GONE [1]

Gone KrisSica

Tittle                 : GONE

Fanficcer          : Sirena Orfeus

Main Cast        : Jessica Jung | Kris Wu

Support cast     : Yoona | Other

Length              : Chaptered/Series/Continued

Rating               : PG-13, Teen

Genre               : Romance,

PS                    : Haai! Aku author baru disini^^ anggap aja Story ini sebagai intro xD Enjoy it! Jan lupan RCL yaa!^^

“Untaian kata tercipta dari serangkaian makna yang membekas di kepalaku. Tak ingin kubagi dengan siapapun, namun biarlah ombak mengintipnya, membuka secuil kebahagiaan yang kurasakan. Ternyata memang berbagi itu asik, namun tetap aku tak ingin di usik. Biarlah aku dan ombak yang mengetahui suasana hatiku saat ini, karena sungguh walaupun tak berarti ini cukup menyenangkan.”

***

       Aku menutup sebuah buku di depanku. Bukan sebuah Diary, namun hanya sebuah buku ukuran kecil bersampul biru yang ku sebut dengan Pury. Aku menatap sunset yang berada jauh di depanku dengan penuh senyuman. Aku suka sunset, indah namun sederhana. Hanya dengan pancaran cahayanya saat senja mampu membuat orang berdecak kagum.

Setelah sunset itu berakhir. Aku langsung berdiri dan membersihkan debu pasir yang melekat pada rok putihku, bajuku berwarna abu-abu dengan pola kotak-kotak yang sangat menarik. Seragam ini merupakan uniform sekolahku. Aku tahu bunda akan marah besar saat aku pulang terlambat hari ini. Sepulang dari sekolah, sekitar jam 5 sore, Aku langsung pergi ke pantai ini.

“Semoga bunda marahnya gak lama-lama,”

Ujarku berdoa, Aku mengayuh sepedaku menuju jalan raya. Tak terlalu banyak kendaraan berlalu lalang. Tapi tetap saja selalu banyak keda-kedai kaki lima di sepanjang trotoar. Aku terus mengayuh sepedaku sampai kerumah.

Aku mengendap-endap menuju pintu belakang untuk meletakkan sepedaku. Sekaligus menyelinap masuk, mengganti baju, lalu berpura-pura sudah tidur dari tadi. Itu lah yang berada di dalam fikiranku saat ini.

Dan sepertinya tidak sesuai dengan rencana. Seseorang menepuk pundakku. Aku menahan nafas, siap-siaplah di amuk Bunda. Perlahan-lahan Aku berbalik bersiap-siap untuk nyengir seperti biasanya pada Bunda. Namun, yang aku lihat bukan Bunda, melainkan seorang pemuda tengil yang memandangku sinis.

“Kenapa kau tersenyum aneh seperti itu? sakit gigi he?”  Ucap pemuda itu.

Aku diam-diam bernafas lega, karena bukan Bunda yang menepuk pundakku.

“Eh Kris, Kau terlihat tampan malam ini, hehe” Ucap ku sambil mengacungkan jempol.

“Kepantai lagi?” Tebak Kris. Ya itu lah nama pemuda itu.

Dan kembali aku hanya bisa memamerkan gigi putihku yang tersusun rapi. Kata Kris ada lubang kecil dipipiku, yang membuatku saat tersenyum sangat manis. Di tambah dengan mataku yang berwarna biru. Aku tidak tahu kenapa mataku ku bisa berwarna, mungkin aku anak terlantar yang terkena kutukan wkwk. Hehe, aku bukan memuji diri sendiri tapi itulah yang dia katakan saat itu. Akupun juga mengatakan bahwa matanya berwarna hijau. Seperti warna ember yang digunakan Bunda untuk meletakkan adonan pregedel! hahaha

Kris sudah terbiasa dengan kelakuan ku yang kalau kepantai selalu pulang agak malam. Aku bersyukur sekali bisa mempunyai sau…dara sepertinya.

“Kau bisa masuk, Bunda sedang makan malam,” Jelas Kris lalu dia masuk begitu saja.

“Terimakasih Kris ganteng! Luv u!” Ujarku, Aku segera menuju kamar.

Setelah mengganti baju. Aku menyusul Bunda yang duduk sendiri membelakangiku. Terdapat 2 buah rantang nasi, dan beberapa lauk pauk serta tahu dan tempe di atas piring. Aku tersenyum senang, apapun yang di masak Bunda akan sangat enak, bahkan lebih enak di banding makanan orang kaya yang menurut mereka lebih enak dari pada tahu dan tempe. Padahal tidak ada yang tahu apakah itu sehat?

“Bundaaa!”

Bunda sontak terkejut mendengar suaraku. Wanita yang hendak memasuki kepala empat itu menoleh lalu geleng-geleng.

