DESIRE, LOVE, AND LIFE CHAPTER 5

Author : HUNHANNISSA (ANISSA SAVANA)

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan | Tiffany Hwang | Park Chanyeol

Support cast : find it by your self

Genre : romance, sad, family

Length : chapter

0

Kehidupanku sama seperti gadis-gadis lain pada umumnya. Harta, kedudukan, dan kehormatan semua telah kumiliki sejak aku terlahir di dunia ini. Namun, tiba-tiba seseorang yang tak kukenali merampas semuanya tanpa belas kasihan sedikit pun. Haruskah ku terima perlakuannya padaku? atau aku harus membalasnya seribu kali lipat?

Taeyeon pov

“arghh pabo, bisa-bisanya aku menabrak orang”
Saat ini aku tengah berada dirumah sakit. Aku tak sengaja menabrak seorang yeoja yang hendak menyebrang tadi. Aish, ku kira aku sedang sial hari ini.”
“maaf, apa anda keluarga pasien?” tanya seorang suster padaku
“a-aku, temannya”
“ah begitu, pasien sudah sadar. Anda bisa menjenguknya sekarang”
“ne, kamsahamnida” ujarku tersenyum

Ku langkahkan kakiku menuju kamar dimana yeoja itu dirawat.
“anyeong” sapaku
“d-dimana aku?”
“k-kau dirumah sakit. Mian, aku tadi m-menabrakmu” ujarku gugup
“gwechana. Kenapa kau tidak melindasku saat itu?” ujarnya dengan tatapan kosong
Sontak mataku membulat mendengar ucapannya.
“a-apa maksudmu?”
“aku tidak ingin hidup lagi”
“wae? Kenapa kau bilang seperti itu?” ujarku bingung
Dia tersenyum sinis “aku, ditakdirkan untuk mati. Tempatku bukan disini” ujarnya dengan air mata yang berderai.
“a-aku tidak mengerti. Apa kau mau menceritakannya padaku?”
‘pabo Taeyeon. Untuk apa kau ikut campur dengan masalahnya’ batinku
“hah, untuk bercerita saja aku sudah muak”
“ya, baiklah. Aku akan menunggumu disini”
“…”
Kulirik jam di dinding rumah sakit ini.
“sudah jam 11 malam” gumamku.
Aku mulai menjatuhkan tubuhku di kursi yang terletak di sudut kamar. Lalu, aku mlai memejamkan mataku.
PRANGGG!!
Tak lama kemudian kudengar suara pecahan gelas. Aku langsung membuka kedua mataku. Mataku membulat setelah melihat yeoja itu tergeletak dengan darah bersimbah ditangannya. Disekita yeoja itu terdapat pecahan gelas yang berserakan. Dengan cepat ku panggilkan dokter unuk menangani yeoja itu.

Luhan pov
Hah, sudah pagi rupanya.
Aku merentangkan otot-ototku sejenak kemudian ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahku ini. Ah, semua ini gara-gara Tiffany. Semalaman aku menemaninnya hanya untuk mendengarkan kisah-kisahnya yang tak penting itu. Alasanya? Cih, sungguh tidak penting. Dia berkata bahwa sepasang kekasih harus tahu kisah hidup pasangannya masing-masing. Ck, sungguh memuakan. Sebenarnya, ada sesuatu yang masih menganggu fikiranku. Jessica, ya. Apa dia baik-baik saja? Dari semalam aku belum bertemu dengannya. Ah, sudahlah. Lagipula untuk apa aku memikirkannya kalau dia sudah memiliki namjachingu. Jujur saja, aku melakukan ini semua karena aku cemburu mendengar percakapannya sewaktu lalu. Dan puncaknya, ketika aku mengikutinya pergi ketaman saat dia tak ingin menemaniku. Hatiku sungguh sakit melihatnya berpelukan dengan namja itu.

Setelah selesai, aku beranjak ke ruang makan. Cacing-cacing diperutu ini sudah berteriak sejak tadi.
“morning eomma” sapaku ketika melihat eomma sedang meletakkan beberapa makanan di meja. Ku lihat kesekelilingku. Tak ada kehadiran Jessica disini.
“Luhan-ah, panggilkan Jessica. Dari tadi eomma belum melihatnya”
“n-ne”
Aku pun pergi kekamarnya.
“Jessica”
“Jessca, bangun” teriakku
“aish, kenapa dia tidak membuka pintunya?” ujarku kesal
Ku raih kenop pintunya
“oh, tidak dikunci”
Ku langkahkan kakiku menuju kamarnya
“tidak ada siapa-siapa”

Aku pun memutuskan untuk kembali ke meja makan.
“mana Jessica?”
“dia tidak ada dikamarnya eomma”
“mwo?? Kemana dia?”
“mungkin dia sedang jalan-jalan”
“anyeong”
Mataku membulat elihat yeoja dihadapanku.
“Tiffany?” ujarku terkejut
“ne, anyeong. Tiffany imnida”ujarnya tersenyum
“oh, kau temannya Luhan?”
“n-ne? Ah, Lu, kau belum cerita pada eommamu ya? Aku k-“
“dia temanku eomma. Aku mengundangnya untuk sarapan disini. Tidak apa kan eomma?”
“oh tentu. Kenapa kau tidak bilang kalau kau mengundangnya?”

