YOU ARE MINE

1402210872988

Author : HUNHANNISSA (ANISSA SAVANA)

Main Cast : JESSICA JUNG | XI LUHAN | OH SEHUN | KWON YURI

Support cast : find it by your self

Genre : romance, friendship, hurt

Length : chapter

Happy Reading🙂

YOU ARE MINE

Angin musim semi mulai menyapa di setiap sudut kota Tokyo, pagi ini bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Dahulu, bunga-bunga didominasi dengan warna cokelat. Namun kini warna cokelat itu telah berganti dengan warna-warna yang menyejukkan mata. Bunga sakura yang kemarin layu, kini bermekaran dan mulai berjatuhan. Betapa indahnya kuasa Tuhan yang telah merubah musim gugur menjadi musim semi yang menyenangkan.
Seorang pria tengah berjalan di bawah pohon sakura dengan lukisan senyuman di wajahnya. Pria itu tidak henti-hentinya mengeluarkan senyumannya. Matanya yang indah tak berhenti menatap bunga-bunga sakura yang kini menghiasi sepanjang jalan yang dilalui pria itu. Sesekali, pria itu menutup kedua matanya dan merentangkan tangannya untuk menikmati hembusan angin musim semi. Pria itu adalah Xi Luhan, biasanya orang-orang memanggilnya dengan sebutan Luhan.
Tiba-tiba tubuh pria itu membeku. Kedua ekor matanya tak bisa berkedip melihat sesosok gadis berkulit putih bak salju, berambut blonde gelombang, dan bermata cokelat. Sungguh indah ciptaan Tuhan. Dia adalah gambar yang sempurna. Luhan yang telah lama mengidam-idamkan sosok gadis bernama Jessica. Jessica, diam-diam gadis itu telah berhasil mencuri hati seorang Xi Luhan. Luhan yang selama ini dikenal sulit untuk jatuh cinta, Luhan yang selama ini tidak peduli dengan wanita dan Luhan yang selama ini merasa mampu menjalani hidup tanpa seorang wanita disisinya. Tanpa sadar, Luhan telah mematahkan kata-kata yang ada dipikirannya. Kini, Luhan berubah menjadi Luhan yang begitu memperdulikan Jessica, Luhan yang kini mudah jatuh cinta pada Jessica dan Luhan yang merasa tidak dapat hidup tanpa Jessica disisinya.
1, 2, 3… kini Jessica telah berjalan melewati Luhan. Luhan hanya bisa memandangi Jessica tanpa berkedip. Jantungnya kini berdegup dengan kencang. Tiba-tiba, Jessica melirik ke arahnya. Ia tersenyum tipis seraya menganggukan kepalanya tanda sapaan seorang Jessica kepada Luhan. Ingin rasanya Luhan menghentikan Jessica dengan menyentuh tangannya. Merengkuh tubuh kecilnya dan mencium aroma tubuhnya. Namun, Luhan tidak bisa melakukan itu. Entah, untuk berbicara dengannya saja Luhan mati-matian untuk tidak gugup. Jangankan untuk bicara, bertatapan saja Luhan tidak kuat berlama-lama. Luhan memang telah menganggumi Jessica sejak awal pertemuannya, sudah 2 tahun Luhan menyimpan rasa cintanya pada Jessica. Awalnya, ia berusaha untuk membunuh cintanya. Namun, semakin ia mencoba membunuhnya, ia justru tak kuasa. Malah, cintanya semakin kuat menghinggapi hati Luhan.
Di kampus…
Jessica melangkahkan kaki menuju tempat duduknya. Hingga sebuah suara yang familiar bagi Jessica memasuki gendang telingannya.
“Jess!!” teriak Yuri yang merupakan sahabat dekat Jessica.
“apakah aku terlambat?” ujar Jessica yang tengah duduk di tempatnya seraya membuka sebuah buku tebal bertuliskan ‘I want to be a desiner’
“kau bercanda Jess, mana mungkin seorang Jessica siswi juara satu umum di Tokyo University bisa datang terlambat?”
Jessica hanya tersenyum tipis
“Jess, aku sangat malas kuliah hari ini. Hah, kalau saja ayahku tidak ada dirumah, kupastikan sekarang aku masih ditempat tidurku memimpikan seorang Xi Luhan”
“kau selalu seperti itu”
“Jess. Bagaimana kalau kita membolos? Aku benar-benar bosan” runtuk Yuri
“kau salah orang Yuri”
“hah, kau benar. Seorang Jessica mana mungkin mau membolos”
“sudahlah, nikmati saja kuliah kita hari ini” ujar Jessica tersenyum
“hah, apa kau tidak lelah Jess membaca buku-buku tebal itu?”
“tidak”
“Jess! Kau itu membuatku sebal saja” runtuk Yuri