“Apakah kau bersenang-senang?”

Aku mengangguk, lalu kembali nyengir. Bunda hanya menggeleng-gelengakan kepalanya.

“Adik-adik mu sudah tertidur, apa kau sudah makan Jessica? Makanlah segera, lalu segera tidur. Kau harus sekolah besok,”

Aku hanya mengangguk mendengar perintah Bunda, Aku menengok ke atas meja. Bunda tak menyentuh apapun makanan yang ada di atas itu.

“Bunda kenapa tidak makan?”

Bunda menggeleng. Lalu mengatakan kalau beliau telah kenyang. Aku masih curiga pada Bunda. Karena tak biasanya Bunda seperti ini. namun, ya sudah lah mungkin Bunda punya masalah pribadi.

“Bun, aku tidak lapar. Eng, tapi aku akan membawakan kue ini untuk Kris. hehe”

Aku mengambil beberapa potong kue lalu meletakkanya di atas piring kecil. Aku segera membawa kue itu ke halaman belakang. Karena Aku tau Kris sedang berada di sana.

“Kris! Ayo turun! Kenapa kau suka sekali berada diatas sana?”

Kris menoleh ke arahku lalu tersenyum, dia segera turun dari pohon lalu menyusul ku yang duduk di pinggiran balkon halaman belakang. Menurutku Kris itu tampan, sangat tampan. Dia telah ku anggap sebagai kakak ku sendiri, namun kadang ada aperasaan lain yang muncul tiba-tiba di dalam hatiku, seperti memberontak saat aku hanya menganggap Kris sebagai kakak ku, aku tak mengerti dan hanya membiarkannya.

Oh ya dia bukan kakak kandung ku, kami hanyalah anak panti asuhan senior. Haha, aku menyebutnya begitu karena hanya kami berdua anak panti asuhan yang telah duduk di SMA. Sementara adik-adikku yang lain masih mengeja huruf Abjad bersama Bunda dan Suli eonnie yang akan selalu datang ke panti untuk membantu Bunda mengajar Adik-adik.

Kris duduk di sampingku. Lalu mencomot kue yang kubawa. Aku ingin menepis tangannya namun dia segera mempilir tanganku hingga aku berteriak kesakitan.

“Aw! Sakit kris, kau! Yaaa!,” Ringisku sambil memegang tanganku yang di pelintirkannya.

“Tanggung Jawab!” tunjukku tepat di wajahnya.

“Mau banget?” Ucapnya dengan raut wajah menyebalkan.

“Ih tengil! Dasar ya. Ini sakit tau!”

Kris hanya tertawa lalu segera berlari menjauh dariku yang mungkin menurutnya dan mungkin –munurutku juga- seperti singa lapar.  Aku segera mengejarnya lalu kami berlari lari di bawah sinar Bulan. Untung panti ini berada sedikit jauh dari perumahan warga jadi semua gelak tawaku dengan Kris tak akan terdengar. Aku tak tahu kalau bunda mengintip dari dalam sambil tersenyum. Dan malam itu sangat indah saat Bintang bersinar di Langit malam.

***

Pagi pagi sekali aku sudah bangun lalu mengambil sepedaku ruang belakang. Namun apa yang kulihat? Ruang kosong tak ada isinya. Aku segera mencari Kris. Siapa tau dia yang mengambil sepedaku.

“Bunda, Apa bunda melihat Kris?”

Bunda menggeleng mendengar pertanyaanku. Tangannya terus mengusap-ngusap rambut Tao yang di penuhi sabun. Akupun segera menuju luar rumah, siapa tau Kris ada disana.

Dan dugaan ku benar. Dengan lugunya dia duduk di atas sepedaku lalu memandangku sinis. Hey! Harusnya aku yang memasang ekspresi seperti itu!

“Kenapa kau lama sekali? Aku merasa sudah setengah abad menunggumu disini,” Ucapnya seenak udel. Ih! Dia gak tau apa kalau aku mencarinya sedari tadi.

“Heh! Aku dari tadi mencari kau! Tau!” Ucapku tak kalah sengit. Dia hanya nyengir ke arahku.

“Hah? Benarkah? Hehe Mianhae, sekarang bergegaslah pamit pada Bunda! Aku tak ingin kita terlambat.”

Kali ini aku benar-benar gedeg! Dia yang akan membuatku terlambat karena ulahnya ini. Aku terpaksa menuruti perintahnya. Pamit kepada Bunda lalu menemuinya lagi. Aku berdiri di hadapannya yang duduk di atas sepedaku.

“Kris? Apa kau bisa turun? Bagaimana aku bisa membawa sepedaku jika kau terus duduk disana,” Ucapku padanya, dia menatap ku lalu mengisyaratkan aku duduk di boncengnya di belakang.

