DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 3

jessica

 

Author : HUNHANNISSA (ANISSA SAVANA)

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan | Tiffany Hwang | Park Chanyeol

Support cast : find it by your self

Genre : romance, sad, family

Length : chapter

Kehidupanku sama seperti gadis-gadis lain pada umumnya. Harta, kedudukan, dan kehormatan semua telah kumiliki sejak aku terlahir di dunia ini. Namun, tiba-tiba seseorang yang tak kukenali merampas semuanya tanpa belas kasihan sedikit pun. Haruskah ku terima perlakuannya padaku? atau aku harus membalasnya seribu kali lipat?

Preview chapter 2
Nyonya Jung dengan langkah cepat berusaha menusukkan pisau yang ada ditangannya pada namja itu. Namun, namja itu dengan sigap mengahadangnya dengan memegang kedua tangan nyonya Jung, terjadilah aksi dorong-mendorong diantara keduanya.
“Aww” ringis namja itu ketika darah segar telah mengalir di tangan kirinya.
“Kau akan mati!!” geram nyonya Jung
“Tidak semudah itu, dasar parasit” ujar namja itu kesal
DOOORRRR!!!
“Andwaeeeee!!!”

DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 3

Jessica pov
Apa lagi yang terjadi sekarang? Setelah appa, sekarang giliran eomma yang meninggalkanku. Tubuhku gemetar, kakiku sudah tak kuat lagi berjalan, semua sarafku membeku seketika. Bahkan bisa kurasakan jantungku berhenti berdetak saat itu juga. Aku sungguh tak kuat melihat apa yang ada dihadapanku saat ini. Wanita yang paling kusayangi didunia ini, tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dari perutnya.
“e-eomma”
Bibirku bergetar, aku sungguh tak percaya menatap pemandangan dihadapanku.
“dasar keluarga parasit” ujar namja dihadapanku seraya membenarkan pakaiannya yang kusut akibat tarikan eomma. Ia kemudian melempar pistol yang ada ditangannya ke meja kerjanya. Otakku lambat mencerna ini semua. Aku takut, sungguh takut. Perlahan, kuraih tangan eomma. Sedetik kemudian, air mataku mengalir begitu deras.
“eommaaaa!!!!!”
“hiks.. eomma bangun, jangan tinggalkan aku hiks.. eomma..”
“J-jess m-mi-an k-kau ha-rus h-hidup”
Tangan eomma terlepas dari genggamanku
“eommmaaaa!!!!”

Normal pov
“bawa wanita ini keluar dan seret anak ini kekamar pembantu” perintah sang namja kepada salah satu anak buahnya.
“baik tuan”
“wae? Kenapa kau membunuh eomma!!!” teriak Jessica dengan mata yang memerah
“calm down. Kau ingat pesan eommamu? Kau bisa mati jika kau tetap seperti ini” ujar namja itu santai
“aku tidak takut mati, jika aku mati sekarang pun aku rela. Tapi aku tidak rela jika kau tetap hidup setelah menghancurkan keluargaku” teriak Jessica
“diam!!” bentak sang namja
Mata jessica membulat ketika dua orang pegawai menahan tangannya serta dua orang lainnya mengangkat jasad eommanya.
“mau apa kalian” geram Jessica seraya berusaha melepaskan tangan kedua orang itu dari lengannya.
“ya!! Lepaskan!!” teriak Jessica saat tubuhnya diseret oleh kedua orang itu.
“eomma!!”
Tangan Jessica kini terulur kedepan untuk menggapai sang eomma. Namun apa daya, jarak mereka terlalu jauh. Jessica hanya bisa melihat seraya meneriakki sang eomma yang perlahan menjauh dari hadapannya karena pengawal itu membawa sang eomma pergi dari sana.
“lepas, dasar bajingan” teriak Jessica
“sebaiknya kau diam anak kecil”
Brukk
Tubuh Jessica terjatuh membentur lantai saat kedua orang itu mendorongnya. Sesaat kemudian mereka menutup pintunya. Dengan cepat Jessica meraih kenop pintu itu. Matanya membulat sempurna ketika ia mengetahui bahwa ia dikunci diruangan itu.
“buka pintunya!!!” teriak Jessica seraya menggedor pintu itu dengan kuat.
“buka pintunya!!! Hiks hiks”
Air mata Jessica tak henti-hentinya mengalir membasahi wajah cantiknya.

Jessica pov
1 jam sudah aku terus berteriak sampai rasanya leherku serasa ingin putus. Suaraku sangat parau saat ini.
“kumohon buka pintunya” ujarku pelan. Kini, tubuhku sudah terjatuh dilantai. Dengan sisa tenaga yang kumiliki, aku kembali mengetuk pintu itu. Aku rasa, sekarangpun aku tak kuat lagi untuk menagis. Tubuh dan fikiranku sudah sangat lelah menghadapi semua ini. Bahkan jika sekarang mereka ingin membunuhku, aku hanya bisa diam.
Sedetik kemudian, bisa kuarasakan pandanganku mulai menggelap.