Luhan hendak memasuki ruang kelasnya kalau saja sebuah tangan tidak mengintrupsi gerakannya.
“hai, Lu” ujar seorang pria tinggi, berkulit putih pucat dan berwajah tampan. Sehun, nama pria itu. Dia adalah teman dekat Luhan. Usianya lebih muda 1 tahun dari Luhan.
“S-Sehun?” ujar Luhan terkejut
Sehun tersenyum sangat manis “mulai sekarang aku akan menjadi mahasiswa teladan disekolah ini, Lu”
“apa? Apa aku tidak salah dengar?”
“tidak, Lu. Bersiaplah kau untuk ku kalahkan”
“cih, apa kepalamu terbentur?”
“mungkin” ujar Sehun, kemudian berjalan memasuki ruang kelasnya meninggalkan Luhan yang menatap Sehun bingung.
“apa yang terjadi padanya?”
Seketika kelas menjadi hening dengan masuknya Mr. Kris yang merupakan guru bahasa asing di sekolah ini. Satu jam pelajaran mulai berlangsung. Sehun, pria itu sudah sangat bosan dengan pelajaran Mr. Kris.
“Lu, apa kau kenal Jessica?”
“J-jessica?” ujar Luhan terkejut
“ehm, dia adalah junior kita”
“a-aku tidak mengenalnya. Tapi, aku pernah melihatnya. Kenapa?”
“ah, kau tau Lu, sepertinya aku sangat menyukainya, tidak, tapi mencintainya” ujar Sehun tersenyum
“apa???” teriak Luhan, yang sontak membuat seluruh siswa menatap ke arahnya tak terkecuali Mr. Kris.
“You, get out!!” teriak Mr. Kris
Di kantin…..
“Jess, kau mau makan apa?” ujar Yuri
“tidak, aku tidak lapar”
“cih, pantas saja tubuhmu kurus Jess”
“kau ini” ujar Jessica dengan wajah yang ditekuk
“hahaha, aku hanya bercanda. Kau akan ku pesankan roti, ya? Sekarang kau hanya perlu mencari meja untuk kita tempati”
Jessica menelusuri pandangan ke sekelilingnya, mencari meja kosong untuk dirinya dan Yuri. Namun, semua meja tampaknya telah terisi penuh oleh para mahasiswa.
“kau menemukannya, Jess?” ujar Yuri yang masih sibuk mengantri untuk mengambil makanan mereka.
“tidak”
Yuri menyapu pandangannya ke sekitar kantin. Tiba-tiba senyum menghiasi wajahnya
“Jess, disana ada tempat kosong” tunjuk Yuri pada salah satu meja yang ditempati 2 orang pria
“a-apa? Tidak, kau tidak lihat ada orang yang duduk disana”
“tapi kursinya masih tersisa dua, Jess. Sudah sana, lagipula aku jadi bisa melihat Luhan dari dekat” ujar Yuri tersenyum
“kau ini” kesal Jessica.
Dengan langkah ragu Jessica mulai menggerakan kakinya menghampiri dua orang pria yang tengah sibuk melahap makan siang mereka.
‘haruskah aku duduk disini? Bahkan jantungku ini terasa ingin keluar dari tempatnya’ batin Jessica
Sementara itu…
“Lu, kenapa kau marah?”
“….”
“kau sendiri yang berteriak, sehingga kita dikeluarkan dari kelas Mr.Kris”
“ya! Itu semua karenamu, bodoh” teriak Luhan kesal
“apa kau bilang? Jelas-jelas kau yang bodoh, berteriak ditengah-tengah pelajaran”
“Sehun, kalau saja kau tidak mengajakku mengobrol. Pasti aku tidak akan malu seperti ini”
“reaksimu saja Lu, terlalu berlebihan”
“kau!!” geram Luhan
“permisi” ujar seorang gadis yang tengah berdiri di depan Luhan dan Sehun.
‘astaga, Jessica? Ah, bagaimana dia bisa disini?’ batin Luhan
“Je- Jessica?” ujar Sehun terkejut
“a-apa boleh aku bergabung disini?”
“tentu” ujar Sehun tersenyum
“kau sendiri?” tambah Sehun
“tidak, aku kesini bersama Yuri. Ah, itu dia” ujar Jessica tersenyum
“hai, maaf kami mengganggu kalian” ujar Yuri tersenyum
“tidak, justru kami malah sangat senang. Ya kan Lu?”
“i-iya” ujar Luhan tersenyum
Mendadak suasana menjadi hening. Jessica, ia tengah sibuk membaca novelnya. Yuri, ia tengah sibuk memakan makanannya seraya menatap sosok Luhan. Sementara Luhan dan Sehun, mereka sibuk memandangi wajah serius Jessica yang tengah membaca bukunya.
“ehm, kau tidak makan Jess?” ujar Yuri memecah keheningan diantara mereka
“nanti saja” ujar Jessica tanpa mengalihkan pandangannya pada buku tebal didepannya.
Yuri mulai kesal, ia akhirnya merebut buku tebal milik Jessica.
“ya!! Yuri, apa yang kau lakukan?” ujar Jessica kesal
“makanlah, nanti aku akan mengembalikan bukumu”
Jessica hanya bisa merengut, dan memakan roti dihadapannya dengan wajah ditekuk.