“Hah? Wae? Kau punya Cagiva sendiri,”

“Cagivaku dibengkel. Sampai Cagiva selesai diperbaiki, aku akan mengantarkanmu bolak-balik dengan sepda ini,”Ucapnya. Aku mendengus, bilang dari tadi kek! Kan aku gak kaya orang bego nanya-nanya mulu, huh!

“Iyaa, kau menjadi sopirku kan? he? Hahaha,”Candaku sambil segera duduk ke atas boncengan.

“Iya, iya”

“Kris? Apa menurutmu, Fansmu akan lari kalau kau membawa sepeda ontel seperti ini?” Ucapku menggodanya. Memang di sekolah Kris sangat terkenal. Bahkan beberapa teman kami di sekolah membuat sebuah Fans club untuk mengapresiasikan rasa suka mereka. Berlebihan memang. Namun tetap Kris tak bisa melarang mereka. Dan tahukah kalian? Kalau di sekolah Kris itu udah kaya manusia ES! Padahal aslinya jahil banget! Aku tak mengerti dengan sikapnya itu. Dia tak ingin menjawabnya. Dan akupun mengerti mungkin, dia punya masalah sendiri.

Di sekolah juga tidak ada murid yang tau kalau aku dan Kris serumah di panti. Yang mereka tau Kris anak dari seorang pengusaha terkaya di indonesia. Makanya Kris memiliki Cagiva. Orang tuanya memang sangat kaya, kalau menurutku mungkin harta keluarganya tidak akan habis 8 turunan, haha.

Kris memang lebih memilih tinggal di Panti, karena memang dia di besarkan disini. Sewaktu kecil karena Ibu Kris meninggal saat melahirkannya. Yang membuatnya ayahnya sangat terpukul dan malah memperbanyak pekerjaannya. Sementara ayahnya sangat sibuk, ayahnya tak mempercayai baby sitter jadi beliau mengantarkan Kris ke panti, karena pemilik panti, Bunda Seohyeon adalah teman dekat dari Ibu Kris. Dan tak ada yang tahu tentang hal itu. Dan aku tidak memiliki hak untuk menceritakan hal ini pada siapapun. Ya begitulah, sementara aku? Jangan bahas tentang aku.

“Mereka tidak akan lari, naik sepeda atau tidak, aku akan tetap tampan dan kece.” Ucapnya, yang membuatku ingin segera muntah darah!

“Cish, rasa percaya dirimu memang tinggi, wajah pasaran seperti wajahmu juga banyak di pasar loak” celaku yang membuatnya manyun. Haha lucu sekali, aku bisa jamin kalau fans-fans nya melihat tampangnya saat ini mungkin mereka akan menangis haru, karena akhirnya pangeran es mereka menampakkan ekspresi muka selain dengan muka sinis.

Sampai di gerbang sekolah,  aku memperhatikan sebuah papan yang di pasang tepat di depan post satpam yang menjaga sekolah elit ini. Diam-diam aku bersyukur telah bertemu Kris. Karena ayahnya lah yang telah menyekolahkan aku dan Kris di sekolah elit ini.

‘ZYES HIGH SCHOOL’

Begitulah yang tertulis disana, sekolah elit yang telah melahirkan banyak orang-orang hebat yang telah menjelajahi seluruh dunia. Dan aku berharap salah satu dari murid itu adalah aku. Aamiin.

“Jessica!? Jessica!? Kenapa kau melamun? Ayo masuk!,” Ucap Kris padaku, aku segera mengikutinya untuk masuk ke sekolah. aku dapat melihat perubahan mimik wajahnya yang semula menyebalkan menjadi sangat angkuh.

Aku segera mendahuluinya karena padangan orang-orang sekitarku sedikit –padahal banyak- menatapku sinis. Tidak semua, mungkin hanya para perempuan yang melihatku seperti itu. Namun yang paling membuatku bosan adalah tatapan para lelaki yang menggelikan itu. Bayangkan! ini terjadi setiap hari, dan sekarang di tambah dengan mata para hawa yang terlihat seperti ingin keluar dari tempatnya itu. Aku tau ini ide buruk. Tabahkan hatimu Jessica!

Aku memasuki kelas dan tampaklah sudah pemandangan yang membuatku muak, ingin ku buat mata mereka keluar dari tempatnya. Berhentilah memandangiku seperti itu! Aku merasa seperti seekor Rusa yang akan menjadi sasaran empuk dari harimau lapar.

Ku teruskan langkahku menuju tempat dudukku. Ada Yoona disana, aku tau dia juga fanatic pada Kris. Apa yang harus ku jawab? Jujur ini pertama kalinya aku dan Kris pergi bersama ke sekolah, setelah 2 tahun aku bersekolah disini.