Normal pov
“yeobo, kumohon lepaskan dia. Dia tak bersalah” ujar seorang wanita pada namja yang tengah membaca buku tebal dimejanya.
“tuan Xi, dia pingsan” ujar seorang lelaki bertubuh besar pada sang namja yang membaca buku tadi.
“yeobo, pasti dia kelelahan. Kasihanilah dia” mohon wanita itu.
“hah, baiklah. Kau saja yang urusi dia. Tapi ingat, jangan lepaskan dia”
“ne” ujar wanita itu kemudian berlalu meninggalkan suaminya.

Nyonya Xi pov
Ku buka pintu kamar ini dengan hati-hati. Betapa terkejutnya saat kulihat seorang gadis kecil tergeletak di lantai. Ku hampiri gadis kecil itu. Kurengkuh tubuhnya. Tanpa kusadari, senyumanku mengembang menatap wajah cantiknya. Entah, hatiku merasa seperti tersayat menatap wajah gadis ini. Seolah-olah aku juga merasakan penderitaan yang gadis ini rasakan. Tragis memang. Gadis kecil sepertinya yang seharusnya bermain dengan kedua orang tuannya, malah harus menanggung beban yang sangat menyiksa ini. Ku angkat tubuhnnya dan meletakkannya diatas kasur. Ku belai rambutnya kemudian ku kecup keningnya. Kenapa jantung ini berdebar kencang saat melihatmu, nak.

Jessica pov
Ku buka mataku perlahan. Seberkas cahaya tampak memasuki indera penglihatanku. Ku arahkan pandanganku ke sekitar. Ternyata, aku masih di tempat ini. Kupegang kepalaku yang terasa sakit.
“kau sudah bangun rupanya” ujar seorang wanita yang tak kukenali.
“aku nyonya Xi. Tadi kau pingsan”
Aku hanya mengangkat sebelah alisku.
“makanlah buburnya” ujarnya tersenyum
“aku tidak mau”
“jangan begitu. Ajjumma suapin ne”
Aku menatap wajahnya. Entah mengapa, aku merasakan ada perasaan nyaman didiriku saat melihat senyumannya. Perlahan aku mulai membuka mulutku. Satu sendok bubur akhirnya masuk kedalam mulutku.
“kau harus makan yang banyak ne” ujarnya tersenyum
“kamsahamnida” ujarku tersenyum
“ne, sayang. Jangan menyerah pada keadaan. Kau harus kuat” ujarnya seraya membelai rambutku
“kau, mulai sekarang bisa bekerja dirumah ini untuk membayar hutangmu” ujar tuan Xi yang tiba-tiba menghampiri kami.
“apa maksud anda?”
“kau bisa tinggal disini dan menjadi pembantu. Aku telah berbaik hati padamu”
“a-aku tidak mau”
Jujur saja aku sangat takut dengan orang ini.
“ya, ya, terserah padamu. Kalau aku jadi kau, aku akan menerimanya karena sekarang aku tidak punya tempat tinggal”
Aku pun memikirkan sejenak ucapannya. Ya, dia benar. Saat ini aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi.
“b-baiklah”

 

Normal pov
Jessica kini tengah sibuk dengan alat-alat kebersihannya. Ia tengah merapikan ruang tamu dirumah besar ini. Bagaimanapun ia sadar, sekarang kehidupannya telah berubah. Tak pernah sedikitpun terlintas dalam fikirannya, jika ia akan hidup seperti ini. Tanpa ada kedua orangtua di sampingnya, padahal sekarang Jessica sangat membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya. Namun, ia bertekad akan hidup dengan baik. Ia tak ingin membuat kedua orangtuanya bersedih disana. Kata-kata terakhir sang eomma merupakan sumber kekuatan Jessica sampai saat ini. Satu kalimat singkat, namun mempunyai makna yang mendalam bagi Jessica.
‘kau harus hidup’
“ya!! Appo!!” teriak seorang namja dengan posisi terduduk dilantai.
Jessica yang mendengar suara kegaduhan, langsung menghampiri namja itu.
“mari kubantu” ujar Jessica seraya mengulurkan tangannya. Namja itu menerima uluran tangan Jessica.
“apa kau tidak bisa mengepel hah?!!!” bentak namja itu
Sedetik kemudian raut wajah namja itu berubah, ia sangat terkejut melihat apa yang ada dihadapannya saat ini.
“k-kau???”

TBC….

Anyeong!!! I’m back!!🙂 semoga kalian suka ya dengan ceritanya. Mian kalo alurnya buat kalian bingung. Maaf juga kalo ada kesalahan penulisan. Disini umur Jessica masih belasan, ya sekitar SMP deh. Sementara Baekhyun 2 tahun lebih muda dari Jessica. Aku seneng deh kalian udah mau komentar🙂 gomawo ne. Semoga kalian gak bosen baca ff aku. Happy reading🙂 mian ya klo masih pendek. aku cuma gak mau kalian bosen bacanya🙂

 

 

5 thoughts on “DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 3

  1. eomma luhan baik bnget >< gk kyk ayahny sma luhanny yg sikapny ksar gitu…
    pnasaran ama reaksi luhan .., ntar dia ngeapain jessica ..?? hah, smoga ajj jessica gk dkasih pkerjaan yg brat-brat..
    dtunggu klanjutanny thour dan smangat ne ^^

  2. Daebak chingu…., ditunggu next chapterx ne!! Penasaran sm reaksinya Luhan Oppa…., Oh iya chingu jgn pendek2 ne…,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s