“kau sangat lucu Jess” ujar Sehun tersenyum
“a-apa?” ujar Jessica bingung
“Jess, pulang kuliah nanti apa kita bisa bertemu? Aku ingin mengantarmu pulang” ujar Sehun
“tapi, Yuri me-“
“ah, Jessica sangat senang mendengarnya. Kau ingin ikut Sehun kan?” ujar Yuri kemudian mengedipkan matanya ke arah Jessica.
“t-tapi”
“aku duluan” ujar Luhan
“ya!! Kau mau kemana Lu?”teriak Sehun
“ah, Jessica nanti pulang kuliah aku akan menunggumu di taman” tambah Sehun kemudian ia pergi menyusul Luhan yang tengah berjalan mendahuluinya.
‘Aku ingin menyembunyikanmu dalam pelukanku Jess, sehingga tidak ada yang bisa melihat dirimu (Aku sangat serius)
Semua mata yang ingin dirimu membuat angin kasar dan berputar timbul dalam diriku
Sebuah bayangan hitam terbangun dalam diriku
Kembang api meletus di mataku yang melihat dirimu
Aku menjadi sedikit ganas, karenamu Jess’ batin Luhan
Sepulang kuliah, Jessica menunggu Sehun ditaman. Sebenarnya, Jessica tidak ingin pergi dengan Sehun karena ada masalah yang menyita pikiran Jessica, yaitu Luhan. Kenapa Luhan bisa bersikap seperti itu tadi? Pertanyaan itu terus saja menghiasi kepala Jessica.
“kau sudah lama menungguku Jess?” ujar Sehun yang membuyarkan lamunan Jessica
“ah tidak, aku baru datang”
“ah, maafkan aku. Ayo kita pulang”
Mereka melangkahkan kaki menuju halte bus. Tidak lama kemudian, bus yang mereka tunggu akhirnya datang. Mereka memilih tempat duduk yang berada paling belakang.
“Jess, kita pergi jalan-jalan bagaimana?”
“ah, apa tidak membuang waktumu?”
“tentu tidak. Aku sudah lama tidak jalan-jalan”
“baiklah”
Sampailah mereka di sebuah taman kota, mereka memutuskan untuk duduk di salah satu kursi di pinggir taman itu.
“Jess, kau ingat saat pertama kali kita bertemu?” ujar Sehun
Jessica menoleh ke arah Sehun dengan tatapan bingungnya. Sehun hanya membalas dengan tersenyum tipis.
Flashback
Siang itu, hujan telah mengguyur kota Tokyo. Terlihat dua orang yang tengah berteduh disebuah halte. Sang gadis tak henti-hentinya menatap rintikkan hujan yang jatuh membasahi tanah dengan wajah sedihnya. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat pulang kerumah dan membaca buku-buku novel yang belum ia selesaikan, namun niatnya harus diurungkan karena hujan tiba-tiba mengguyur kota Tokyo.
“sepertinya, hujan tidak kunjung reda?” ujar seorang pria yang tengah berdiri di samping gadis itu.
“i-iya” ujar gadis itu dengan sedikit terkejut
“aku Sehun, siapa namamu?”
“aku Jessica”
“ah, kau juniorku dikampus rupanya. Ehm, kau mau ku antar pulang? Kebetulan aku membawa payung”
“a-ah, tidak kak, aku tidak mau merepotkanmu”
“tidak. Ayo!” ujar Sehun tersenyum
Sepanjang perjalanan, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka. Sehun, pria itu entah mengapa seperti telah tenggelam dalam pesona seorang Jessica Jung. Ya, kini jantungnya berdegup sangat kencang. Matanya tak berkedip memandang wajah gadis disebelahnya. Sehun baru menyadari kalau dirinya telah jatuh cinta pada Jessica. Sesekali, ia tersenyum bahagia. Bahkan disaat dingin menusuk kulit, Sehun tidak dapat merasakannya karena ia pikir ia telah berada disamping mentari yang sinarnya mampu menghangatkannya.
Flashback end
“Jess, aku mencintaimu” ujar Sehun seraya menatap dalam manik mata milik Jessica
“k-kak?” ujar Jessica terkejut

TBC…..

PLEASE COMMENT🙂

8 thoughts on “YOU ARE MINE

  1. Luhan cpt tembaak sica nnt k buru sehun pst kl luhn nembak laangsung d terimaaa sm sica

  2. Luhan di dahului ama Sehun ._.
    Apa Sica nerima cinta Sehun?
    Yuri suka ama Luhan, tapi Luhan & Sehun suka ama Sica!
    yg jadi pertanyaan sapa namja yg membuat jantung Sica berdebar-debar ya??
    next chapt thor🙂

  3. Gregetan sama sehun -__-”
    Luhan ayo nyatain perasaanmu sama jessica.
    Sica itu kenapa kok kepikiran sama luhan?? Jangan2 dia suka sama luhan😀
    Chap selanjutnya ditunggu segera thor.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s