“Sicaaaa! Kau berangkat bersama Kris? Bagaimana bisa? Lalu katanya Kris membawa sepedamu? Kau dibonceng Kris? Ahh aku juga menginginkannya! Intinya, kau harus cerita padaku sekarang juga!”

Aku menatap Yoona dengan pandangan tak percaya. What? Baru juga tadi pagi. Ini kenapa beritanya cepat banget nyebarnya? Apakah ada paparazzi disini? Sepertinya aku harus segera lari.

Tak lama datanglah Kris dengan angkuhnya memasuki kelas, dia berjalan seperti tidak ada orang di dalamnya. Aku menatap padanya dengan aura neraka. Sementara dia hanya cuek. Hampir saja aku lupa bahwa dia telah berubah menjadi beruang kutub.

Sementara Yoona terus mendesakku dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku gugup. Mau jawab apa? Aku mencari-cari alasan yang mungkin cukup kuat untuk memanipulasi Yoona.

“Eng.. tadi di jalan Cagiva PrinceIce kau itu mogok, lalu dia melihatku.. numpang deh,” Aku melihat sekilas kearahnya yang menatap ku dengan tatapan -Demi-apa-kau-berkata-seperti-itu!

“Apa kau serius?”

Aku mengangguk yakin dengan apa yang ku ucapkan. Haha pernyataan ku ini mungkin akan membuat Kris Ilfeel, siapa suruh menjebakku dengan cara kaya gini. Senjata makan tuan kan? Haha

Tiba-tiba Kris berdiri lalu berjalan ke arahku, sementara anak-anak yanglain hanya memperhatikan serta menebak-nebak apa yang akan terjadi. Anak kelas lain bergorombolan berusaha mengintip melalui jendela. Sementara Yoona yang berada di sebelahku sudah panas dingin karena belum pernah dia di hampiri oleh Kris walau lebih tepat itu aku.

“Sica? Bisa kau pergi denganku, Sebentar?”

Ucapnya spontan di tambah dengan senyum manis. Aku mendengar teriakan-teriakan fans Kris dari luar. Astaga, tampang mupeng mereka membuatku ingin tertawa. Sementara Yoona di sampingku, hampir saja mangap jika aku tak segera menyadarkannya.

“Udah Jessica ‘Sayang’ ketawanya? Bisa pergi denganku sebentar?”

Aku tau dia sedang sangat bete saat ini. dengan penekanan pada kata ‘Sayang’ mampu membuat fans-fansnya melotot tak percaya.  Sepertinya aku benar-benar akan tewas.

***

Pury’s: “Untaian kata tercipta dari serangkaian makna yang membekas di kepalaku. Tak ingin kubagi dengan siapapun, namun biarlah ombak mengintipnya, membuka secuil kebahagiaan yang kurasakan. Ternyata memang berbagi itu asik, namun tetap aku tak ingin di usik. Biarlah aku dan ombak yang mengetahui suasana hatiku saat ini, karena sungguh walaupun tak berarti ini cukup menyenangkan.”

 

To Be Continued…

 

 

 

 

 

11 thoughts on “GONE [1]

  1. bgus bget thor… critanya mnarik… & q pnsran soal pury itu… apa2 sj isi dr note kecil itu. apa2 itu sbuah kngan.. atau catatan kecil sehari2’a. ntahlahc yg psti q bkal nggu lnjutanya…
    ditggu bget y thor….

  2. Ceritanya menarik & buat penasaran para reader !
    Tapi klo bisa sedikit saran ya, pengunaan bahasanya jangan yang terlalu formal gitu, pke bahasa yg kita pke sehari-hari aja biar lebih enak bacanya & feelnya lebih dapat ! Mian, klo sarannya gak diterima !

  3. ah jinjja? gomawo eon^^
    formal? ah iya, terlalu kaku ya eon? mian ya u,u nanti aku usahain lebih kesehariharian(?) hehe.
    makasih sarannya eon^^ diterima kok^^

  4. wah baguss thor ceritanya xoxo ^^..
    aduuuhh penasaran bgt ama ceritanya, aku tunggu next chap nya thor ^^

  5. wahh..!! bagus ceritany eonn ..!!!
    ini critany di indo ya…?? bru prtama kli loh ak bca yang di indo.., hehhee..
    krisny lngsung pke sayang.. sayangan.. hahaha… ksian tuh ntar nsib jessica… haha
    dtunggu klanjutanny dan smangat ^^

  6. uwah.. author, ini keren. aku suka banget, bahasa penulisannya tuh nggak bermajas. Dan itu tuh keren banget. jadi kebawa dalam cerita ini. :)) di tunggu lanjutannya. ok! FIGHTING!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s