Tiffany pov
‘mwo?? Apa?? Temannya dia bilang?? Ku harap dia hanya bercanda’ batinku. Aku menatap Luhan tajam.
“m-mian. Luhan-ah, bisa kita bicara sebentar?”
“ne”
Kami pun telah berada dikamarnya.
“apa-apaan kau ini? Aku ini kekasihmu bukan temanmu” ujarku kesal
“bisakah kau tidak membuat pagiku kacau hah?”
“apa maksudmu?”
“eomma tidak mengizinkanku berhubungan dengan siapapun saat ini. Kau tahukan usia kita masih 15 tahun” ujarnya ketus
‘t-tapi, aku tidak mau bersembunyi. Aku akan menceritakannya pada eommamu”
“terserah padamu mau menceritakannya tapi hubungan kita akan berakhir hari ini juga” ujarnya seolah tak peduli. Ia meninggalkanku dikamarnya.
“cih, orangtuamu sungguh kolot” ujarku kesal kemudian pergi menyusulnya.
Normal pov
“jadi kau anak tuan hwang?” tanya tuan Xi
“ne” ujar Tiffany tersenyum
“ah, aku sangat mengenal baik orangtuamu. Ayahmu sungguh pekerja keras, sehingga dia bisa membangun perusahaan yang besar seperti sekarang” ujar tuan Xi tersenyum
“ne, appa sangat pekerja keras” ujar Tiffany tersenyum
“sampaikan salamku pada appamu ne”
“ne”
“oh, iya kenapa Jessica belum datang juga?” tanya nyonya Xi
“molla” ujar tuan Xi
“nuguya?” tanya Tiffany
“hanya pembantu disini” jawab tuan Xi
“oh” ujar Tiffany
Ting Tong
“sebentar, eomma buka pintunya” ujar nyonya Xi

“anyeonghaseyo”
“anyeonghaseyo”
“maaf, apa ini kediaman keluarga Xi?”
“ne. Saya nyonya Xi”
“ah, begini. Saya dari kepolisian kota Seoul. Saya ingin mengabarkan kalau salah satu keluarga ini yang bernama Jessica Jung mengalami kecelakaan dan meninggal dunia”
DEG
Tubuh nyonya Xi seketika melemas. Perlahan, tubuhnya membentur lantai. Air mata mulai mengalir dari matanya.
“t-tidak mungkin” lirih nyonya Xi
“maaf, jenazah Jessica kini tengah berada dirumah sakit. Namun tidak bisa dilihat, karenanya tubuh hancur akibat terlindas sebuah mobil truk”
“mwo?? Andwaee!!! Jessica!!” teriak nyonya Xi
“ada apa ini?” ujar tuan Xi, diikuti oleh Luhan dan Tiffany yang berada dibelakangnya.
“apakah anda tuan Xi?” ujar polisi tersebut
“begini, semalam Jessica Jung mengalami kecelakaan dan ia telah meninggal”
“mwo??” ujar tuan Xi terkejut

Luhan pov
“begini, semalam Jessica Jung mengalami kecelakaan dan ia telah meninggal”
DEG
Tubuhku gemetar. Kedua kakiku terasa lemas. Tanpa kusadari, tubuhku telah membentur lantai. J-jessica? Tidak mungkin. Apa lagi ini?
“Luhan-ah, wae?” ujar Tiffany
“sekarang jasadnya berada dirumah sakit. Namun anda tidak diperkenankan untuk melihatnya karena tubuhnya hancur akibat terlindas truk”
Air mataku jatuh dengan derasnya. Jantungjku seakan berhenti berdetak. Dadaku sesak, seakanaku tidak bisa menghirup oksigen lagi.
“Luhan-ah” ujar Tiffany
Akupun melangkahkan kakiku menuju kamarku. Bisa ku rasakan tangan Tiffany menahan lenganku. Segera ku tepis dengan kasar tanpa melihatnya. Saat ini fikiranku kosong, pandanganku menjadi gelap aku tidak bisa lagi mengontrol tubuhku dengan baik.
“Luhan-ah, wae? Dia hanya pembantu disini” ujar Tiffany
“diam kau!!! Pergilah!!!” teriakku kemudian meninggalkannya.

