan semuanya..” jawabnya sambil terbata-bata.

“Menjelaskan apa? Kalau selama ini Yeollie adalah Chanyeol?” tanyaku.

Chanyeol pov’s

DEG!

Pertanyaan dari Jessica sukses membuatku diam dan tidak dapat menjawab apapun, seperti ada 10 ribu jarum tertusuk di badanku.

“N-ne..” ucapku dengan hati-hati sambil menunduk.

“Hahahaha!!” tiba-tiba Jessica tertawa dengan kencang, sementara aku hanya bisa melihatnya dengan bingung.

“Kau! Hahaha! Kau harus lihat wajahmu barusan!” ucapnya disela-sela tertawa dan aku hanya terus melihatnya dengan tampang heran.

“Kenapa kau tertawa?” tanyaku saat dia mulai bisa mengontrol tawanya itu.

“Karenamu, wajahmu tadi itu sangat lucu..”

“Kau tidak marah?” tanyaku lagi.

“Tentu saja tidak, justru aku harus berterima kasih kan? Gomawo sudah masuk kedalam hidupku Chanyeol-ah..” jawabnya sambil tersenyum dengan tulus sehingga menampakkan wajah cantiknya.

“N-ne.. A-ada satu lagi Sica..” ucapku dengan gugup.

“Wae?”

“Apa kau mau menjadi yeojachingu-ku?”

“Aku mau, asalkan kau bisa membuatku belajar untuk mencintaimu..” jawabnya sambil tersenyum.

—-PhoneCall—–

“Morning Princess..” ucapku saat dia mengangkat telfonnya.

“Morning too Yeollie, apa kau sudah ada dibawah?” tanyanya.

“Ne, makanya cepatlah turun, atau jangan-jangan kau belum mandi lagi?” godaku sambil tersenyum.

“Ya! Iish tentu saja aku sudah mandi, tunggu 5 menit lagi aku keluar yah..” ucapnya sambil menutup telfon sementara aku hanya bisa tertawa kecil melihat tingkahnya. Bagaimana mungkin seorang yeoja yang ditakuti semua murid bisa bersifat kekanak-kanakkan seperti itu.

Cklek..

“Kau sudah menunggu lama?” ucap Jessica sambil menutup pintu rumahnya.

“Tidak terlalu lama, mungkin hanya sekitar 1 jam karena kau mandi sangat lama..” jawabku sambil mencium keningnya.

“Kau mengejekku lagi eoh? Aku tidak mandi selama itu ya!” jawabnya sambil memputkan kecil mulutnya dan itu membuatku sangat ingin mencubit pipinya.

“Arraseo princess, kajja. Kau tidak mau terlambat kan?” ujarku sambil menyalakan motorku.

—-

“Lihat! Chanyeol dan Jessica berpacaran!”

“Aah! Andai saja aku tau Jessica bisa secantik itu pasti aku sudah mengincarnya dari dulu!”

“Aaah Chanyeol oppa! Tapi dia cocok dengan Jessica unnie”

Kira-kira seperti itu lah yang aku dan Jessica dengan saat mereka melihat kami turun dari motor dan bergandengan tangan dengan mesra, bahkan aku dan Jessica tidak henti-hentinya tersenyum bahagia. Siapa yang akan menyangka kalau murid yang paling ditakuti disekolah bisa menjadi cantik sepertinya.

THE END

————————————————————————————————————————————————

Nah, buat endingnya.. Maap banget kalo ff ini endingnya sangat gaje dan aneh karena aku juga udah gatau mau mutusin buat ngakhirin cerita ini dimana dan akhirnya aku letakkan di sana ._.

Semoga kalian suka sama cerita ini dan gak ngelupain aku yg hampir lama menghilang :3

6 thoughts on “(ONESHOOT) Phone Call

  1. bagus thor ff’y qhu suka ,, kpan2 bkin ff ChanSica lg ya ..
    Oh ya qhu reader bru thor . Anyeong nmaku Aizuka Bangapta😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s