Tanpa sadar aku telah melangkahkan kakiku menuju kamar Jessica. Ku pandangi foto-foto yang terbingkai diatas meja.
“J-jessica” lirihku
My love sarangheyo, sarangheyo
“yeoboseo”
“y-yeoboseo”
“nuguya?”
“a-apa ini telephone Jessica noona?”
“ne, kau siapa? Aku temannya”
“ah, aku Baekki. Tolong bilang pada Jessica noona, aku menunggunya besok ditaman waktu itu”
“sebenarnya, apa hubunganmu dengan Jessica?”
“aku? Aku anak pegawai appa Jessica noona. Kami sudah seperti kakak adik. Aku sudah menganggapnya sebagai noona kandungku”
“m-mwo?? Tapi kenapa kau mengatakan saranghae pada Jessica ditaman waktu itu?”
“ne? Bagaimana kau tahu? Apa Jessica noona menceritakannya padamu?”
“ne”
“ah, kami memang seperti itu. Aku sangat menyayangi Jessica noona”
“geurae”
Aku mematikan telephonenya. Lagi, dadaku merasakan sesak yang teramat sangat. Tubuhku kembali menyentuh lantai.
Normal pov
‘Luhan pabo, dia hanyalah dongsaeng Jessica. Bukan namjachingunya. Jessica, dia kecelakaan pasti karenamu’
“Aaaaa!!!!” teriak Luhan
“Jess, mian. Kumohon kembalilah. Saranghae Jess. Saranghae” isak Luhan

Prolog
“bagaimana keadaannya dok?”
“dia baik. Beruntung kau bertindak cepat tadi. Kalau tidak, dia akan mati”
“apa dokter yakin dia baik-baik saja”
“ne. Tapi perlu anda ketahui bahwa yeoja itu mengalami depresi yang cukup serius. Kau lihatkan dia tengah mencoba bunuh diri”
“m-ne. Lalu, apa yang harus kulakukan?”
“kurasa, kau harus membantunya untuk sembuh dari depresinya”
“m-mwo??”

Taeyeon pov
Kutatap wajah yeoja itu. Wajahnya sangat pucat. Air mata tak henti-hentinya mengalir dari mata yeoja itu walaupun kini ia dalam keadaan terpejam.
‘sebenarnya apa yang sudah dilalui yeoja ini sebelumnya? Apakah kehidupan yeoja ini sangat mengerikan? Hah, padahal ia masih terlalu kecil untuk menderita depresi. Seharusnya, ia masih bermain dengan anak-anak seusianya’ batinku.
Ada rasa iba dihatiku ketika melihat yeoja berusia sekitar 15 tahun ini.
“aku harus menolongnya” gumamku
Normal pov
Matahari pagi bersinar dengan cerahnya. Tampak seorang yeoja tengah menemani seorang yeoja lain yang terbaring di tempat tidur sebuah rumah sakit. Perlahan tangan yeoja yang terbaring itu mulai bergerak.
“ohh” ujar yeoja yang menemani yeoja itu
“kau sudah bangun” tambah yeoja itu, Taeyeon
“a-apa aku masih hidup?”
“tentu saja kau masih hidup” ujar Taeyeon tersenyum
“kau menggagalkan usahaku?” ujarJessica dingin
“tidak sopan, aku ini lebih tua 2 tahun darimu. Kau harus memangglku dengan sebutan Teyeon eonni”
“…”
“Jessica Jung, aku sudah tahu semua masa lalumu”
“lalu?”
“aku akan membantumu”
“m-maksudmu?”
“aku akan membantumu menjadi Jessica Jung yang kua dan tegar, setelah itu terserah padamu kau mau melakukan apa pada keluarga itu”
“apa, aku harus mempercayaimu?”
“aku tahu ini berat, tapi percayalah aku akan membantumu semampuku. Jika aku orang jahat, aku pasti telah meninggalkanmu saat aku menabrakmu”
“untuk apa kau membantuku?”
“anggaplah itu balasan karena aku menabrakmu”
“tapi ini terlalu berlebihan”
“kau fikir ini gratis? Tentu saja aku tidak mau rugi. Setelah aku mengeluarkan uang untukmu, suatu saat nanti kau harus menggantinya”
“…”
“aku hanya menawarkan batuan ini sekali. Aku tidak amu kau nantinya datang mengemis padaku karena tentunya bantuanku sudah tidak berlaku lagi. Kau punya waktu 5 menit untuk memikirkannya dari sekarang”
“t-tapi”
“cepatlah waktumu 4 menit lagi”
Taeyeon pov
Kulihat ia tampak berfikir
“waktumu habis. So?”
“…”
“cepatlah. Ingat satu kata yang keluar dari bibirmu itu adalah sebuah jawaban”
“a-aku mau”
Aku pun tersenyum mendengarnya.
“great, aku sudah mengetahui jawabannya sejak awal”
“baiklah, permainan segera dimulai, siapkan dirimu”

Jessica pov
Aku tak tahu apa lagi ini? Apakah ia bisa membantuku? Apaka Tuhan mengirimkan dia untukku? Namun yang pasti, mulai hari ini. Aku akan hidup dengan baik.
Eomma, appa, tak akan kubiarkan mereka bahagia.
Keluarga Xi, ku harap kau menunggu kedatanganku nanti

TBC….

anyeong aku kembali. semoga kalian suka. jangan lupa comment ne 🙂 saranghae!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s